Seseorang berjalan di jalan yang
sepi...
Di malam hari yang gelap..
Hanya 1 lampu yang menyinari si
penyendiri itu dari atas tiang listrik yang tidak terlalu terang cahayanya..
Memasuki Sekolah..
Istirahat pertama,
Melihat keluar jendela, tidak ada
satupun orang yang mau menyapanya.
Benar benar sendiri ..
Recki septianda, seorang pelajar
kelas 2 sma di sekolah baru yaitu sma 10, hobinya adalah menunggu
sesuatu yang pasti tidak bisa dia dapatkan.
Di hari les pertama, dengan riangnya
recki ke tempat lesnya dengan berjalan kaki, namun, di hari pertama dia belum
mendapatkan teman walau banyak orang di kelas itu, tetapi si penyendiri recki
tidak mempermasalahkannya, dia juga memaklumi kalau dia memang sangat pemalu,
recki tidak pintar dalam teori pelajaran, namun dia lumayan bagus dalam praktek atau segala
macam hal yang berbau teknologi.
Disekolah dia juga hanya mendiami
dirinya sambil meminum susu yang dibelinya di kantin, sambil membayangkan wanita yang dia mimpikan tadi
malam, telah lupa parasnya
tapi itu sangat membuatnya merinding saat mengingat mimpinya itu.
Di sekolah dan ditempat les, recki
dipandang teman temannya sebagai anak pendiam, tidak ada yang tahu sebenarnya
dia sangat kesepian, selalu saja menggambar animasi yang tidak jelas untuk
menghibur dirinya disaat kesepian.
Telah berlalu beberapa minggu, hari
ke 6 untuk datang ke tempat les yang tidak jauh dari rumahnya, recki
selalu melirik teman satu kelas lesnya yang sedang bercanda di kursi paling
depan dengan teman teman yang
lain.
Melihat
seseorang perempuan di meja paling depan, saat keadaan kelas tiba tiba senyap,
terdengar seseorang wanita yang berbicara dengan teman sebangkunya. ”sepertinya
aku pernah melihat orang yang sedang duduk paling belakang itu, tapi aku lupa
dimana..” Membisikkan kepada teman sebangkunya, namun masih kedengaran oleh
orang sekitar karena suasana kelas benar benar senyap, recki tampak diam, di
dalam hatinya dia berkata "aku juga pernah melihatmu, tapi aku juga lupa
dimana."
Sepulang
dari les, recki duduk di ruang tunggu jemputan, entah apa yang ditunggunya,
tapi dia selalu melirik wanita yang sepertinya pernah dia lihat sebelumnya tadi
dikelas. Tidak lama dari itu, dia melihat perempuan yang tidak asing itu
dijemput oleh laki laki ganteng yang ternyata pacarnya, dia tersenyum kepada lelaki
yang menjemputnya, tetapi malah recki
yang terpana dengan senyumannya.
Saat Disekolah
recki selalu memikirkan wanita yang kemarin malam di tempat lesnya, sambil
meminum susu kotak, recki berjalan mengelilingi sekolah, dia bertemu dengan
iqbal teman sekelasnya saat lewat kantin,
Iqbal: “rek
kau liat cristoper ngk ?” Tanya
iqbal kepada recki,
Recki: “ngk,
emang kenapa ?”
Iqbal:
“sial, tadi dia ngatain pak nyoman, malah aku yang kena panggil”
Recki: “hahahaha,
kok bisa”
Iqbal: “Heh..
lupakan saja, recki, ayo kita makan mie di kantin, aku yang bayarin deh.” Iqbal
mengajak dengan nada semangat yang menggempar akibat kelaparan.
Recki: “eem,
oke” jawab recki singkat.
Setelah
makan, recki terpikirkan
sesuatu untuk dipertanyakan, sangat berat untuk mengatakannya, tapi dia tidak
bisa memendam pertanyaan itu.
Recki: “kau
pernah suka sama cewek ngk bal..” Iqbal
diam dan menggelengkan kepalanya menunjukkan
kearah erizkya perempuan yang sekelas dengan kami.
Recki: “ooh,
aku mengerti”
Iqbal: “siapa
yang ngk tertarik sama dia, udah cantik, baik, pintar lagi."
Recki:
“memang seperti itu perkataan orang yang sedang jatuh cinta -_-‘ "
Dikelas
sedang jam pelajaran matematika. Wajah seperti orang yang tak tau apa apa,
iqbal sesekali melirik erizkya yang sedang belajar, recki menepuk pundak iqbal.
Recki: "akhirnya aku bisa
menyelesaikannya !” teriak sampai semua orang dikelas melihat recki.
Recki "Kau lihat ini iqbal, aku
menyelesaikannya !!." Menunjukkan lembar jawabannya.
Sementara
itu..
Teman teman:
“ recki kenapa tuh, apa udah gila ?”
Cewek yang
lewat: “ dasar gila”
Ada juga
yang lari ketakutan.
Ditempat
les, seperti biasa sesekali recki
melirik perempuan yang disukainya, sayangnya orang itu sudah mempunyai pacar,
tapi tidak salah apabila menyukai seseorang selama tidak mengganggunya.
Sepulang les recki masih juga menunggu di tempat tunggu , tidak ada yang
ditunggu recki, dia pergi les dengan jalan kaki, dia hanya penasaran dan ingin melihat perempuan yang tidak asing kemarin.
Perempuan
itu dijemput laki laki dengan motor kerennya, seperti biasa juga dia tersenyum
dengan pacarnya saat milihat dia dijemput, dan sudah pasti, mulut recki terbuka
saat melihat senyumaannya yang maut. Akhirnya recki pulang dengan pikiran
melayang.
Disekolah, si
malang recki lebih sering termenung, dan sama juga dengan orang yang
disebelahnya “iqbal”, teman sekelasnya menjuluki recki dan iqbal adalah raja
mesum, karena mereka berdua sering membicarakan perempuan, sebenarnya iqbal dan
recki tidak membicarakan yang jorok, dia hanya membicarakan kelebihan perempuan
yang mereka lihat. Tapi ada orang yang salah tanggap dan menjulukinya sebagai
raja mesum dan wakilnya. Tetapi, mereka tidak tahu bahwa mereka sudah di juluki
sebutan itu.
Saat ke kantin.
Orang
sekitar: “lihat lihat, itu ada raja mesum lewat, hati hati rokmu !”
Perempuan: “
kiyaaaaaa~”
Semua
perempuan lari, recki dan iqbal lewat saja dengan wajah bodohnya, mereka tidak
tahu mereka sedang di jauhi.
Di tempat
les, recki mulai serius belajar untuk mengejar juara umum disekolahnya,
walaupun sesekali dia melirik perempuan yang disukainya.
hari ke 12
les, recki masih belum mempunyai teman di tempat lesnya. Saat pulang dari les,
kali ini recki membawa camilan, biasanya perempuan itu dijemput sekitar 30
menitan jadi dia bisa sambil makan untuk menunggu perempuan yang disukainya
dijemput oleh pacarnya.
Recki: “aku
ini memang hebat, memakan kue
sambil menunggu dia dijemput,
aku harus menerapkan pola hidup hemat ^_^.” tersenyum girang.
Begitulah
cara recki menikmati hidupnya. Keren sekali..
Disekolah.
Iqbal bertanya kepada recki dengan
wajah yang suram.
Iqbal: “kau
tahu tidak.“
Recki: “ape. “ Jawab recki sambil menggambar sesuatu,
Iqbal: “kita
dijuluki raja mesum dan wakilnya.” Diam sejenak, mereka sangat suram.
Recki: “APAAA
? ooh iya aku sudah pernah mendengar sebelumnya.”
Iqbal: “KAU
SUDAH PERNAH DENGAR !? KENAPA TIDAK BERI TAHU KE AKU !”
Recki: “lihatlah,
aku tidak ingin kau shock seperti ini.” Jawab recki
simple,
Iqbal: “TIIIIIIIDAAAAAAAK
!!!”
Recki: “sudahlah,
yang penting kita tidak melakukan sesuatu yang kurang ajar, kita hanya
membicarakan kelebihan perempuan, itu saja kan.”
Iqbal: “Heeh.. Apa boleh buat, baiklah,
aku mengerti.”
Recki
melihatkan gambar yang dia kerjakan selama percakapan tadi, ternyata dia
menggambar sketsa ERA wc umum yang selama ini mereka impi impikan, dimana
disetiap sudut tempat dikota manapun ada wc umum. Kalau itu terjadi recki dan
iqbal tidak akan kesusahan mencari wc saat mereka sedang di dalam kondisi danger. Mereka berdua
tersenyum satu sama lain, sehingga terlihat sedang merencanakan sesuatu yang
jahat.
Seseorang
perempuan melihat mereka berdua dan
menelpon ayahnya.
“ayah, aku
ingin pindah sekolah, aku takut..”
Setelah itu,
dengan senangnya, recki dan iqbal pergi ke kantin,
Iqbal: “tumben
sepi.”
Recki: “sudahlah
jangan dipikirkan, itu karena kita sedang dijahui.”
Iqbal: “oh
iya ^o^.”
Recki dan
iqbal tidak perduli dengan apa yang orang katakan kepada mereka berdua, mereka
hanya fokus dengan apa yang mereka inginkan.
Duduk di
taman sekolah, dibawah pohon yang
rindang.
Iqbal: “reck,
entah kenapa, erizkya enggan melihat kita L”
iqbal terlihat sedih.
Recki: “itu
karena julukan kita, kau tahu” sambil
meminum susu kotak.
Iqbal: “padahal
kita orang baik baik saja, ya kan”
Recki: “itulah, tapi santai saja lah,
kitakan ngk salah”
Iqbal: “aku
hanya khawatir dengan imej kita disekolah”
Recki: “kita
ini tidak jelek kau tahu, masih banyak perempuan yang mau sama kita”
Iqbal: “iya
juga ya ^o^”
Iqbal lanjut
main rubiknya, sementara recki hanya melihatnya.
Orang
sekitar: “lihat ! dia sedang memainkan mainannya !”
Perempuan:
“cepat panggil polisi !!”
Setiap apa
yang recki dan iqbal lakukan, selalu dicurigai oleh orang sekolah, dan recki dan
iqbal tidak tahu, kalau kabar mereka berdua sudah menyebar sampai kesekolah
lain.
Saat perjalanan
ke kelas.
Iqbal: “untung
berita kita tidak sampai keluar sekolah ya reck ^_^”
Recki: “iya,
kita ini masih beruntung ^_^”
Sesungguhnya
mereka berdua tidaklah beruntung.
*
Di Tempat les,
Recki sangat serius belajar demi
harapannya menjadi juara umum disekolahnya, saat break adalah saat paling recki
senangi, karena dia senang melihat perempuan yang disukainya bercanda gurau
dengan temannya, recki mendengar teman perempuan yang memanggil perempuan yang
disukainya "git", recki langsung mencari di absen nama.
"git, git git" mencari
nama di absen, "nah! Ini dia, gita anggita, nama ini tidak asing
ditelingaku, juga saat pertama kali aku memandangnya, sepertinya memang aku
pernah bertemu gita sebelumnya."
Bel berbunyi tanda pulang, dengan
wajah yang berseri seri, recki membuka popcorn yang dia beli di kaki lima,
seperti biasa dia menunggu gita dijemput oleh pacarnya, tapi bukan itu
tujuannya, recki menunggu saat gita tersenyum saat di jemput pacarnya. Baginya
seperti melihat matahari terbenam
di hari yang senja ..
Disekolah, recki dan iqbal masih
dijuluki raja mesum, tapi recki dan iqbal menghiraukannya dengan eskpresi orang
yang tidak tau apa apa, saat kantong menipis, recki dan iqbal ketaman sekolah
untuk menghemat. Kali ini iqbal memainkan rubik 4x4, Sampai jam istirahat
selesaipun iqbal belum bisa
menyelesaikannya.
Orang sekitar: "lihat!, master
mesum memainkan mainannya,
lihat lihat !, itu untuk mesum tingkat 8 !!"
Teman orang sekitar; " dari
mana kau tahu itu tingkat 8 ."
Orang
sekitar: "4+4 = 8
itu level tinggi kau tahu !"
Orang
banyak: "ya ampun !, benar benar !"
Perempuan
: "tolong ! Tolong !"
Banyak
perempuan yang pingsan
Recki
dan iqbal menganggap seperti tidak terjadi apa apa, dikelas mereka sangat
serius belajar untuk membuktikan mereka bukanlah orang mesum seperti yang orang
orang bayangkan. Iqbal sedih karena harapannya kepada erizkya telah sirna,
alasannya karena julukan itu yang membuat erizkya tidak menyukai iqbal, iqbal
memendam kesedihannya sendiri, recki tahu perasaan iqbal, dia ingin membantu
tapi tidak tahu harus membantu apa.
Hari
ke 19 les
Recki
banyak membawa camilan karena belakangan ini pacar gita sering telat
menjemputnya, di tempat les recki masih tidak mempunyai teman, sikapnya yang
diam, itulah yang membuat orang tidak memperdulikannya. Saat break, gita duduk
sendiri di depan sementara teman temannya yang dulu pindah duduk jauh dari
tempat gita.
Recki:
"tumben ngk nempel, biasanya kaya perangko, apa mungkin gita badannya bau
!?, tidak tidak, fisiknya kelihatan bagus bagus saja, tapi ekspresinya, tidak
seperti biasanya, apa mungkin dia kentut sehingga temannya menjauhinya, aku harus
cari tahu, tapi bagaimana ?,"
Bel
pulang berbunyi, waktu kesukaan recki, recki duduk di kursi tunggu tidak jauh
dari tempat gita duduk, gita memurung, wajahnya cemberut, recki membuka kue
rumput lautnya, sambil makan camilan recki melihat gita yang seperti boneka
barbie, ditambah lagi dengan rambutnya melayang layang ditiup angin, recki
semakin cepat mengunyah makanannya !. Bungkus ke 3 kue camilan jagung, sudah 1
jam berlalu, gita masih diam, tak lama recki maju 1 kursi mendekati gita, dan
melanjutkan memakan makanannya. 2 jam berlalu, ditempat les sudah tidak ada
orang lagi, hanya ada gita recki dan bunyi kriuk.
Recki:
"jam berapa ini" melihat jam
Recki:
"demi kapal flying dutchman !! Jam 10 !! Selama itukah aku mengunyah ?,
saking asiknya melihat gita, aku sampai lupa waktu, gita sudah menunggu
jemputannya selama 2 jam, bahkan lebih lama dari waktu kami les"
Recki
memberanikan dirinya duduk disamping gita, saat recki duduk disamping gita,
ternyata salama itu gita menangis..
Recki
mendekati gita
Recki:
"mau ngk" menawarkan camilan sambil mengunyah
Gita:
"....." Gita masih menangis, menangis tersedu sedu, sambil menunduk
Mata
gita memerah, wajahnya juga memerah, air mata gita seakan akan habis karena dia
sangat ingin mengeluarkan air matanya, sampai sampai gita menggenggam tangan
recki erat erat. Recki memegang kepala gita
Recki:
"sudahlah.." Mengelus kepala gita
Gita:
"di dia dan te teman temanku meninggalkan aku.." Gita menangis tersedu
sedu
Recki:
"hooh.. aku
mengerti, karena apa mereka meninggalkanmu"
Gita:
"aku mengingkari janji yang aku buat kepada mereka, aku tidak bisa datang
karena aku demam."
Recki: "mereka seharusnya
mengerti, tapi sudahlah git, aku dari tadi melihat kamu menangis, apa tidak
bosan"
Gita
menepuk kepala recki dan menggembungkan pipinya
Gita:
"kalo aku bisa be berhenti menangis tidak mungkin aku terus menangis
seperti ini, sakit tauk .."
Recki:
"naah, begitu lebih baik"
Gita
: "apanya yang baik"
Recki:
"kamu tidak menangis lagi, itu lebih baik, dari pada melihat mu menangis,
membuatku juga sedih"
Gita
: "benarkah aku berhenti menangis"
Recki
: "iya benar,"
Suasana
senyap
Recki:
"eeh, kamu pulang dengan siapa git"
Gita:
"ngk ada, papa sama mama punya tugas di luar kota, aku tinggal sama bibi
dirumah, jadi aku biasanya di jemput pacar aku, tapi pacar aku mutusin aku
hanya karena aku ..." Ekspresi sedih
Recki:
"karena apa ?"
Gita:
"kau tidak perlu tahu" melipat tangannya di perut"
Recki:
"sekarang jam setengah 11 malam, pulang yuk"
Gita:
"dengan kamu ?, pakai apa ?"
Recki:
" jalan kaki :)"
Gita:
"yang benar saja ?!"
Recki:
" jam segini mana ada taxi atau angkot lagi -_-"
Gita:
"benar juga, tapi rumahku jauh dari sini."
Recki:
"aku punya camilan, kita bisa jalan sambil makan."
Gita:
"oo baiklah.."
Diperjalanan, hanya terdengar suara
kriuk.
Gita: "aku mau tanya".
sambil mengunyah
Recki: "apa"
Gita: " kamu kok mau nunggu aku
dijemput"
Recki: "ee .. Sebenarnya aku
tidak sedang menunggumu -__-, aku hanya kebetulan duduk dan melihatmu
sendirian" Recki
berhenti makan.
Gita: "tapi aku sering melihatmu
makan kue saat pulang dari les" sambil mengunyah
Recki: "itu hobiku"
Gita: "ooh,.."
Tiba tiba terdengar suara perut
menggerutu, “grooowt..”
Recki: "sepertinya aku
mendengar suara kepedihan"
Gita: "itu suara perutku
(˘̩̩̩^˘̩ƪ) "
Recki: "eeeh, baiklah, kita
makan mie ayam itu, gimana”
Gita: “baiklah,” ekspresi heran
Ditempat itu sudah sepi, hanya
mereka berdua yang makan disitu, saat mie ayamnya datang
Recki: “ini dia”
Gita: “apa ini ?”
Recki: “kau tidak pernah makan ini
?”
Gita: “ngk pernah, tapi aku pernah
dengar namanya”
Recki: “cobain dulu”
Saat menyantap sendok pertama, gita
langsung melahap habis mie ayamnya dan memesan lagi dengan versi jumbo, itu
saja tidak cukup, dia nambah sampai 4 mangkuk, recki tersenyum heran, pakai apa
dia membayarnya nanti.
Recki: “waah, hebat, baru kali ini
aku melihat perempuan seperti mu”
Gita: “kau tidak suka” meminum teh
hangat
Recki: “aku malah senang melihatmu
makan seperti itu ^_^”
Gita: “kau tahu, ini sebabnya aku
diputusin pacar aku, dia malu dengan orang orang”
Recki: “seharusya dia bangga..”
Gita: “heeh ? tadi kau bilang apa,
aku ngk dengar”
Recki: “eee... ngk ada apa apa”
Gita: “sepertinya aku tidak
bisa berjalan lagi -__-“
Recki: “haaah !?”
Gita: “hehehe, ngk kok, becanda,,
yuk antar aku pulang”
Recki: “heeh, kalau saja
benar, bisa mati aku. aku
bayar dulu, tunggu di sini ya”
Recki menggunakan uang buku untuk
membayar makanannya. Setelah sampai dirumahnya,
melihat rumah besar nan mewah, Recki bergumam di dalam harinya. “dirumah sebesar ini, hanya tinggal
seorang perempuan ?, apakah tidak apa apa.”
Gita: “makasih udah nganterin aku,
ooh iya makanannya juga ..”
Recki: “iya, sama sama, aku pulang dulu sampai
ketemu besok di tempat les”
Gita: “oke ^_^”
Disekolah, recki lebih sering
tersenyum , itu membahayakan untuk dirinya, banyak orang yang saking menjauh
dari recki. Hanya susu kotak dan iqbal yang menemani istirahatnya, mereka
berdua sudah terbiasa dengan anggapan buruk orang kepada mereka.
Recki : “kau mau makan apa bal
-_____-“
Iqbal: “titip beli kue aja yang 500
san”
Recki: “baiklah, tunggu disini”
Recki: “nihh, mau kau apakan benda
ini”
Iqbal: “makan ?”
Recki: “ooh..”
Begitulah setiap harinya mereka
menikmati hidupnya di sekolah.
Ditempat les, gita duduk disamping recki,
sementara itu, teman teman gita sedang menggosip tentang gita dan recki,
Teman gita: "kenapa dia mau
duduk disitu, aku dengar recki itu orangnya mesum"
Teman gita 2: "aku dengar juga
begitu, sebaiknya kita memberi tahu gita, sebelum terjadi apa apa dengan
dia"
Teman gita: "siapa yang peduli,
bahkan pacarnya saja meninggalkan dia"
Recki pura pura tidak mendengar, bel
pulang berbunyi, recki menunggu diruang tunggu dengan kue 500an di tangannya,
gita menghampirinya.
Gita: "recki.."
Recki: "eem.." Sambil
mengunyah
Gita: "antar aku pulang.."
Recki: "baiklah, mau naik taxi apa naik bis"
Gita: "jalan kaki"
Recki: "baiklah.., kau mau ?" Menawarkan kue
Gita mengambil kuenya dan langsung
memakannya, diperjalanan gita memegang foto mantannya, dia masih ingin bersama
arif, recki mengetahui segala tentang gita dan pacarnya melalui facebook.
Recki: "aku mengerti, sudahlah
jangan cemberut, akan aku bantu"
Gita: "kau bisa apa"
Recki: "arif itu ternyata teman
sd aku, sampai sekarang kami juga masih akrab"
Gita: "benarkah, kalau begitu
bantu aku, aku tidak tahu kau akan membantu apa tapi aku harap kau akan sangat
berguna, hahaha.."
Recki: "heei, ingat, aku
lakukan ini supaya kau tidak sedih"
Gita: "baiklah, baiklah, gimana
kalau kau benar benar membantuku, aku akan mentraktir mu makan di tempat mie
ayam itu, pokoknya sepuasnya deh :)"
Recki: "heeh, itu sudah cukup,
okeh, aku akan mulai besok"
Disekolah recki menghampiri arif
yang ternyata 1 sekolah dengan nya, arif tidak menganggap recki yang macam
macam, karena dia tahu recki bukanlah orang yang seperti di bicarakan orang
orang"
Recki: "rif, arif, sini
dulu"
Arif: "ooh, recki, lama ngk
berjumpa, apa kabar"
Recki: "baik, ketaman yuk, aku
traktir kue yang 500an"
Arif: "kau memang tidak berubah
-__-, baiklah"
Sesampainya ditaman
Recki: "kau mantannya gita
kan"
Arif: "kau tahu ?"
Recki: "jelas aku tahu, dia
sering bercerita tentangmu"
Arif: "aku tenang dia teman
dekatmu"
Recki: "kenapa kau
memutuskannya, kau tidak tahu betapa sedihnya dia"
Arif: "...."
Recki: "kau termakan kata kata
buruk tentang dia ?? Kalau kau pikir gita itu orang yang buruk, kau salah besar."
Arif: "bukan itu !"
Recki: "....."
Arif : "terlalu cepat untuk kau
mengetahuinya, aku kekelas .."
Recki : "aku tidak mau
membuatnya sedih !, kau harus meminta maaf kepadanya !, arif !"
Arif masih saja berjalan menuju
kelas tanpa menghiraukan perkataan recki. Mulai dari itu arif mulai
tidak memperdulikan recki.
·
Recki
Aku terdiam
melihat arif yang begitu dingin terhadap aku, aku tidak tahu kenapa dia
memutuskan gita yang begitu baik, aku juga tidak ingin gita sedih.
Seperti
biasa aku pergi les berjalan kaki..
Gita tidak
masuk les hari ini, aku tidak konsen belajar memikirkan apa yang sedang dia
lakukan, sepulang les aku kerumah gita, dirumahnya tidak ada suara dan sangat
sepi, aku berdiri sambil memegang buku catatan di depan rumahnya. Mendengar apa
yang ia katakan kemarin, pasti dia sedang menangis saat ini..
Disekolah,
recki menjadi lebih pendiam, iqbalpun heran.
I“tumben
sekali, biasanya dia mencari mainan saat seperti ini, sebaiknya aku diamkan
saja dulu”
Iqbal:
“heii, jangan melamun, ayo ke kantin”
Recki: “ngk
ada uang”
Iqbal: “aku
traktir kue 500an”
Di taman
Recki:
“kalau aku membantu perempuan yang aku suka untuk kembali ke mantannya apakah tidak masalah”
Iqbal: “aku
tidak tahu, mungkin itu
tergantung kepadamu” sambil memakan kue abon
Recki: “aku
tidak suka melihat dia sedih, jadi aku memutuskan untuk membantunya, supaya dia
lebih baik”
Iqbal:
“sepertinya itu baik, tapi lakukan saja apa yang telah kau mulai, mungkin saja
kebaikan mu akan membawa kebaikan
untukmu”
Recki:
“sangat susah, kalau aku tidak bisa menyelesaikan masalah ini, apakah dia
semakin sedih”
Iqbal:
“tidak tahu..” sambil mengunyah
Sepulang
sekolah dirumah recki, recki batuk darah, sepertinya penyakitnya dulu datang
lagi..
Di tempat
les, gita duduk di samping recki
Gita: “nanti
pulang, antar aku”
Recki: “ee..
eem..”
Sepulang les
di jalan,
Gita: “kau
bicara apa sama arif”
Recki: “aku
hanya bertanya kenapa dia memutuskanmu”
Gita: “apa
katanya”
Recki: “dia
bilang, terlalu cepat untuk kau ketahui, terus, dia mulai cuek sama aku”
Gita
cemberut
Recki:
“tenang saja git, aku akan berusaha untuk membujuknya” sambil mengelus kepala
gita
Gita: “aku
tidak tahu bagaimana aku membalas kebaikanmu”
Recki:
“katamu dengan mentraktir aku makan mie ayam sepuasnya, kau ingat..”
Gita: “kau
yakin hanya itu”
Recki:
“kenapa tidak”
Setelah
mengantar gita kerumahnya, dijalan recki batuk berdarah, ada pendarahan di paru
parunya, tapi recki
menghiraukannya. Recki termasuk orang yang tertutup dengan orang tuanya, dia
tidak mau membuat orang
tuanya susah.
Disekolah,
Iqbal: “hei
hei, kenapa belakangan ini kau sering melamun”
Lutfi: “hei
man !, aku jarang melihatmu menggila lagi, ada apa”
Iqbal dan
recki: “siapa yang kau maksud gila..”
Karena lutfi
takut
Lutfi: “ee,,
aku yang gila man !”
Ilyas:
“betul man !”
Senyap sejenak
Karena
perkataan ilyas, ilyas dan lutfi berkelahi, sudah biasa mereka seperti ini.
Lutfi: “apa
maksud parkataanmu man”
Ilyas: “aku hanya
meluruskan apa yang kau katakan”
Dan akhirnya
terdengar suara “bag, bug, bag, bag, plak!” terakhir terdengar suara ledakan.
Recki dan
iqbal ke taman, tanpa camilan, tanpa mainan, mereka hanya duduk saja disana
sambil merasakan angin yang berhembus, saat pulang dari taman mereka lewat wc
perempuan, terdengar suara teriakan perempuan dan setelah itu menghilang, recki
dan iqbal langsung berlari ke wc perempuan, ternyata ada orang yang mau
memperkosa anak perempaun, recki langsung memukul pria itu, dan iqbal
menyelamatkan perempuan itu, datang lutfi, dengan cepat lutfi melpas bajunya
dan menutupi tubuh perempuan itu, datang ilyas dan bergegas melepas celananya
dan menutupi bagian bawahnya, mereka bertiga sibuk mengurus perempuan yang
tidak berpakaian. sementara recki sedang dipukuli orang, mereka pikir recki
akan menang, tapi kenyataanya malah recki yang bonyok
Recki: “hei,
tolong aku !”
setelah berkata itu recki dipukul tepat di
dadanya dan tersentak recki mengalami pendarahaan melawati hidung dan sesak
napas, pria itu di amankan oleh lutfi dan ilyas, ilyasa seperti pegulat karena
dia hanya memakai kolor, dan lutfi hanya menggunakan kaos, mereka berdua sudah
sangat terlihat seperti orang gila,
ilyasa:
“cepat panggil guru bal”
lutfi:
“cepat man !!”
iqbal: “tapi
perempuan ini..”
datang dindo
membawa guru, dan pria itu di keluarkan dari sekolah, setelah kejadian itu,
recki dan iqbal terlepas dari julukan raja mesum mereka, buruknya, penyakit
recki menjadi parah, ilyasha dan lutfi dengan kerennya keluar dari wc
perempuan, semua murid sudah banyak berdiri disekitar situ, ilyasa dan lutfi
tebar pesona, namun semua orang disitu tertawa terbahak bahak karena lutfi yang
lupa hanya memakai kaos, dan parahnya ilyasa yang hanya memakai kolor. Dari
hari itu, lutfi dan ilyasha tidak masuk sekolah sampai 1 minggu. Perempuan yang
mereka selamatkan namanya gina, sepupunya gita.
1 minggu
dari kejadian itu semua sudah kembali seperti biasa, semua orang menganggap
kejadian itu tidak pernah terjadi, saat istirahat seperti biasa recki dan iqbal
duduk ditaman, gina datang.
Gina:
“recki... terima kasih yang waktu itu”
Recki: “emm,
sama sama” sambil meminum susu kotak
Gina: “boleh
aku duduk”
Recki
menaggukkan kepala
Gina:
“ternyata aku salah menilai kalian berdua”
Iqbal:
“sudah aku duga, aku tidak seburuk yang kalian pikirkan” menyilangkan tangan di
dada
Recki: “lain
kali lebih hati hati”
Gina:
“baiklah”
Recki:
“sepertinya aku pernah melihat seseorang mirip sekali denganmu”
Gina: “gita,
dia itu sepupuku”
Recki:
“namanya juga hampir sama”
Ditempat les
Gita: “biar
aku tebak, kau dipukili karena menyelamatkan orang, ya kan?”
Recki: “kau
tahu dari mana”
Gita: “gina
memberi tahu aku, tebakan ku benar, rumor kalau kau adalah raja mesum adalah
salah besar”
Recki:
“tentu saja -__-“
Gita:
“hahaha, kau lucu sekali”
Recki: “apa
ada yang lucu”
Gita:
“hahahahahaha, kau bodoh tapi lucu”
Recki: “apa
maksud perkataanmu itu -__-“
Gita: “tidak
tidak, hahahahaha” gita tertawa sampai mengeluarkan air mata
Gita: “aku
mengingat cerita temanku tentang mu disekolah, hahahahaha”
Recki: “itu
bukan hal yang patut ditertawakan -___-“
Gita:
“hahaha, oke oke, hari ini kita makan mie ayam aku yang traktir”
Recki:
“baiklah”
Gita sudah
mulai bisa tertawa, bahkan sampai mengeluarkan air mata, gita mengejek ngejek
recki di perjalanan, sementara recki pura pura tidak mendengarkannya.
Recki:
“berhenti lah mengejek ku, tidak kah kau bosan ..? -___-“
Gita: “aku
tidak bisa berhenti, hahahahaha”
Recki: “oke,
akan aku tunggu sampai kau bosan.”
Sampainya di
tempat mie ayam, gita berhenti tertawa, saat recki memakan mienya, gita menahan
tertawa karena tidak sanggup melihat wajah recki. Recki membiarkan dan
melanjutkan makan mie ayamnya, setelah itu mereka pulang dengan perut kembung.
Disekolah,
istirahat, recki
melihat arif di taman sendirian,
Recki:
“hei..”
Arif:
“apa..”
Recki: “tadi
malam aku makan dengan gita”
Arif:
“baguslah..”
Recki: “kau
tidak cemburu..?”
Arif:
“kalaupun aku cemburu aku tidak bisa berbuat apapun”
Recki:
“tidak tidak, aku hanya berteman saja
dengan gita, dia sering membicarakan kau“
Arif: “saat
itu, yang aku suka sebenarnya bukan gita”
Recki:
“....”
Arif: “aku
hanya mendekati gita untuk menanyakan tentang gina, tapi malah gita yang suka
sama aku, dan gita menganggap kalau aku pacarnya”
Arif: “aku
tidak tahu apa yang harus aku lakukan, aku tidak menyukai gita, tapi dia sudah
terlanjur suka sama aku, dan aku membiarkan itu”
Recki:
“kalau kau memang tidak suka katakan saja, tidak perlu kau menyakiti hati gita
sampai dia menangis, kau membiarkan gita sendiri menunggu di tempat lesnya, kau
tidak tahu betapa sedihnya dia saat itu”
Arif: “aku
tahu, tindakan aku salah”
Recki: “terus
kalau kau salah, kau meninggalkan masalah itu tanpa menyelesaikannya”
Arif: “aku
tau, tapi saat ini sangat berbeda dari sebelumnya”
Recki:
“apa..”
Arif: “aku
tidak tahu kenapa, aku tiba tiba menjadi suka sama gita, aku tidak tahu harus
bagaimana”
Recki:
“yakin kau suka sama gita”
Arif: “aku
yakin sekali, setiap malam mau makan aku selalu memikirkannya”
Recki: “aku
akan membantumu”
Arif: “kau
serius ??”
Recki: “aku
serius, tapi aku punya syarat, kau tidak boleh menyakiti hati gita lagi, jangan
sampai membuat hal apapun yang bisa membuat dia menangis”
Arif:
“baiklah baiklah !! aku tidak akan membuat gita menangis lagi !!”
Recki: “oke,
nanti aku kabari”
Recki
sebenarnya sangat marah kepada arif, karena sudah membuat gita menangis, tapi
ini adalah kesempatan bagi gita untuk kembali kepada arif.
Ditempat
les, gita melihat recki
menggambar animasi yang tidak karuan,
Gita: "apa yang kau
gambar.."
Recki: "ini adalah jurusku
supaya tidak bosan dikelas"
Gita: "ooh"
Recki: "nanti pulang aku mau
traktir kamu, mau makan apa ?, pokoknya aku yang traktir"
Gita: "tumben ...?"
Recki: "aku lagi ada uang, mau
ngk"
Gita: "mau dong.."
Tersenyum
Seppulang dari les, di perjalanan,
tanpa memikir panjang, dia memilih warung makan yang paling tidak enak yang
pernah mereka rasa, namun harganya murah,
Recki: "yakin mau makan disini
?, kau kan tahu rasanya seperti apa .."
Gita: "tapikan disini
murah"
Recki: "percuma saja, tapi
kalau rasanya tidak enak, menurutmu bagaimana rasa mie ayam disini, kalau
menurut aku rasanya tidak enak"
Gita: "eem.. Tergantung sih,
kalau makannya sama kamu rasanya jadi enak.."
Recki: "ngk ada hubungan -___-,
baiklah kalau begitu
kita makan disini"
Gita sudah bisa bercanda dan
tertawa, recki dan gita sendiri lupa kalau gita sudah tidak bersedih lagi,
perlahan gita mulai bisa melupakan arif, namun recki masih tetap membantu gita
dan arif kembali. Karena itu adalah keinginan gita, recki tetap konsisten
dengan itu.
Dan sebenarnya, gita mulai merasa
nyaman saat bersama recki..
Diperjalanan pulang mengantar gita
Recki: "kayanya hari ini hari
terakhir aku mengantar kamu pulang.."
Gita: "... Kenapa ?"
Recki: "mulai besok kamu tidak
pulang berjalan kaki denganku, kau akan dijemput seseorang yang kau suka"
tersenyum
Gita: "ta..tapi"
Recki: "lihat siapa yang akan
menjemputmu besok" :)
Gita: "eee.. Baiklah"
Recki: "pokoknya, kamu akan
senang .." :)
Sesampai dirumah gita,
Recki: "hari ini, hari terakhir
aku mengantarmu pulang.."
Gita: "gimana kapan kapan kita
pulang sama sama lagi"
Recki: "boleh saja selama tidak
menganggu hubungan kalian.."
Gita: "hubungan apa..?"
Recki: "eehh, bukan, bukan apa
apa, daah, aku pulang dulu .."
Saat recki berjalan pulang, gita
memanggil recki..
Gita: "recki..,! Tunggu
.."
Recki menghadap belakang dan gita
langsung mencium pipi recki.
Gita: "terima kasih ya, sudah
mau membantuku, dan sudah membuatku merasa lebih tenang" :)
Recki: "eeh, sama sama"
Recki diam seperti patung, karena
baru itu dia dicium perempuan selain ibunya.
Gita: "pokoknya, terima kasih
banyak ya recki" :) tersenyum
Gita berlari masuk kedalam rumahnya,
dan recki masih berdiri didepan rumah gita.
Recki: “ini bukan mimpikan..., mungkinkah orang yang
didalam mimpi itu adalah gita...”
Recki
berjalan di tengah kesepian, di malam yang sunyi.. merasakan hal itu pernah terjadi sebelumnya.
Recki: “aku
tidak tahu apa yang aku rasakan sekarang, dadaku terasa sakit..”
Recki
berhenti dan duduk di kursi ditepi jalan..
Recki: “aku
yakin.. perempuan yang didalam mimpi itu adalah dia.. kalaupun iya, aku bisa
apa.. aku sudah terlanjur janji sama gita, dan juga arif. Aku harus menepati
janji mereka, walaupun terasa sakit untuk ku” berlinang air mata.
Recki
berjalan kerumahnya sambil menangis
Disekolah, istirahat, recki menundukkan kepalanya, iqbal
hanya terdiam membaca novel, karena dia tahu apa yang terjadi hanya melihat
ekspresi recki seperti itu,
Iqbal:
“sudahlah recki, tidak ada gunanya seperti itu”
Recki:
“....”
Iqbal: “heeh,
ayo ketaman, aku traktir makan nasi kotak”
Recki masih
membisu, tapi dia berdiri dan berjalan menuju taman, dan iqbal pun
mengikutinya.
Iqbal: “aku
tidak pernah melihatmu murung seperti ini, ada apa”
Recki:
“kalaupun aku jelaskan kau tidak akan mengerti”
Iqbal: “aku
mengerti.. sepertinya berat bagimu.. tapi kalau ada perlu bantuan kau bisa
menghubungi ku”
Ilyasa dan
lutfi: “hubungi aku juga..” tiba tiba datang
Ilyasha:
“hubungi aku, kalau aku bisa membantu, aku akan membantu”
Lutfi: “aku
akan senang bila aku bisa membantumu”
Ilyasha:
“hey.. kemana kata man mu”
Lutfi:
“sesekali aku menampilkan gaya cool ku”
Ilyasha:
“sudahlah jangan kau hiraukan lutfi, dia memang begitu”
Recki: “terima
kasih sudah menawarkan, akan kuhubungi kalian jika aku butuh bantuan,
sepertinya aku menjadi lebih baik sekarang, terima kasih bal, yas , lutfi..”
Iqbal, ilyas
dan lutfi: “yokey broww !!”
Recki beruntung memiliki teman seperti ilyasha
lutfi dan iqbal, ilyasha adalah seseorang chuunibyou yang menganggap dirinya
adalah assassins, bersama temannya dindo dan hasan, dindo adalah teman recki
juga, dia adalah wakil dari ilyasha, dan sementara hasan adalah ketua dari grub
mereka, assassins. Tidak ada yang tahu di dalam dari kepolosan mereka terdapat
jiwa yang liar, dan iqbal adalah anak
yang pendiam, tidak banyak bicara, tapi sekalinya bicara, topicnya selalu
membahayakan, iqbal termasuk genre jiwa yang liar. Lutfi adalah seseorang murid
yang paling banyak fansnya di antara recki, ilyasha, iqbal, dan hasan, karena
wajahnya mirip jarjit, jadi para perempuan senang memanggilnya bahkan
manghampirinya.
Recki
menghampiri arif dikelasnya, dia hanya berkata kepada arif, “pulang les, jangan
lupa menjemput gita, katakan yang ingin kau katakan, bila perlu minta maaf
terlebih dahulu, ini kesempatanmu”. Setelah itu recki langsung berjalan menuju
kelasnya.
Di tempat
les,
Gita :
“recki..”
Recki:
“heem..” sambil memainkan pen nya
Gita: “aku
mau pulang sama kamu aja..”
Recki: “hari
ini ada tugas kelompok, rumah temen aku juga agak jauh dari sini”
Gita: “aku
maunya pulang sama kamu ..”
Recki: “tadi
arif ke kelas, katanya dia mau jemput kamu.., lagi pula aku mau kerja kelompok
juga”
Gita: “ohh,
begitu, pokoknya kapan kapan pulangnya sama kamu ya”
Recki:
“iya..”
Sepulang
les, gita dan recki menunggu di ruang tunggu,
Gita: “sudah
lama aku ngk dijemput dia, perasaan aku jadi gugup” memeluk tangan kiri recki
Recki:
“gugup itu sudah biasa, nanti juga ngk lagi” menepuk pundak gita
Gita: “ya..
sepertinya sih begitu..”
Arif datang
menjemput gita,
Recki : “nah
itu dia arif”
Gita: “aku
pulang dulu ki..”
Recki:
“oke..”
Setelah gita
pulang, recki masih terduduk di ruang tunggu, kerja kelompok yang dia bilang
sama gita sebenarnya tidak ada, itu supaya gita tidak pulang dengan dia..
Recki:
“akhirnya.. janji ku sudah kutepati..” menghela nafas
Tak lama,
tiba tiba, air mata recki mengalir tanpa ia sadari..
Recki: “....
kenapa... kenapa aku menangis, seharusnya aku senang melihat gita senang”
Air mata
recki semakin mengalir deras..
Recki: “aku
tahu kenapa aku menangis...,
aku memang telah menepati janji ku, tetapi..”
Recki:
“tetapi... aku kehilangan gita yang selama ini selalu berada disisiku... walaupun begitu,
kesenanganku tidaklah penting, aku hanya ingin melihat gita bahagia, karena
itu.. aku tidak boleh mengingkari janjinya..”
Sementara
itu,
Sudut
pandang gita
“tidak tahu
kenapa, aku merasa lebih nyaman ketika dekat dengan recki, perasaanku yang dulu
sepertinya sudah terlupakan semejak hadirnya recki dikehidupanku, aku selalu
bersandar dikebaikannya, di saat aku sedih, di saat aku menangis, dia selalu
ada untukku. Hanya dia yang bisa membuatku lupa akan kesedihanku, aku
menghiraukan orang yang selalu ada untukku, yaitu dia.. recki.. tapi dia hanya
tersenyum walaupun aku melakukan hal yang tidak dia senangi.”
“suasana
saat aku bersama arif, sangat jelas berbeda ketika aku bersama recki, saat
bersama dia, aku bisa tertawa bersama...”
Disekolah,
istirahat, recki ke taman, dia terdiam di bawah pohon sambil meminum susunya,
tiba tiba datang arif
Arif: “hoi
recki..” dengan ekspresi ceria
Arif: “makasih
yaa, tadi aku makan malam sama gita ^_^”
Recki: “sama
sama, aku kan sudah bilang mau membantu”
Arif:
“sebagai gantinya, aku traktir kamu makan, sepuasnya deh”
Recki: “ngk
usahlah, daah, aku mau ke kelas”
Dari
kejahuan arif teriak “terima kasih recki
!!” sementara recki terlihat murung
Di lantai 2
Hasan: “arif
teriak teriak tuh”
Ilyasha:
“yee aku dengar”
Lutfi:
“kenape arif teriak terima kasih ke recki tuh.. lebay maan”
Iqbal:
“jelas sajalah, recki udah membantu arif mendekatkan gita sahabatnya recki..
lebih tepatnya, perempuan yang recki suka”
Hasan: “haah
?? kok recki mau”
Ilyasha:
“aku tahu, aku tahu”
Iqbal:
“menurutku, gita pernah bilang dia suka sama arif, ya kalian tahu recki bakalan
ngapain setelah mendengar itu”
Hasan:
“biasanya dia langsung bilang aku akan membantu kaya pahlawan gitu”
Ilyasha:
“tebakanku benar..”
Dindo:
“orang yang hebat..”
Tidak
sengaja saat gina jalan ke kelas, dia mendengar percakapan mereka, gina tidak terkejut, karena dia sudah tahu
sejak awal, gina sering melihat recki murung belakangan ini, dan disisi lain
gina juga mendengar kalau gita dan arif kembali lagi.
Gina:
“andaikan perempuan yang kau sukai adalah aku recki...”
Sepulang
sekolah, gina mampir kerumah gita, dia awalnya membicarakan tentang keadaan
sekolahnya masing masing, dan pada akhirnya gina menanyakan hal inti.
Gina: “git,
kau tahu tidak, kalau recki belakangan ini sering murung sambil duduk dibawah
pohon”
Gita: “aku
tidak tahu..”
Gina: “dia
tidak pernah bercerita ?”
Gita: “dia
tidak pernah bercerita tentang dirinya,”
Gina:
“git.., recki itu suka sama kamu.. hanya saja kau pernah bilang kalau kau ingin
kembali lagi ke arif, jadi tanpa berfikir panjang dia akan bilang akan
membantumu”
“aku tidak pernah berfikir kalau recki suka
sama aku, kalau saja aku cepat menyadarinya, aku akan mengatakan kepadanya
untuk tidak membantuku.”
Sementara
itu, recki sedang duduk di tepi danau, recki menyembunyikan penyakitnya yang
memparah semenjak kejadian di wc itu, hidung recki keluar darah, dan recki
mulai susah bernafas, karena pendarahan paru paru. Recki menangis tersedu sedu
mengeluarkan perih hatinya. Melihat keadaannya, recki membuka tabungannya, dan
mulai menghitung isinya, semua uang itu dia belikan barang untuk teman
temannya, dia membelikan hasan iqbal ilyasha dindo dan arif jaket assassins
supaya mereka bisa memakainya bersamaan, untuk teman teman yang lain, dia
membelikan barang kesukaan mereka, untuk gina, recki membelikan baju, dan untuk
gita recki membelikan boneka dan kalung yang pernah dia ingin beli.
Sepulangnya, recki mengeluarkan darah lagi lewat hidungnya. Recki cepat cepat
pulang dan mengompres hidungnya dengan tissu. Malam ini recki tidak les karena keadaannya.
Sepulang les gita menghampiri rumah recki dengan jalan kaki dan meng sms arif
dia pulang dengan temannya.
Gita:
“assalammualaikum, reckinya ada..”
Ibu recki:
“ada dikamar, silahkan masuk”
Gita: “.....”
Ibu recki: “kamar
recki, lurus naik tangga, belok kanan..”
Gita: “oo
iya..”
Recki sedang
duduk dikursi sambil menggambar animasi, gita mengetuk pintu
Gita:
“recki, boleh aku masuk”
Recki:
“silahkan..” menyembunyikan gambarannya
Gita: “kok
hari ini ngk les ?”
Recki: “aku
kurang enak badan hari ini”
Gita: “ooh
gituu, ngomong ngomong, kamar kamu bagus juga, ngk kaya kamar gina yang
berantakan..”
Recki: “itu
karena aku selalu membereskannya, eh kesini dengan siapa?”
Gita: “aku
kesini jalan kaki”
Recki:
“sendirian ...??”
Gita:
“yaap.. ^_^”
Recki: “kenapa
ngk minta antar sama arif aja”
Gita: “ngk
ah, ntr pulangnya aku ngk bisa sama kamu”
Recki: “ooh,
segitunya..”
Gita:
“sekali sekali kan ngk apa apa” menggembungkan pipinya
Recki: “lain
kali jangan lagi ya, sms aku aja”
Tiba tiba
terdengar suara perut menggurutu...
Recki: “ayo
aku antar pulang, sambil cari makan di jalan”
Gita: “pakai
apa ??”
Recki: “kali
ini kita pake sepeda, gimana. ?”
Gita:
“waaah” mata gina berbinar binar
Recki:
“eem,, kenapa, jangan bilang kau tidak pernah naik sepeda.”
Gita: “tidak
tidak, hanya saja ini pertama kalinya aku dibonceng pakai sepeda..”
Recki: “aku
juga pertama kalinya membonceng orang..”
Gita: “ooh
.. ayo cari makan dulu”
Recki:
“oke..”
Gita memeluk
recki saat berboncengan disepeda, dan semakin erat ketika recki mengengkol
sepeda,
Recki:
“eekh,, git, gita, aku ngk bisa bernafas..”
Gita memeluk
recki dari belakang,
Gita: “aku
senang sekali recki...” tersenyum menangis
Recki juga
senang sekali pada saat itu
Gita: “aku
tidak pernah merasa sesenang ini..!” sepertinya suara gita teriak sama saja
dengan nada bicara aku yang sedikit dibesarkan
Saat
turunan,
Gita:
“aaaaaaaaaaaa !!!!” teriak
Recki:
“aaaaaahahahahahaha!!!!”
Gita: “recki
ayo naik lagi”
Recki: “haah
?? turunnya aja enak, naiknya ?”
Melihat
wajah gita murung
Recki: “eeh,
baiklah baiklah, ayo naik lagi, tapi yang ini terakhir yaa..”
Gita:
“baiklah ^_^”
Dan mereka
teriak teriakan lagi, namun penduduk setempat keluar dan memarahi mereka, dan
merekapun kabur,
Gita:
“hahahahaha, asik sekali tadi..”
Recki: “aku
mau jantungan tadi” recki
berbicara sambil ngos ngossan
Gita: “tapi
asik sekali”
Recki: “iya
iya.. oke kita sudah sampai..”
Sesampainya
di warung makan, mereka pun makan dengan lahapnya, gita yang kelaparan, dan
recki yang belum makan juga dari tadi siang membuat orang sekitar menganga.
Setelah makan, recki mengantar gita. Di perjalanan, mereka berhenti sebentar
dan duduk dikursi pinggir jalan,
Recki:
“heeh, istirahat dulu ya disini..”
Gita: “eem,
heh recki, belikan aku minuman”
Recki:
“baiklah, tunggu disini ya, mau nescafe, pulpy, atau apa”
Gita: “aku
suka yang jeruk jerukan, pulpy orange aja deh..”
Recki:
“sebentar..”
Recki membeli
minuman di mesin minuman yang tak jauh letaknya dari tempat mereka berhenti,
Recki: “nih
minuman nya”
Gita:
“thanks ya”
Recki: “oke,
oke”
.......
Gita: “haaa,
angin malam begitu dingin..”
Recki:
“benarkah...? ooh iya ya”
Recki
melepaskan jacketnya dan menyelimutinya ke gita,
Gita:
“makasih..”
Recki: “iya,
masa aku diam aja ngeliat kamu kedinginan..”
Gita:
“oowh.. kalau begitu, makasih lagi..”
Recki:
“iyaa, iyaa...”
Tiba tiba
gita bersandar di bahu recki, recki kaget akan hal itu, dia hanya diam saja
seperti patung
Gita: “aku
senang sekali berada di dekatmu ^_^”
Recki: “aku
tau kenapa kau senang jika didekat ku -__-“
Gita:
“kenapa..?”
Recki: “gimana
tidak, kau selalu minta traktir makan sama aku -__-“
Gita: “yaa,
itu termasuk juga sih... tapi intinya bukan itu”
Recki:
“kalau boleh ngk tau, apa intinya”
Gita: “loh..
kok boleh ngk tau..”
Recki:
“becanda becanda, emang apa intinya”
Gita:
“intinya... apa yaa..”
recki:
“apaaa...”
gita: “apa
yaa..” sambil tersenyum
recki: “...”
gita:
“eee...gimana ya.... ”
gita: “intinya... Ada deeeh ;)”
recki
terdiam
recki: “bilang aja benar -__-..”
gita: “hahaha...”
Recki: “yuk
pulang, udah malem, nanti dimarah sama bibi”
Gita: “eeh,,
tapi aku ingin lebih lama lagi”
Recki:
“nanti aku ajak kamu ketempat yang bagus..”
Gita:
“benarkah ? kapan ?
Rekci:
“nanti aku pastikan, ayo aku antar pulang”
Gita: “aku
tunggu ya.. “
Recki
mengantar gita kerumahnya, pulang dari rumah gita, recki tidak menaiki sepedanya, dia
berjalan sambil mengandengi sepedanya..
“apa ini...
dadaku semakin terasa sakit.. apa mungkin ini karena aku terlalu lama memendam
perasaan ini..”
“tapi.. aku
telah berjanji .. mungkinkah aku akan mengingkari janjiku, tidak tidak..
aku tidak bisa membuat arif sedih,”
“bagaimana
aku bisa menghilangkan perasaan ini, aku sudah tidak tahan.. walaupun aku ingin
sekali bisa mendapatkan hati gita, tapi itu tidak mungkin,..” menangis sambil
memegang dadanya
“yang harus aku lakukan adalah, menahan rasa sakit ini, aku tidak ingin orang khawatir kepadaku.. aku tidak ingin gita menangis karena keadaanku.. orang tuaku juga sudah susah karena biaya penyakitku ini.. aku tidak bisa membuat mereka khawatir, semoga saja.. aku mendapatkan akhir yang baik didunia ini...”
“yang harus aku lakukan adalah, menahan rasa sakit ini, aku tidak ingin orang khawatir kepadaku.. aku tidak ingin gita menangis karena keadaanku.. orang tuaku juga sudah susah karena biaya penyakitku ini.. aku tidak bisa membuat mereka khawatir, semoga saja.. aku mendapatkan akhir yang baik didunia ini...”
Recki duduk
di tempat tadi dia duduk bersama gita di tepi jalan, hidungnya mengeluarkan
darah karena tertekan akan sesuatu, recki mengelapnya dengan tisu pemberian
gita”
Disekolah,
recki mulai lebih ceria dari biasanya, tapi tidak ada yang tahu kalau
sebenarnya dia sedang menahan sakit, terkecuali iqbal, ilyasha and the geng,
dia tahu dari smp recki mempunyai penyakit yang parah, dia tidak bisa tertekan,
kalau tertekan penyakitnya kambuh dan menjadi semakin parah, dan belakangan ini
recki terlihat sering tertekan. Tapi iqbal diam saja, dia hanya bisa membantu
recki untuk meredakan rasa sakitnya tanpa diketahui recki, dengan cara
berbicara dibawah pohon ditaman sekolah, tanpa recki sadari, cara itu bisa
membuatnya sedikit lebih tenang..
Hasan,
ilyasha, dan dindo juga serupa, mereka tahu kalau recki sedang memendam rasa
sakitnya, jadi mereka juga ikut menenangkannya dengan cara mereka sendiri,
ilyasa mengajak recki berbicara tentang menjadi hacker, hasan mengajak recki
berbicara tentang cara menjadi seorang assassins, dan dindo mengajak recki
berbicara tentang cara menjadi seorang playboy.
Walaupun
kelihatannya mereka terlihat tidak perduli satu sama yang lain, tapi disamping
itu, mereka sebenarnya perduli dengan sesama, hanya saja mereka malu untuk
menunjukkan kebaikannya, disaat dindo sedang di bully kakak kelas, tidak tahu
dari mana asalnya, datanglah si ilyasha, dan hasan dengan memakai jaketnya,
habis habisan mereka membantu dindo, iqbal yang sedang di palak abang kelas,
dindo yang membantu. Walaupun begitu, mereka tidak pernah mengungkit ungkit kebaikan
mereka, karena mereka pikir, memang seharusnya teman itu membantu tanpa pamrih.
Recki dan
teman teman bercanda di bawah pohon di taman sekolah, sepertinya recki sudah
tidak bersedih lagi, itu akan membuatnya lebih baik, bahkan penyakitnya bisa
seketika hilang ketika dia sudah melupakan rasa tertekannya. Pulang sekolah,
mereka pulang mengantar recki kerumah dengan jalan kaki,
Ilyasa: eeh,
kita duduk disini dulu, tunggu ya, aku beliin jus”
Hasan: “aku
yang apel yas”
Dindo: “aku
yang nanas”
Iqbal: “merah
adalah tanda perjuangan, aku pilih jus strawberry”
Recki:
“eemm, aku serterah aja..”
Ilyasa:
“nihh..”
Dindo:
“tumben..”
Ilyasa: “aku
lagi ada uang, lagi pula jarang sekali kita pulang bareng kaya gini”
Hasan:
“kalau dipikir pikir, benar juga sih”
Iqbal:
“benar juga..”
Dindo:
“eeemh..”sambil meminum jus kotak
Recki: “iya
jarang juga kita ngumpul kaya gini” tersenyum
Hasan: “eeh,
besok besok kita pulang kaya gini lagi, giliran aku yang traktir kalian mie
ramen”
Dindo,
iqbal, ilyasa, dan recki : “haaaah ??”
Iqbal: “uang
dari mana, untuk makan satu mangkuk saja aku butuh nabung seminggu”
Dindo: “kalo
aku butuh 1 setengah minggu”
Ilyasa:
“uang dari mana san ?”
Recki:
“gila, banyak bener kamu uang san”
Hasan:
“ibuku pulang dari mekah, jadi lagi senang senangnya gitu,”
Iqbal: “ooh
aku mengerti, aku juga pernah”
Dindo:
“ooh,,”
Ilyasha:
“eeemh,,”meminum jus semangka
Recki:
“nanti besoknya aku yang traktir ya, masih rahasia apa yang mau aku traktir”
Ilyasha,
dindo, hasan: “oke dehh..” tersenyum
Mereka
sangat bersemangat saat itu, karena idenya saling mentraktir satu sama lain,
dan ide ini pastinya tidak tahan lama, itu karena masalah keuangan, mungkin saja lama kelamaan mereka
beli sendiri sendiri. Sesampainya dirumah recki, ilyasa, dindo dan iqbal,
langsung pulang kerumahnya masing masing, ide saling mentraktir juga salah satu
cara untuk membuat recki lebih baik, mereka memanglah teman yang baik...
Ditempat
les, gita masih tetap duduk disamping recki,
Gita: “hei,
recki, kamu tampak beda hari ini..”
Recki: “iyaa,
tadi pulang sekolah aku jalan sama sahabat aku”
Gita: “eem,
pantasan, kamu terlihat ganteng kalau seperti ini J” tersenyum
Recki: “bisa
saja, ooh aku tahu, minta traktir lagi ??”
Gita
tersenyum
Recki: “ngk
ngk, hari ini arif yang jemput, lagi pulakan, aku ngantar kamu sekali sekali
aja”
Gita: “eeh,,
iya juga sih..” gita cemberut
Recki:
“nanti kapan kapan aja ya..”
Gita: “iya
deh,, ooh iya, katanya mau ngajak aku ketempat yang kamu bilang, kapan ?”
Recki: “minggu
ini mau ngk”
Gita: “2
hari lagi ya, eem, boleh boleh”
Recki: “oke, nanti aku kabarin”
Sepulangnya
dari les, recki menunggu gita dijemput, dan setelah itu pulang kerumah.
Disekolah,
Hasan: “yo
recki”
Dindo:
“yow,”
Ilyasa:
“haloo”
Iqbal: “hai”
Lutfi: “man”
Hasan,
dindo, ilyasa, iqbal terdiam
Ilyasa: “kau
kenal orang ini”
Hasan:
“sepertinya aku pernah melihat dia”
Dindo:
“tidak”
Iqbal:
“tidak sama sekali”
Recki:
“hahahahaha...”
Lutfi:
“mak..”
Ilyasa:
“sepertinya kemarin kita melupakan seseorang”
Dindo: “ya
ampuunn, si penulis juga lupa kayanya”
Penulis:
“sory sory, saya lupa, nanti saya masukkan ya”
Lutfi: “lain
kali kalau kau melupakan aku, aku tidak mau menjadi peranmu disini”
Penulis:
“oke oke, lanjooot”
Akhirnya
mereka mendapatkan temen baru yang bernama lut..
Lutfi: “Oi
!, aku peran lama disini !!”
Penulis:
“ooh iya iya”
Akhirnya
pulang sekolah mereka mengajak lutfi pulang bersama,
Dindo: “oh
iya, hari ini hasan yang traktir”
Lutfi:
“asiiik, traktir apaan”
Hasan: “hari
ini aku traktir kalian mie ramen..” ^_^
Ilyasha:
“kalau ada lutfi kayanya jadi ngk seru” -___-
Lutfi :
“apaaa !!”
Ilyasha:
“yang membuat aku ngomong seperti ini adalah sang penulis”
Lutfi: “Oi
!!, apa apaan ni !”
Penulis:
“sory sory, salah ketik”
Lutfi:
“huuft~, pAnTeSaN ...”
Iqbal,
dindo, recki, ilyasa, hasan: “HAHAHAHAHAHA”
Lutfi:
“kenapa ?”
Iqbal:
“lihat, apa yang dibuat oleh sang penulis di percakapanmu”
Lutfi: “WOI
!! “
Penulis:
“HAHAHAHAHAHAHA.....!”
Lutfi: “oke
oke, cukup sudah !, ayo kita lanjutkan ceritanya”
Penulis: “oke
oke,”
Akhirnya
lutfi pulang karena hasan tidak mau mentraktirnya
Iqbal,
dindo, recki, ilyasa, hasan: “HAHAHAHAHAHAHAHA”
Lutfi:
“sekali lagi seperti ini, benar aku tidak mau menjadi peranmu disini”
Penulis:
“HAHAHAHAHAHAHA, oke oke, lanjut”
Mereka pun
makan mie ramen di kyoto,
Ilyasa:
“hasan, boleh tambah tidak ?”
Hasan:
“boleh boleh”
Dindo,
iqbal, recki, ilyasa: “asiiiik”
Lutfi:
“tunggu dulu, kok nama aku tidak ada di percakapan bersama”
Iqbal: “itu
juga karena si penulis yang...”
*sensor*
Saya adalah
pengganti sementara penulis pertama, dia sedang berada dirumah sakit karena
alasan yang tidak perlu diketahui.
Lutfi: “lega
sudah.., ~”
Ilyas,
iqbal, hasan, dindo terdiam
Dindo:
“tunggu, kemana recki”
Ilyas: “dia
masuk kerumah sakit”
Iqbal:
“benar juga, recki kan si penulisnya”
Hasan:
“dompetku benar benar terperas” melihat isi dompet yg kosong
Lutfi:
“kasian, kapan giliran ku yang traktir”
Iqbal:
“operasi ini akan dilanjutkan setelah recki keluar dari rumah sakit”
Lutfi: “aku
jadi menyesal, tapi dia benar benar sudah membuatku kesal man”
Dindo: “eem,
aku mengerti”
Ilyasa:
“gimana kita menjenguk recki, kita belikan sesuatu pake uang yang traktir hari
ini”
Iqbal:
“boleh juga”
Dindo: “tapi
hari ini kan, recki yang traktir”
Ilyasa:
“benar juga ya”
Lutfi: “biar
aku yang beliin, anggap saja sebagai ucapan terima kasih ku”
Hasan:
“terima kasih kau bilang”
Suasana
senyap
Lutfi:
“eeee, maksud ku sebagai ucapan minta maaf ku”
Semuanya
menghela nafas, lutfi membelikan buah yang dirangkai untuk recki, sesampai
disana mereka baikan lagi, dan recki pun mulai sudah membaik,
Setelah
melihat recki, niat saya untuk mengerjain lutfipun sirna,
Disekolah,
lutfi melihat recki duduk sendirian di
lorong kelas
Lutfi: “yow
recki”
Recki: “eem”
sambil meminum susu kotaknya”
Lutfi:
“boleh aku duduk”
Recki: “silahkan”
Lutfi:
“tentang kemarin..”
Recki:
“lupakan saja, itu memang salah aku”
Lutfi: “aku
juga yang salah”
Recki:
“sudahlah fi, aku sudah baikan sekarang”
Lutfi: “ooh
begitu..”
Recki: “yaa,
begitulah”
Lutfi:
“nanti pulang biar aku yang traktir ya”
Recki: “kan
sebenarnya aku, gantiin kemarin yang aku ngk bisa traktir kalian”
Lutfi: “aku
lagi ada uang lebih ni, mau ngk”
Recki:
“okelah kalo begitu”
Sepulang
sekolah, dindo, hasan, recki, ilyasa dan iqbal, di traktir lutfi makan nasi
goreng tepi jalan..”
Lutfi: “yo,
kalau mau nambah bilang aja”
Ilyasha:
“yakin ...!?”
Lutfi:
“untuk ilyas bayar sendiri”
Ilyasha:
“oke, aku bayar sendiri” -__-
Lutfi:
“becanda becanda, bilang saja kalau mau tambah”
Ilyasa makan
dengan lahap, selesai makan, dia langsung tertidur di meja makan, kesempatan dindo,
hasan, recki, iqbal dan lutfi untuk lari, dan akhirnya, ilyasa juga yang bayar
makanannya
Ilyasa hanya
berkata “aku sudah tau ini akan terjadi, ini bukan yang pertama kalinya lutfi
seperti ini”. Pas ilyasa keluar dari tempat makan, dindo, hasan, recki, iqbal
dan lutfi sedang mentertawakan ilyasa yang membayar makanan mereka. Ilyasa
sudah ikhlas dengan jajan bulanannya.
Ilyasa:
“haaah~, kalian harus tanggung jawab dengan uang jajan ku selama sebulan” -__-
Lutfi:
“hahahaha, baiklah, selama 1 bulan kedapan, aku akan membelikan kau abon
malkist”
Ilyasha:
“baiklah, itu sudah cukup”
Iqbal:
“okeh, matahari sudah mau terbenam, kairu zo..”
Dindo:
“apaan, kairu zo”
Recki: “itu
artinya yuk pulang kerumah”
Dindo: “ooh”
Hasan:
“tulisan huruf kanjinya salah tuh”
Recki:
“bisakah kau memakluminya -_-“
Hasan:
“baiklah, aku juga harus mengerjakan PR ku”
Iqbal: “aku
juga”
Ilyasha:
“benar, aku harus mengerjakan tugas fisika ku”
Lutfi:
“nanti aku pinjam ye yas”
Ilyasha:
“boleh saja, tentunya tidak geratis”
Lutfi: “oke,
pikir pikir dulu lah berapa”
Recki:
“eeem, aku sih tidak perlu buru buru, soalnya aku tidak mengerjakan PR”
menyilangkan kedua tangannya di dada
Hasan:
“kenapa ??”
Iqbal: “dia
lebih suka tantangan”
Dindo: “dan
melatih kecepatannya mengerjakan PR di pelajaran bersangkutan”
Recki
tersenyum
Recki:
“walaupun resikonya sangat tinggi, tapi aku tidak pernah ketahuan saat
mengerjakan PR disekolah” sombong dengan mengataskan kepalanya sambil tersenyum
Lutfi:
“waaaah.. hebat sekali”
Ilyasa: “sudah
jelas”
Hasan: “kau
hebat ! itu pasti membutuhkan keberanian yang sangat tinggi !”
Recki:
“tentu saja” J
Recki: “ooh
iya, besok hari minggukan, mau ngk aku ajak kalian ketemu gita”
Hasan:
“kenapa tidak”
Dindo: “aku
penasaran dengan wujudnya”
Ilyasa, lutfi:
“baiklah !”
Iqbal:
“okelah,”
Recki:
“kalau begitu, kita ngumpul di taman jam 4 sore terus pergi sama sama ke danau,
aku suruh gita datang duluan ke sana”
Semuanya:
“oke !”
Malamnya,
recki sms gita
Recki: “hai”
Gita: “hai,
besok jadi kan ?”
Recki: “jadi
jadi, aku bawa anak buah, ngk apakan?”
Gita: “boleh
dong, o iya, nanti aku langsung kesana duluan sebelum kalian datang”
Recki: “eem,
tapi jangan berlebihan menunggunya”
Gita: “yaa,”
Recki: “ya
sudah, aku tidur dulu”
Gita: “yaa,
selamat tidur..”
Tersentak
terdiam, saat dia membaca sms dari gita, ini pertama kalinya ada perempuan yang
mengucapkan selamat tidur, selain ibunya.
Recki: “ooh
ya, selamat tidur juga”
Gita:
“dah..”
Recki:
“dahh..”
Gita: “lagi
apa.”
Recki: “lagi
mau tidur, kalau kamu”
Gita: “ooh,
aku lagi mau tidur juga”
Recki:
“bohong”
Gita: “kok
bohong”
Recki: “kamu
tidak bisa tidurkan”
Gita: “kok
bisa tahu !?, ta, tapi bukan artinya aku ngk punya teman sms selain kamu loh ya
..!”
(recki:
“mulai deh, bohong lagi -__-“)
Recki: “ya
ya, kalau begitu, aku tidur dulu”
Gita: “ya
sudah, tidur aja sana..”
recki tidak
membalas smsnya
Gita:
“recki..?”
Recki:
“tuhkan.. kamu tidak punya temen sms selain aku -__-“
Gita:
“baiklah baiklah, memang aku tidak punya teman sms selain kamu”
Recki: “aku
temenin kamu sms”
Gita:
“sekarang jam 11, kemungkinan aku ngk tidur loh”
Recki:
“tidak apa, aku temanin”
Gita:
“terima kasih, oo iya, kenapa kamu baik banged sama aku”
Recki: “kamu
juga kenapa baik sekali sama aku”
Gita: “aku
baik ya karna kamu baik sama aku”
Recki: “ya
aku juga begitu”
Gita: “tapi
kamu duluan yang baik sama aku, kamu nemenin aku waktu itu pulang les”
(recki:
“benar juga”)
Recki: “yaa,
mana mungkin aku biarin perempuan menangis di hadapanku, apalagi itu perempuan
yang aku suka”
(recki:
“waaasooo !!! keceplosan!!!!, bahaya !!”)
Gita:
“jadi... aku perempuan yang kamu suka”
(recki: “aku
harus ngeles !”)
Recki:
“bukan artinya begitukan, mana mungkin aku biarin kamu menangis, apa lagi
disitu sedang sepi sekali”
Gita: “iya
juga ya”
(gita: “bilang
saja lah -__-“)
Recki: “ya
begitu..”
Gita: “lagi
apa”
Recki: “lagi
baring, kalau kamu”
Recki: “gita
tidak membalasnya, berarti dia sudah tidur”
Melihat jam
yang sudah jam setengah 2, dia langsung mematikan lampu dan segera tidur
hari minggu
pun tiba, setelah recki bangun tidur, dia langsung menghidupkan laptop, dan
membuat postingan blog yang amat tidak penting untuk diceritakan, saat melihat
handphone, ada sms dari gita yang mengucapkan selamat pagi sampai 4 kali, mulai
dari jam 4 1 kali, jam 5 1 kali, jam 6 2 kali. Recki membalasnya juga sampai 4
kali, biar impas. Setelah membalas sms itu, gita tidak membalas smsnya recki
lagi. Tak lama dari itu, di handphone ada undangan untuk chat grup bersama,
iqbal, ilyasa, hasan, dindo, dan lutfi. saat menekan tombol accept, hape bergetar
tanpa henti karena mereka hanya sembarang tekan dan mengirim pesan tak
bermakna. 1 menit berlalu, 2 menit berlalu, 10 menit masih saja mereka seperti
itu, recki menulis “kalau kalian masih begini, aku akan berhenti menulis novel
ini” send. Grub langsung sepi tidak ada yang berani untuk memulakan peperangan.
Tak lama ada seseorang ksatria berkata “beep” dan langsung leave grub, dan yang
lainnya juga ikut seperti itu. setelah mandi, recki menonton anime sambil
menunggu sore hari.
Dijalan
recki di sms ilyasa, “oi kau telat” sebenarnya tidak telat, mereka saja yang ke
awalan, janjinya kan jam 4 tapi sekarang masih jam 3. Setelah sampai, semuanya
sudah bersatu dengan warna baju yang berbeda beda layaknya power rangers.
Hasan: “oi
telat”
Recki: “ini
masih jam 3 kau tahu”
Iqbal: “tapi
semuanya sudah disini, hanya kau saja yang telat”
Ilyasa:
“padahal kau yang membuat janji kan”
Recki:
“tapikan aku sesuai janji, kalian saja yang ke awalan”
Lutfi:
“bagaimana pun kau tetap telat bung”
Recki: “oke
oke.. langsung aja kita ke tepi danau”
Ilyasa: “i
love you hlutfi -3-“ mencoba mencium
Plak ! lutfi
memukul kepala ilyasa
Lutfi: “i
love you too ilyasa”
DUUUUAR !!!
terdengar suara ledakan
Recki:
“KALIAN INI HOMO ATAU APA !!?”
Iqbal: “kau
tidak tahu rahasia di antara kami..”
Hasan:
“dindo.. i love you”
Dindo: “love
you too -3-“
Dindo dan
hasan bercumbu dengan begitu romantisnya
Recki:
“BERCANDANYA BERLEBIHAN !”
Iqbal:
“sensei..” dengan ekspresi orang yang ingin di belenggu
Iqbal: “i
lov* y** r***i”
DOOR
DORR BOOM BRAK !!
Recki:
“kasian sekali kalian ini, tidak dapat pacar yang lawan jenis, malah membantai
sesama jenis”
Ilyasa:
“kami hanya bercanda---“
Recki: “apa
?”
Semua
terdiam ketika ditengah tengah jembatan menuju tepi danau.
Recki: “hei
ada ap---“
Si bodoh itu
juga ikut terdiam.
Iqbal:
“siapa itu... apakah malaikat yang jatuh dari surga..”
Ilyasa: “ya
ampun.. luar biasa”
Hasan:
“tuhaan.. terima kasih engkau telah mengirimnya untuk ku”
Lutfi:
“recki, si.. siapa itu”
Recki: “aku
memang sudah sering melihatnya, tapi kali ini seperti pertama kali aku
melihatnya”
Iqbal: “her
beauty its too damn high”
Rambut gita
terurai indah dihembus oleh angin tepi danau dengan memakai pakaian putih dan topi putih sederhananya, benar benar
seperti bidadari. mereka semua ternganga, dan berjalan seperti zombie.
Recki:
“yoo..”
Gita: “nah,
datang juga akhirnya”
Recki: “kau
benar gita?”
Gita:
“kenapa ?”
Recki:
“enggak enggak.. udah lama nunggunya”
Gita:
“lumayan sih, eh itu ya anak buah kamu”
Iqbal: “anak
buah ?”
Ilyasa:
“anak buah ??”
Lutfi: “anak
buah ???”
Hasan: “anak
buah ????”
Recki: "iya.. Hati hati ya,
soalnya mereka orangnya mesum" membisikkan ke gita
Gita: "haaah ??!"
Recki: "tidak tidak, hahaha..
Becanda"
Iqbal: "apa yang sebenarnya kau
katakan recki"
Ilyasa: "perasaanku menjadi
tidak enak"
Lutfi: "reckii.."
Tersenyum sambil meremas tangannya
Recki: "i.. Iya, aku cuma
bilang, kalian orangnya baik"
Dindo: "baguslah, tapi
sebaiknya tidak perlu kau bisikkan"
Ilyasa: "pasti ada apa
apanya.."
Recki: "sedikit aja,"
sambil mencuilkan jarinya
Tiba tiba terdengar suara perut
menggerutu
Gita: "a. Ayo makan dulu"
dengan semangatnya
Ilyasa: "ini bagian yang paling
aku suka"
Gita membawa sandwich, sayur rebus,
roti selai, pokoknya makanan vegetarian semua, ilyasa mengeluh, "eh, aku
kurang suka makanan beginian", "aku juga" sahut dindo, iqbal
tanpa banyak bicara langsung memakan sandwich buatan gita.
Iqbal: "....."
Ilyasa: "bal ..?"
Recki: "oi bal, kenapa dia
?"
Iqbal: "baru kali ini ..."
Terbayang suasana pantai
Iqbal: "gi, gita, kenapa
rasanya seperti ini, padahal aku sudah sering memakan sandwich, tapi baru kali
ini ... Ya ampun, enak sekali" mengambil sandwich ke 3
Gita: "aku memakai bahan yang
sama kok"
Ilyasa, dindo, hasan, lutfi
penasaran, dan mengambil satu dari 6 sandwich yang tersisa, iqbal memakan 4 dan
masih tetap berlanjut, mereka berlima mengambil masing masing 1, tersisa 2.
Dengan bersamaan mereka menggigit
ujung sandwich dan sempat terdiam sejenak,
Ilyasa: "waah, ada
pantai.."
Dindo: "iya benar ada
pantai.."
Hasan: "ilyasa, dindo, ayo kita
main selancar.."
Lutfi: "tunggu aku..."
Iqbal: "kalian lama
sekali.."
Bayangan mereka setelah gigitan
pertama
Recki juga penasaran, apa rasa dari
sandwich buatan gita,
Gita: "recki ngk mau coba
?"
Recki: "bo boleh boleh"
Gita: "nihh.." Memberikan
1 sandwich dan tersisa 1
Gigitan pertama..
Ilyasa: "tunggu din.."
Dindo: "cepat yas, ombaknya
datang"
Hasan: "ombaknya besar
sekali"
Lutfi: "awas dindo, ada
kepiting di dekat kakimu"
Recki: "aaah... Pantainya indah
sekali.."
Dindo: "ada recki, recki ayo
kesini.."
Iqbal: "asiik.."
Gita melihat mereka berenam, terdiam
sambil tersenyum bodoh. Iqbal, recki, hasan, dindo, lutfi dan ilyasa terbangun
dari mimpinya akibat sandwich itu.
Iqbal: "gita, ayo kita
pacaran" memegang tangan gita
Dindo: "tunggu dulu iqbal !,
gita.. Kita akan kepantai bersama"
Hasan: "aku akan tetap setia
dengan nuril"
Lutfi: "jangan mau gita sama
mereka berdua, sama aku aja, kita akan mengelilingi dunia dengan
sandwichmu"
Ilyasa: "gita, aku tidak akan
mengecewakanmu"
Recki: "apa yang sedang kalian
bicarakan,"
Gita: "he, hehehe" tertawa
kecil
Dan suasana terdiam lagi, mereka
berenam melihat sandwichnya yang tinggal 1.
Hasan: "aaaaaa !!!!"
Berlari ke arah sandwich terakhir
Dindo: "tidaaak booooleeeeh
!!" Menarik baju hasan
Ilyasa: "pertaruhan hidup atau
mati!!" Berlari meninggalkan hasan dan dindo
Iqbal: "itu punyaaaa kuuu
!!" Menarik celana ilyasa
Recki: "hahahahaha"
berlari melewati mereka berempat,
Hasan, dindo, ilyasa, iqbal dan
recki terdiam melihat lutfi. Dindo menarik baju hasan, iqbal menarik celana
ilyasa, recki berlari melewati mereka berempat, dan sementara itu, lutfi yang
sedang berusaha menarik pohon, apa maunya dia saya juga tidak tahu sebagai
narator.
Gita tertawa terbahak bahak, sampai
mengeluarkan air mata melihat tingkah bodoh mereka berenam.
Iqbal: "tunggu dulu, itu
sandwichnya tersisa 1"
Dindo: "..."
Ilyasa: "kita sudah memakan
bagian masing masing"
Hasan: "dan gita belum memakan
apa apa"
Lutfi: "ini karena iqbal, dia
memakan 4"
Iqbal: "aku tidak sadar telah
memakan 4 butir sandwich"
Recki: "eemh, benar juga
ya"
Gita: "sudah sudah, kita potong
aja jadi 7 bagian, gimana"
Kumpulan orang bodoh: "aseeek
!!"
Setelah itu, mereka bersama sama
kepantai dengan senangnya...
*
Pagi ini recki terlihat aneh, saat
memasuki pintu kelas ekspresinya jelas terlihat berbeda dari biasanya,
ekspresinya seperti orang yang sudah pernah kesurga saja. Saat duduk dikursi
dia juga sambil bernyanyi dengan nada senang, iqbal berkeringat dingin, sebenarnya
apa yang terjadi.
Iqbal: "e.. Ehh, reck, ayo kita
ke uks"
Recki: "heeh ?, kenapa"
Iqbal: "eee .. Ke kenapa kau
begitu menakutkan"
Recki: "aku sedang senang, kok
malah menakutkan"
Iqbal: "ooh,, kenapa, kok ngk
biasanya"
Recki: "aku sarapan enak pagi ini
:D"
Iqbal: "heeeeeh...
-______-"
Recki: "hahahaha, sepertinya
tidak perlu dibahaslah"
Mood recki sepertinya tergantung apa
sarapan dia dipagi hari, kalau sarapan enak dia akan menyimpan uang jajannya
dan pastinya akan bahagia, kalau hanya makan roti, cuman tahan sampai jam
istirahat pertama, kalau tidak makan dia akan mencoba meloncat dari lantai 3.
Di Tempat les, gita dan temannya
masih belum berbaikan, gita masih duduk disamping recki di meja paling
belakang, saat tentor menjelaskan, gita mendengarkan tentor layaknya buisness
women, memakai kaca mata, rambut lurus dan sedikit ikal dibagian pony.
Sedangkan recki terlihat seperti orang gila yang sedang makan pulpen karena
kelaparan, teman sekelas les, menganggap recki orang yang tidak baik, karena hanya
melihat dari sikap dan tampang recki yang hanya memakai bokser, sendal jepit,
baju oren dan jaket hitam, mereka menganggap orang yang berpakaian seperti itu
adalah badboys.
Rikka: "heh, kira kira kenapa
gita mau dekat sama recki"
Jesica: "mana ku tehe, mang gue
pikirin"
Rikka: "kalau dilihat dari
tampangnya, pasti dia itu penjahat kelamin"
Jesica: "ciyus !?, miapah
??"
Rikka: "iya ciyus nih, mungkin,
gita meminta pertanggung jawaban recki, jadi dia tidak bisa lari kemana mana,
kasihan gita"
Jesica: "kasihan katamu ?,
untuk apa kita kasihani si pembohong itu"
Rikka: "jesica, mungkin kita
sudah kelewatan, gita kan hanya 1 kali mengingkari janji, kita juga belum tahu
apa alasannya"
Jesica: "jelas alasannya karena
aku tidak suka dia dekat sama a...."
Rikka: "a.. Apa ??"
Jesica: "lupakan,"
Jesica dan rikka adalah teman gita,
jesica membuat janji untuk bertemu disuatu tempat, tetapi gita tidak datang,
dengan alasan sepele itu, jesica membuat teman temannya tidak suka kepada gita.
Dan akhirnya gita dimusuhi, setiap masalah pasti ada hikmahnya, karena itulah
gita bisa dekat sama recki, dan pastinya hal ini juga keuntungan besar untuk si
forever alone.
Bel pulang berbunyi..
Recki: "akhirnya.., hari ini
pulang dengan siapa" sambil memasukkan buku ke dalam tas
Gita: "kayanya sih arif yang
jemput aku"
Recki: "oh begitu, sepertinya
dia sudah menunggu tuh"
Gita: "ehh.. Ta tapi.."
Recki: "kenapa"
Gita: "ngk jadi deh"
sepertinya jesica kurang senang
melihat gita dijemput arif, jesica menunggu jemputannya di kursi paling ujung
sebelah kiri dekat dinding, recki keluar dari pintu melihat jesica, rambut
hitam lurus dan ikal rapi dari tengah sampai ujung rambut, dan didukung dengan
kulitnya yang putih bersih layaknya putri salju, YA AMPUN cantik sekali !!, emh
emh, maafkan saya, sepertinya terbawa suasana. Mungkin semua lelaki juga begitu
ketika melihat jesica. Recki duduk tak jauh dari jesica duduk, recki membuka
kue dan memakannya dengan lahap, jesica melihat recki makan, perutnya berbunyi.
Jesica: "heh, dasar tidak sopan
!"
Recki: "emm??, kenapa"
sambil mengunyah
Jesica: "kamu tidak sopan
karena makan didepan orang lapar !"
Recki: "ohh, kau lapar"
mencari kue di tas
Recki: "nihh, masih ada yang
lainnya sih"
Jesica: "ti tidak, aku tidak
mau !, siapa yang mau makan makanan sampah seperti itu"
"Grooooowt..."Terdengar
suara perut mendengkur
Recki: "jadi kau tidak mau, ya
sudah" menyimpan kuenya
Jesica: "ba baiklah, aku mau
aku mau"
Jesica jelas sangat lapar kalau
dilihat dari cara dia makan,
Recki: "aku kira cara makannya
seperti orang kerajaan, tapi biarlah," berkata didalam hati
Recki: "jadi, kok belum
dijemput"
Jesica: "ngk tau juga, biasanya
om devan udah dateng dari 50 menit yang lalu"
Recki: "siapa tuh om
devan"
Jesica: "itu nama supir
keluarga aku"
Recki: "waaah.. enak sekali
punya supir.." Didalam hati
Recki: "ohh begitu, coba telpon
dulu"
Jesica: "nih hape udah mati
dari tadi, kalau ngk aku udah nelpon"
Recki: "nih pake punya
aku" memberikan handphone
Jesica: "percuma saja, aku
tidak hapal nomornya"
Recki: "haaa ??"
Jesica: "biasa saja deh lo, gue
ini pasti dejemput"
Recki: "mulai lagi deh bahasa
lo gue nya --__--" didalam hati
1 jam 30 menit setelah pulang les,
jesica belum juga dijemput, dan recki juga masih duduk disamping jesica
Jesica: "sudah jam setengah 10 malam
nih, kok belum datang juga sih.." Nada kesal
Recki: "nyam nyam nyam, emang
enak, weeek" menjulurkan lidah
Jesica: "iiih..! Kamu sendiri
juga masih nunggu jemputan kan, weeeeeeeeeeeeek" jesica membalas ejekan
recki
Recki: "oh iya, benar
juga"
Seperti biasa sibodoh itu lupa waktu
karena terus memakan cemilannya, dia selalu saja membawa tas yang komposisinya
80persen kue, 20 persen buku.
Jesica: "kamu lagi nunggu siapa
..?"
Recki: "eeeh, aku lagi ngk
nunggu siapa siapa sih"
Jesica: "terus, pulang pake apa..?"
Recki: "aku pake teleport"
Jesica: "haah ?,"
Recki: "becanda, aku jalan
kaki"
Jesica: "ooh, jalan kaki...,
kasian banget ya, pasti kakinya sakit" nada mengejek
Recki: "kalo udah biasa ngk
lagi kok, mau coba ?"
Jesica: "rumahku juga ngk
terlalu jauh dari sini sih, mungkin saja om devan lagi jemput mama sama papa
dibandara, mungkin pesawatnya delay kali, tapi bagaimanapun juga, aku ngk mau
jalan kaki sama orang bodoh seperti recki ini" didalam hati
Recki: "gimana ?, mau coba ngk
??"
Jesica: "ngk ah, aku nunggu
disini aja"
Recki: "ya sudah, daa..."
Recki berjalan pulang dengan cemas,
ditempat ruang tunggu les sudah tidak ada orang lagi, hanya jesica yang
menunggu disana. Tiba tiba lampu ruang tunggunya mati. "aaaaaaaaaaa
,,!!!!!!!" Terdengar suara teriakan perempuan yang amat keras, recki
langsung berlari keruang tunggu, sangat gelap gulita.
Recki: "jesica !!, kamu dimana
!!"
Recki: "jesi..."
Tiba tiba Recki merasa ada yang
memeluknya
Recki: "hah ...?"
Jesica: "bodoh! Bodoh!, Recki
Bodoh!, kenapa, kenapa meninggalkan aku
sendiri" jesica menangis dan memeluk recki dengan erat
Recki: "haah...?"
Jesica: "bodoh! Bodoh! Bodoh!
bodoh" memukul dada recki
Recki: "a, a, sakit sakit, jesica, sakeeeet (۳º̩̩́Дº̩̩̀)Û³
"
Jesica: "jangan tinggalkan aku
lagi ya, kumohon.." Memeluk recki lagi
Recki: "heh, apa boleh buat,
baiklah" mengelus kepala jesica seperti mengelus kepala gita.
Jesica: "recki,"
Recki: "apa"
Jesica: "sepertinya kau sudah
biasa mengelus kepala orang"
Recki: "kok, kok bisa tau
!?"
Jesica: "soalnya, saat kamu
mengelus kapala ku, rasanya kaya mama aku yang sedang mengelus kepalaku
:)" tersenyum dan masih memeluk recki
Recki: "aku memang sering
mengelus kepala adikku dan gita, gita juga sudah seperti adikku sendiri, selalu
saja menangis seperti anak kecil" berbicara di dalam hatinya.
Recki: "yah begitulah, adikku
sering menangis sambil memelukku seperti ini"
Jesica: "memeluk ?,"
senyap sejenak
Wajah jesica memerah.
Jesica: "e, eeh, baiklah, aku
mengerti" masih memeluk recki
Recki: "mengerti apa..?"
Jesica: "aku mengerti kenapa
adikmu suka menangis dipelukkanmu"
Recki: "h, heeh ..?"
Jesica: "pelukanmu begitu
hangat, ketika aku memelukmu tadi, perasaanku menjadi sangat tenang" :)
Recki: "w-waaah, ada udang yang
lagi memelukku sekarang" mengalihkan suasana
Jesica: "u, udang ?"
Melepas pelukannya
Jesica: "da, dasar tidak sopan,
aku ini perempuan tau" jesica menggembungkan pipinya
Recki tersenyum kecil,
kalau seperti ini, jesica sangatlah
mirip dengan gita gumam recki di dalam hati.
"Gimana, udangnya udah mateng
belum." tanya recki, jesica hanya diam sambil mengelap air matanya,
"jesica kenapa masih menangis?, tenang saja, selama ada aku disini, kamu
akan aman dah pokoknya." ,jesica masih juga terdiam, "sudahlah,
jangan menangis lagi ya." jesica masih mengelap air matanya sambil
menangis tersedu sedu. "Sudah sudah, ngk ada apa apa kok." Kata recki
Sambil mengelap air mata jesica, "jesica, kalau kamu menangis lagi nanti
cantiknya hilang loh", jesica langsung memeluk recki yang tadinya sedang
mengelapkan air mata jesica.
Jesica
apa ini...
Perasaan ini tidak pernah muncul sebelumnya..
, kenapa saat aku dekat sama recki, rasanya berbeda saat aku dekat dengan orang
lain.. Dan.. Hari Ini adalah pertemuan pertama kami bisa berbicara bersama,
tapi.. Kenapa bisa sejauh ini, tak aku sangka dia ternyata orang yang baik.
Aku iri sama gita, kenapa selalu dia
yang didekati oleh orang yang aku suka, sebenarnya aku tidak mau memusuhimu
gita. Tapi sepertinya kau sudah merebut semua yang aku suka, maafkan aku gita..
Kalau aku minta maaf dengan gita,
apakah mungkin dia akan memaafkan aku, sementara aku selalu menjahili dia.
Kalau saja waktu itu aku tidak memusuhi gita, pasti dia akan tetap menjadi
sahabat terbaik aku....
Recki: "hey hey, kok melamun
?"
Jesica: "eh, ngk kok"
Recki: "jadi gimana, pulang
sama siapa kamu."
Jesica: "jalan kaki aja deh,
sekali sekali"
Recki: "baiklah, rumahmu ngk
jauh dari sinikan ?, rumah aku juga ngk terlalu jauh dari tempat les loh"
Jesica: "iya, 3 blok dari sini,
emangnya ngk apa apa nganterin aku"
Recki: "seharusnya aku yang
nanya, emangnya orang tuamu ngk marah di antarin sama laki laki kaya aku, jalan
kaki lagi."
Jesica: "ngk apa apa, lagian
orang tua ku lagi di luar kota kok, yuk jalan."
Recki: "oh, baiklah"
Dijalan sangat sepi sekali, hanya
terdengar suara angin yang berhembus di malam hari, seperti jalan itu sudah di
pesan keluarga jesica supaya tidak terjadi apa apa dengannya.
Saat melewati mesin minuman.
Recki: "dingin dingin gini
enaknya minum apaan ya jes ?" Tanya recki
Jesica: "aku sih biasanya minum
coklat panas , apa lagi sambil nonton film, aduuh enak banged."
Recki: "waah, kalau yang
begituan disini ngk ada, kalau kopi hangat mau ngk."
Jesica: "udah lama sih ngk
minum kopi.. Boleh deh."
Recki: "oke," memencet
tombol kopi hangat
Jesica: "ooh begitu ya cara
kerjanya"
Recki: "iya.. mesin ini adalah
mesin kehidupan aku yang kedua selain rumah makan padang, masukkan koinnya,
ambil gelas, taruh gelasnya dibawah sini, lalu tekan hot cofee. Nah
begini." Memberi kopi hangat ke jesica
Jesica: "waaah, aku baru tahu
cara kerjanya seperti ini, aku mau coba dong."
Recki: "silahkan saja.. Nih
koinnya"
Jesica mencoba memakai mesin
minuman.
Jesica: "waaaah, enak sekali..
(´⌣`ʃƪ) "
Recki: "apa aku bilang,
hahhaha..."
Recki duduk di kursi yang sama saat
bersama gita waktu itu.
Dan jesica juga duduk ditempat gita
duduk, memegang gelas dengan kedua tangannya sambil tersenyum, recki jadi
teringat gita.
Recki: "ayo pulang jes, sudah
jam berapa ini."
Jesica: "tunggu saja dulu,
kejadian kaya gini ngk pernah terjadi diseumur hidup aku."
(Recki: "mungkin saja untuk
seseorang seperti dia, tidak akan mau jalan kaki bila tidak terpaksa --")
Recki: "baiklah, sebentar saja
ya"
Jesica: "oke deeh"
Disuasana yang dingin dan senyap,
jesika terpikir untuk menanyakan sesuatu..
Jesica: "recki.. Menurutmu...,
aku ini orangnya gimana"
Recki: "heh..?, menurutku kamu
itu baik kok."
Jesica: "tapi, banyak orang
bilang aku ini jahat, kenapa ya.." Jesica murung
Recki: "awalnya aku juga
beranggapan kaya gitu, tapi sebenarnya kamu itu baik kok." Tersenyum kecil
Jesica: "...."
Recki: "makanya, jangan sombong
sama orang."
Jesica: "ooh.. begitu ya.. Tapi
aku udah terlanjur di anggap kaya gini, gimana dong"
Recki: "ya berubah dong
secepatnya."
Jesica: "gimana caranya,?"
Recki: "pertama tama, baikan
dulu sama orang yang kamu musuhi, termasuk gita, gita itu tahu sebenarnya kamu
baik."
Jesica: "ba baiklah, kamu ada
waktu senggangkan, bantu aku mau ngk, buat baikan sama orang orang yang aku
sakitin" jesica murung
Jesica: "aku tahu mereka sedih
karena aku, aku mau berteman lagi sama mereka" berhenti berjalan
Recki: "oke oke, aku bantu
kamu, tapi jangan nangis lagi ya, aku ngk mampu ngelihat orang
nangis.."
Jesica menundukkan kepala, terdiam
menangis..
Recki: " sudahlah jesica, nanti
aku bantu."
Jesica: "ja janjikan
kamu.." jesica masih menangis
Recki: "iya aku janji."
Mengelus kepala jesica
Jesica: "beneran ya.. ja, janji
kelingking ya" bicaranya sampai tersendat sendat
Recki: "eemh, baiklah, janji
kelingking" :)
Sesampainya dirumah jesica, ternyata
memang benar gita dan jesica 1 komplek, rumah jesica sama besarnya dengan rumah
gita. Rumah gita hanya berjarak 1 rumah saja dari rumah jesica , rumah yang
terang, 2 mobil mewah di depan garasi, entah apa
yang ada di dalam garasi sebesar itu sampai sampai 2 mobil mewah ditaruh di
depan garasi.
Jesica:
"recki, mau singgah dulu ?"
Recki:
"ngk usahlah, nanti di sangka apa apa lagi"
Jesica:
"ooowh, kalau begitu, makasih yah udah ngenterin aku."
Recki: "iya, sama sama.."
Jesica: "daah.."
Recki: "eh.. tunggu jes, eeh..
boleh minta alamat emailnya ngk"
Jesica: "kenapa tidak boleh,
sekarangkan kamu partner aku ;)" tersenyum
Jesica: "nih, nanti kalau udah
sampai dirumahmu email aku ya"
Recki: "oke deh.., daah aku
pulang ya"
Recki berjalan pulang, diwaktu yang
sama...
gita pulang dari membeli kado untuk
seseorang yang tokonya terletak di belakang komplek itu. Recki berjalan pulang
melewati gerbang komplek depan, sementara gita dengan senangnya berjalan dengan
memegang tas kadonya. Saat tiba didepan rumahnya, gita melihat recki, dan
langsung mengejarnya, gita terjatuh, tetapi dia langsung bangun lagi dan
mencoba berteriak memanggil "recki...,!" Namun suaranya tidak
terdengar oleh recki.
Jesica yang sedang depan pintu
rumahnya tiba tiba berlari lagi ke depan
pagar, berteriak
Jesica: "recki !!, hati hati ya
!!, besok kita harus bertemu lagi!!"
Recki hanya melihat ke arah jesica
dan tersenyum..
Gita terdiam...., tas kado yang
dipegangnya terjatuh dari tangan kanannya. Menangis tanpa ekspresi, air matanya
mengalir, terdiam seperti patung. Dihatinya pasti banyak pertanyaan yang tak
terjawab untuk dirinya...
Jesica, tidak tahu tentang
keberadaan gita, dia hanya terlalu senang dan ingin mengungkapkannya dengan
berteriak ke recki, tapi, akankah hal itu akan berdampak buruk terhadap
persahabatan antara recki dan gita...
Gita berlari masuk kerumah sambil
menangis, dan meninggalkan kado yang dibelinya..
Jesica yang mau menutup pagar
melihat sebuah tas kado berwarna pink, tidak ada seseorangpun disitu, jesica
pun mengambilnya..
Dirumah jesica sangat sepi, tidak
ada seseorangpun, tidak biasanya seperti ini, hanya sepucuk surat terletak di atas meja belian mewah yang
berisi kalau om devan pulang kampung
dengan bibi karena ibu om devan sakit. Jesica memaklumi keadaan om devan, orang
tua jesica yang masih berada di luar kota, membuat jesica kesepian..
Jesica memasuki kamarnya yang
tersusun rapi, meletakkan kotak kado di atas meja belajar. Duduk di atas tempat
tidur sambil memikirkan kejadian aneh sepulang dari tempat les, baru pertama
kali dia berbicara dengan orang yang dianggapnya sangat bodoh. Tapi rasanya
seperti sudah lama mengenalnya, seseorang yang sangat jarang dia temui,
perilakunya yang sangat bodoh, tampangnya yang seperti orang gila, selalu
mencoba menyedot tinta pulpen untuk diminum. Tapi disamping itu, ternyata dia
tidak seburuk penampilannya, seseorang yang sangat perhatian, mau membantu
orang walaupun baru pertama kali mengenalnya.
Jesica beranjak dari tempat tidur,
menghidupkan laptop pink kesayangannya, bermain game sambil menunggu email
recki datang. Saat jesica mengambil gelas minuman disebelah kiri laptopnya, dia
melihat kotak kado pink yang dia temukan di samping depan rumahnya. Penasaran
dengan isinya, dia membuka kotak kado tersebut,
Saat membukanya, didalamnya ada
sebuah gantungan hape mirip biskuit dan sebuah surat kecil. Tertulis di depan
surat itu "untuk recki teman baikku", jesica pun membuka dan membaca
isinya.
"Recki, terima kasih ya udah
mau membantu aku, aku jadi bisa balikan lagi sama arif, sebenarnya aku mau
langsung aja ngomong ke kamu, tapi aku jadi malu sama kamu, ngk tau kenapa,
tiba tiba aja aku kaya gini. Oh iya, nih ada gantungan roti, ingat ya cuma
replika !, bukan roti yang bisa dimakan. Salam hangat. Gita."
Jesica terdiam memegang gelasnya,
membayangkan disisi lain dari kejadian tadi, tersadar saat dia berteriak
ternyata ada gita dibelakangnya. Gita mungkin sangat sedih karena teman baiknya
recki berteman dengan orang yang selama ini memusuhi gita. Jesica menangis
Laptop jesica berbunyi tanda email
masuk.
Recki: "hey jes"
Jesica: "hay, o iya, besok les
datangnya harus 30 menit lebih awal ya"
Recki: "kenapa ?"
Jesica: "ada yang mau aku
bicarakan, berdua saja"
Recki: "baiklah"
Jesica tidak membalas, recki menutup
pembicaraan.
Recki: "daah.."
Keesokan harinya, jesica yang satu
sekolah dengan gita, tapi berada di kelas yang berbeda, gita dikelas A dan
jesica dikelas B, saat pulang sekolah, teman teman jesica yang suka menjahilin
murid lain mengajak jesica untuk ke mall, jesica menolaknya, teman jesica
heran. Novi: "tumben banget si jes.. Ya kalau begitu, ayo teman teman,
kita shoping dulu, aku bawa kartu kridit lohh..."
Sira: "waah, kartu kridit ya..
Traktir aku ya vi !"
Novi: "tenang saja.. Pokoknya
aku yang traktir, ayo kita pergi, biarin si calon kamseupay jesi sendirian,
hahahahha.."
Sira: "hahahaha, kamseupay,
kasean deh loo jes, :p "
Mereka pun pergi ke mall dengan naik
taxi supaya kelihatan seperti orang berada.
Jesica: "haah.. Seperti biasa,
aku sudah tidak tahan lagi dengan tingkah laku mereka. Lebih baik aku mengikuti
saran recki aja dulu.."
Jesica pun menghampiri kelas gita,
dia melihat gita yang sedang menundukkan kepala di atas silangan lengannya di
meja. Dikelas gita sepi, semua teman kelasnya sudah pulang, jesica duduk
disamping gita.
Jesica: "gita.."
Gita: "....."
Jesica: "gita, ini aku
jesi"
Gita masih terdiam
Jesica: "maaf soal yang kemarin
malam"
Jesica: "gita, aku cuma teman
kok sama recki, ngk lebih kok git..."
Gita: "....."
Jesica: "a aku.. Aku mau minta
maaf... Aku minta maaf karena sudah menyalahkan kesalahan ringanmu yang menjadi
besar karena aku.."
Jesica: "maafin aku ya git,
kumohon.." Jesica menundukkan kepalanya
Gita masih menunduk. terdengar suara
tangisan dari gita..
Jesica: "git, gita, jangan
menangis dong.."
Jesica: "gita, sudahlah jangan
menangis.." Mata jesica berbinar binar
Jesica: "jangan menangis gita
kalau tidak aku juga akan.." Jesica
ikut menangis, karena sadar atas kesalahan yang dia buat.
Gita memegang tangan jesica, dan
berkata
Gita: "aku yang harusnya minta
maaf jes, yang salah itu aku..."
Jesica tersentak, dan menjawab
Jesica: "jelas aku yang salah,
kamu itu tidak pernah berubah, selalu saja menyalahkan dirimu sendiri"
Jesica menghadap gita dan memeluk
gita sambil menangis.
Jesica: "git, kamu maukan kita
temanan lagi kaya dulu, aku janji ngk akan buat kamu kaya gini lagi, beneran
aku janji" jesica menangis dihadapan gita sambil menunduk
Gita: "pasti jes, kamu itu
teman yang paling baik buat aku, tapi kamu berubah sekali karena kesalahanku
waktu itu.."
Jesica: "maafkan aku git,
pokoknya aku ngk akan mengulanginya lagi, aku janji.."
Gita tersenyum kecil.. Dan bertanya
akan sesuatu yang sudah lama ia pendam.
Gita: "jes, bolehkan aku
mengeluarkan perasaan aku saat ini"
Jesica mengelap air matanya sambil
berbicara tersendat karena menangis,
Jesica: "tentu saja,"
Gita menarik nafasnya dan langsung
berteriak
Gita: "heeeeeeeeeh...
reeeeeekiiiiiii boooooodoh !!! Reeeckii bodoh !!,"
Jesica: "heeh...?"
Gita: "recki bodoh jesica..
Recki itu bodoh" gita Menangis dipundak jesica
Jesica: "hooh, cup cup cup,
sudah sudah, memang benar dia bodoh. Tapi kasian kan kalo diteriakin kaya
gitu.." Jesica menenangkan gita
Gita: "dia itu benar benar
bodoh jesica.."
Gita melepas pelukannya dari jesica,
dan mengelap air matanya..
Jesica: "memang, tapi sebodoh
apa dia itu" tangan jesica meraih wajah gita hendak menghapus air matanya
Gita: "dia yang membantu aku
kembali sama arif"
Jesica: "terus, kenapa, dia kan
cuma bersikap baik"
Gita: "tapi jes, recki
itu.."
Jesica: "..."
Gita: "dia menerima permintaan
aku, untuk membuat aku dan arif bersama lagi, tapi bodohnya,.... Tapi bodohnya
kenapa dia mau membantu aku..."
Jesica: "...."
Gita: "dia membantu aku sampai
arif kembali lagi bersama aku, tetapi di sisi lain dia menyiksa hatinya
sendiri.. Kenapa dia sebodoh itu.." Gita menangis
Jesica: "..."
Gita: "a, andaikan saja aku
tahu sejak awal kalau dia menyukai aku, pasti aku akan bilang supaya dia tidak
membantu aku lagi.. Tapi kenapa dia sampai bersih keras seperti itu ..."
Jesica: "git, tatap aku.."
Memandang wajah gita..
Jesica: "dia itu.."
Jesica: " Tidak mau melihatmu
sedih git..., tidak ingin melihatmu menangis...., dan pastinya tidak ingin
melihatmu seperti ini....."
Jesica menahan tangisannya, gita
tersentak terdiam, membayangkan masa lalu saat recki mencoba untuk
menenangkannya..."
Gita benar benar menangis dengan
kerasnya, dan jesica menenangkan gita walaupun ikut menangis. Rikka melihat
kejadian itu, terharu akan persahabatan gita dan jesica yang lama kembali
lagi.. Setelah berbulan bulan bermusuhan, hanya karena seseorang lelaki yang
plinplan. Rikka membiarkan mereka berdua berteriak menangis melampiaskan
perasaannya yang sangat
senang karena kembali bersahabat, dan rasa
sedih gita karena kebodohan recki yang gila itu.. dari lubuk hatinya, gita sudah mulai sedikit
lega.
Ditempat les, recki datang 30 menit
lebih awal, duduk di depan lorong kelas
menunggu kedatangan jesica. 25 menit berlalu, recki duduk jongkok di depan
kelas seperti peminta minta di lampu merah, bajunya yang kusut, dilapisi oleh
jaket biru abu abunya, celana pendek yang kusut dan sendal jepit berwarna
hijau. Membuatnya benar benar seperti orang gila. Tak lama dari itu, datanglah
jesica, berjalan seperti ratu dari kerajaan inggris dengan gita dibelakangnya
yang berjalan seperti permaisuri yang dikawal oleh seseorang bidadari.., recki
terpana melihat gita dan jesica, mereka berdua memang seperti ratu dan
permaisyuri dari kayangan. Jesica berhenti didepan recki, mereka berdua saling
bertatapan mata, jesica tersenyum kecil.
Jesica: "heh, lihat ada siapa
dibelakang aku."
Recki: "adaaaa... Ada
gita" melirik kebelakang jesica
Jesicah: "heeeeem..."
Recki: "ada gita tuh"
Jesica: "....." -_____-
Recki: "iya ada gita
dibelakangmu jes"
Jesica: "teruus.."
Recki: "......." Terdiam
dengan ekspresi wajah bodohnya
Recki: "jesica !, ada gita
dibelakangmu !!"
Jesica: "haah?? Yang benar
!?" Jesica mengikuti situasi
recki melihat gita yang bersembunyi
dibelakang jesica menundukkan kepalanya dan memegang tangan kanan jesica.
Recki: "hemm, sepertinya ada
yang aneh.. "
Jesica: "ternyata kau ini
memang benar benar bodoh ya.."
Gita masih malu berhadapan dengan
recki.
Recki: "tunggu, tunggu
dulu..."
"Plaak!" Suara jesica
memukul kepala recki dengan buku
Recki: "a aduh, sakit
jes....."
Recki melihat jesica dan gita
berpegangngan tangan, terdiam sejenak
Recki: "l loh, udah baikan
ya..?"
Jesica: "iya, kemarin ada
pertemuan kecil antara aku dengan gita,
iya kan git" menghadap gita dibelakangnya
Gita: "i, iya.."
Jesica: "kemarin aku sama gita,
ngomongnya bisik bisikan loh di kelas gita kemarin, kan malu kalau teriak
teriak, ya ngk git.." Jesica menghadap lagi kebelakang
Gita: "i, iy.. Haah ...?"
Jesica: "lalu aku kemarin juga
sempat ketawa tawa sama gita ngomongin seseorang yang bodohnya minta ampun,
betul ngk git ..?" Menatap gita dan mengedipkan sebelah mata kanannya
Gita: "iya..." Menundukkan
kepalanya
Recki: "waah, kayanya bodoh
banget ya tuh orang, sampai ketawa tawa ngomonginnya, hahahahahah.."
Gita menjawab, mengangkat wajahnya
dengan ekspresi datar...
Gita: "iya..."
Recki: "heh..?"
Gita: "dia itu bodoh sekali...
Sangat bodoh... Super bodoh... Orang yang paling bodoh yang pernah aku
kenal.."
Jesica: "....."
Recki: "b, baiklah, sepertinya
memang bodoh sekali ya orang itu" tersenyum heran.
Bel masuk les berbunyi..
Jesica: "ayo git, kita
masuk.."
Jesica dan gita lewat dihadapan
recki dengan tangan saling berpegangan, gita menundukkan kepalanya, sementara
recki hanya tersenyum heran..
jesica, recki dan gita duduk
sederet, recki di kursi sebelah kanan di dekat dinding, disebelah kirinya ada
jesica, dan disamping jesica ada gita duduk dengan menatap kebawah, malu akan
melihat recki. Recki hanya terdiam sambil mencoba memakan pulpennya, gita
memandang recki. Dan recki juga diam diam mencuri pendangan, jesica hanya bisa
tersenyum kecil melihat mereka berdua...
Jesica: "he, hey.. Kenapa malah
saling dieman.. Ayo recki, katakan sesuatu." Menyenggol recki dengan
pundaknya
Recki: "e, eh, baiklah.. H, hai
git"
Gita: "ha, hai juga.."
Jesica: "kalian ini seperti
baru kenal saja."
Gita: "enggak kok, perasaanmu
aja kali.."
Recki: "iya, aku sama gita
biasa aja kok, ya kan git ?"
Gita: "hem :)" gita
menganggukkan kepalanya
Jesica: "oh ya.. kalau begitu,
kamu duduk disini git."
Gita: "haah ?"
Jesica: "kok kaget, bukannya
kamu dulu duduknya disebelah recki."
Gita: "baiklah, aku buktikan
kalau aku sama recki itu ngk ada apa apa.."
Jesica: "heeeeh.. Benarkah.. (
˘̶́⌣˘̶̀) "
Gita: "i, iya, ayo tukar
tempat."
Jesica: "okee, mari kita
lihat.." ( ˘̶́⌣˘̶̀)
Setelah menukar bangku, mereka pun
saling terdiam, menunggu tentor datang, recki menggambar animasi dirinya yang
sedang menyelamatkan seorang perempuan dari serangan zombie, gita melihat gambarnya.
Gita tertawa terbahak bahak sampai orang sekitar memandangnya aneh,
sudah menjadi kebiasaan gita seperti itu, dari fisiknya pasti orang mengira dia
adalah anak yang pendiam dan pemalu, tetapi sebenarnya tidak seperti yang
mereka bayangkan. Sampai jam pulang tiba, recki dan gita sudah tidak .
Novelnya
memang belum lanjut karena banyak kerjaan si penulis (recki septianda).
Novelnya
belum di kasi bab-bab nya
mungkin nanti akan di kasi
judulnya juga masih ditentukan yang di atas cuma sementara
mungkin nanti akan di kasi
judulnya juga masih ditentukan yang di atas cuma sementara
Jika ada ide
untuk judulnya pliss contact saya
tolong komentarnya ya,
silahkan komentar kepada orangnya langsung atau contact
facebook: Recki_septianda@yahoo.co.id
tolong komentarnya ya,
silahkan komentar kepada orangnya langsung atau contact
facebook: Recki_septianda@yahoo.co.id
Twitter:
@reckiseptianda
Email: Recki.gokil@gmail.com
Email: Recki.gokil@gmail.com
No hp:
085252555757
YANG BACA HARUS COMENT !!!!
niat mau buat novel malah jadi naskah derama
ya ampun....
ya ampun....



gimana ya kalo gita baca blog ni? -__-
ReplyDeletehahaha, ndk ape ape kali
ReplyDelete