Tuesday, June 11, 2013

Remember ?





























Seseorang berjalan di jalan yang sepi...
Di malam hari yang gelap..
Hanya 1 lampu yang menyinari si penyendiri itu dari atas tiang listrik yang tidak terlalu terang cahayanya..
Entah apa yang di fikirkannya pada saat itu...

                                                                        

Memasuki Sekolah..
Istirahat pertama,
Melihat keluar jendela, tidak ada satupun orang yang mau menyapanya.
Benar benar sendiri ..

Recki septianda, seorang pelajar kelas 2 sma di sekolah baru yaitu sma 10, hobinya adalah menunggu sesuatu yang pasti tidak bisa dia dapatkan.

Di hari les pertama, dengan riangnya recki ke tempat lesnya dengan berjalan kaki, namun, di hari pertama dia belum mendapatkan teman walau banyak orang di kelas itu, tetapi si penyendiri recki tidak mempermasalahkannya, dia juga memaklumi kalau dia memang sangat pemalu, recki tidak pintar dalam teori pelajaran, namun dia lumayan bagus dalam praktek atau segala macam hal yang berbau teknologi.

Disekolah dia juga hanya mendiami dirinya sambil meminum susu yang dibelinya di kantin, sambil  membayangkan wanita yang dia mimpikan tadi malam, telah lupa parasnya tapi itu sangat membuatnya merinding saat mengingat mimpinya itu.

Di sekolah dan ditempat les, recki dipandang teman temannya sebagai anak pendiam, tidak ada yang tahu sebenarnya dia sangat kesepian, selalu saja menggambar animasi yang tidak jelas untuk menghibur dirinya disaat kesepian.

Telah berlalu beberapa minggu, hari ke 6 untuk datang ke tempat les yang tidak jauh dari rumahnya, recki selalu melirik teman satu kelas lesnya yang sedang bercanda di kursi paling depan dengan teman teman yang lain.
                                       
Melihat seseorang perempuan di meja paling depan, saat keadaan kelas tiba tiba senyap, terdengar seseorang wanita yang berbicara dengan teman sebangkunya. ”sepertinya aku pernah melihat orang yang sedang duduk paling belakang itu, tapi aku lupa dimana..” Membisikkan kepada teman sebangkunya, namun masih kedengaran oleh orang sekitar karena suasana kelas benar benar senyap, recki tampak diam, di dalam hatinya dia berkata "aku juga pernah melihatmu, tapi aku juga lupa dimana."

Sepulang dari les, recki duduk di ruang tunggu jemputan, entah apa yang ditunggunya, tapi dia selalu melirik wanita yang sepertinya pernah dia lihat sebelumnya tadi dikelas. Tidak lama dari itu, dia melihat perempuan yang tidak asing itu dijemput oleh laki laki ganteng yang ternyata pacarnya, dia tersenyum kepada lelaki yang menjemputnya, tetapi  malah recki yang terpana dengan senyumannya.

Saat Disekolah recki selalu memikirkan wanita yang kemarin malam di tempat lesnya, sambil meminum susu kotak, recki berjalan mengelilingi sekolah, dia bertemu dengan iqbal teman sekelasnya saat lewat kantin,
Iqbal: “rek kau liat cristoper ngk ?” Tanya iqbal kepada recki,
Recki: “ngk, emang kenapa ?”
Iqbal: “sial, tadi dia ngatain pak nyoman, malah aku yang kena panggil”
Recki: “hahahaha, kok bisa”
Iqbal: “Heh.. lupakan saja, recki, ayo kita makan mie di kantin, aku yang bayarin deh.” Iqbal mengajak dengan nada semangat yang menggempar akibat kelaparan.
Recki: “eem, oke” jawab recki singkat.

Setelah makan, recki terpikirkan sesuatu untuk dipertanyakan, sangat berat untuk mengatakannya, tapi dia tidak bisa memendam pertanyaan itu.
Recki: “kau pernah suka sama cewek ngk bal..” Iqbal diam dan menggelengkan kepalanya menunjukkan kearah erizkya perempuan yang sekelas dengan kami.
Recki: “ooh, aku mengerti”
Iqbal: “siapa yang ngk tertarik sama dia, udah cantik, baik, pintar lagi."
Recki: “memang seperti itu perkataan orang yang sedang jatuh cinta  -_-‘ "

Dikelas sedang jam pelajaran matematika. Wajah seperti orang yang tak tau apa apa, iqbal sesekali melirik erizkya yang sedang belajar, recki menepuk pundak iqbal.
Recki: "akhirnya aku bisa menyelesaikannya !” teriak sampai semua orang dikelas melihat recki.
Recki "Kau lihat ini iqbal, aku menyelesaikannya !!." Menunjukkan lembar jawabannya.
Sementara itu..
Teman teman: “ recki kenapa tuh, apa udah gila ?”
Cewek yang lewat: “ dasar gila”
Ada juga yang lari ketakutan.

Ditempat les, seperti  biasa sesekali recki melirik perempuan yang disukainya, sayangnya orang itu sudah mempunyai pacar, tapi tidak salah apabila menyukai seseorang selama tidak mengganggunya. Sepulang les recki masih juga menunggu di tempat tunggu , tidak ada yang ditunggu recki, dia pergi les dengan jalan kaki, dia hanya penasaran dan ingin melihat perempuan yang tidak asing kemarin.
Perempuan itu dijemput laki laki dengan motor kerennya, seperti biasa juga dia tersenyum dengan pacarnya saat milihat dia dijemput, dan sudah pasti, mulut recki terbuka saat melihat senyumaannya yang maut. Akhirnya recki pulang dengan pikiran melayang.

Disekolah, si malang recki lebih sering termenung, dan sama juga dengan orang yang disebelahnya “iqbal”, teman sekelasnya menjuluki recki dan iqbal adalah raja mesum, karena mereka berdua sering membicarakan perempuan, sebenarnya iqbal dan recki tidak membicarakan yang jorok, dia hanya membicarakan kelebihan perempuan yang mereka lihat. Tapi ada orang yang salah tanggap dan menjulukinya sebagai raja mesum dan wakilnya. Tetapi, mereka tidak tahu bahwa mereka sudah di juluki sebutan itu.
 Saat ke kantin.

Orang sekitar: “lihat lihat, itu ada raja mesum lewat, hati hati rokmu !”
Perempuan: “ kiyaaaaaa~”

Semua perempuan lari, recki dan iqbal lewat saja dengan wajah bodohnya, mereka tidak tahu mereka sedang di jauhi.

Di tempat les, recki mulai serius belajar untuk mengejar juara umum disekolahnya, walaupun sesekali dia melirik perempuan yang disukainya.
hari ke 12 les, recki masih belum mempunyai teman di tempat lesnya. Saat pulang dari les, kali ini recki membawa camilan, biasanya perempuan itu dijemput sekitar 30 menitan jadi dia bisa sambil makan untuk menunggu perempuan yang disukainya dijemput oleh pacarnya.

Recki: “aku ini memang hebat, memakan kue sambil menunggu dia dijemput, aku harus menerapkan pola hidup hemat ^_^.” tersenyum girang.

Begitulah cara recki menikmati hidupnya. Keren sekali..

Disekolah.
Iqbal bertanya kepada recki dengan wajah yang suram.
Iqbal: “kau tahu tidak.
Recki: “ape. Jawab recki sambil menggambar sesuatu,
Iqbal: “kita dijuluki raja mesum dan wakilnya.” Diam sejenak, mereka sangat suram.
Recki: “APAAA ? ooh iya aku sudah pernah mendengar sebelumnya.
Iqbal: “KAU SUDAH PERNAH DENGAR !? KENAPA TIDAK BERI TAHU KE AKU !”
Recki: “lihatlah, aku tidak ingin kau shock seperti ini. Jawab recki simple,
Iqbal: “TIIIIIIIDAAAAAAAK !!!”
Recki: “sudahlah, yang penting kita tidak melakukan sesuatu yang kurang ajar, kita hanya membicarakan kelebihan perempuan, itu saja kan.”
Iqbal: “Heeh.. Apa boleh buat, baiklah, aku mengerti.

Recki melihatkan gambar yang dia kerjakan selama percakapan tadi, ternyata dia menggambar sketsa ERA wc umum yang selama ini mereka impi impikan, dimana disetiap sudut tempat dikota manapun ada wc umum. Kalau itu terjadi recki dan iqbal tidak akan kesusahan mencari wc saat mereka sedang  di dalam kondisi danger. Mereka berdua tersenyum satu sama lain, sehingga terlihat sedang merencanakan sesuatu yang jahat.

Seseorang perempuan melihat mereka berdua  dan menelpon ayahnya.
“ayah, aku ingin pindah sekolah, aku takut..”

Setelah itu, dengan senangnya, recki dan iqbal pergi ke kantin,

Iqbal: “tumben sepi.
Recki: “sudahlah jangan dipikirkan, itu karena kita sedang dijahui.
Iqbal: “oh iya ^o^.”

Recki dan iqbal tidak perduli dengan apa yang orang katakan kepada mereka berdua, mereka hanya fokus dengan apa yang mereka inginkan.
Duduk di taman sekolah, dibawah  pohon yang rindang.
Iqbal: “reck, entah kenapa, erizkya enggan melihat kita Liqbal terlihat sedih.
Recki: “itu karena julukan kita, kau tahu” sambil meminum susu kotak.
Iqbal: “padahal kita orang baik baik saja, ya kan”
Recki: “itulah, tapi santai saja lah, kitakan ngk salah”
Iqbal: “aku hanya khawatir dengan imej kita disekolah”
Recki: “kita ini tidak jelek kau tahu, masih banyak perempuan yang mau sama kita”
Iqbal: “iya juga ya ^o^”
Iqbal lanjut main rubiknya, sementara recki hanya melihatnya.

Orang sekitar: “lihat ! dia sedang memainkan mainannya !”
Perempuan: “cepat panggil polisi !!”

Setiap apa yang recki dan iqbal lakukan, selalu dicurigai oleh orang sekolah, dan recki dan iqbal tidak tahu, kalau kabar mereka berdua sudah menyebar sampai kesekolah lain.
Saat perjalanan ke kelas.

Iqbal: “untung berita kita tidak sampai keluar sekolah ya reck ^_^”
Recki: “iya, kita ini masih beruntung ^_^”

Sesungguhnya mereka berdua tidaklah beruntung.

*
Di Tempat les,
Recki sangat serius belajar demi harapannya menjadi juara umum disekolahnya, saat break adalah saat paling recki senangi, karena dia senang melihat perempuan yang disukainya bercanda gurau dengan temannya, recki mendengar teman perempuan yang memanggil perempuan yang disukainya "git", recki langsung mencari di absen nama.
"git, git git" mencari nama di absen, "nah! Ini dia, gita anggita, nama ini tidak asing ditelingaku, juga saat pertama kali aku memandangnya, sepertinya memang aku pernah bertemu gita sebelumnya."

Bel berbunyi tanda pulang, dengan wajah yang berseri seri, recki membuka popcorn yang dia beli di kaki lima, seperti biasa dia menunggu gita dijemput oleh pacarnya, tapi bukan itu tujuannya, recki menunggu saat gita tersenyum saat di jemput pacarnya. Baginya seperti melihat matahari terbenam di hari yang senja ..

Disekolah, recki dan iqbal masih dijuluki raja mesum, tapi recki dan iqbal menghiraukannya dengan eskpresi orang yang tidak tau apa apa, saat kantong menipis, recki dan iqbal ketaman sekolah untuk menghemat. Kali ini iqbal memainkan rubik 4x4, Sampai jam istirahat selesaipun iqbal belum bisa menyelesaikannya.

Orang sekitar: "lihat!, master mesum memainkan mainannya, lihat lihat !, itu untuk mesum tingkat 8 !!"
Teman orang sekitar; " dari mana kau tahu itu tingkat 8 ."
Orang sekitar: "4+4 = 8 itu level tinggi kau tahu !"
Orang banyak: "ya ampun !, benar benar !"
Perempuan : "tolong ! Tolong !"
Banyak perempuan yang pingsan

Recki dan iqbal menganggap seperti tidak terjadi apa apa, dikelas mereka sangat serius belajar untuk membuktikan mereka bukanlah orang mesum seperti yang orang orang bayangkan. Iqbal sedih karena harapannya kepada erizkya telah sirna, alasannya karena julukan itu yang membuat erizkya tidak menyukai iqbal, iqbal memendam kesedihannya sendiri, recki tahu perasaan iqbal, dia ingin membantu tapi tidak tahu harus membantu apa.

Hari ke 19 les
Recki banyak membawa camilan karena belakangan ini pacar gita sering telat menjemputnya, di tempat les recki masih tidak mempunyai teman, sikapnya yang diam, itulah yang membuat orang tidak memperdulikannya. Saat break, gita duduk sendiri di depan sementara teman temannya yang dulu pindah duduk jauh dari tempat gita.

Recki: "tumben ngk nempel, biasanya kaya perangko, apa mungkin gita badannya bau !?, tidak tidak, fisiknya kelihatan bagus bagus saja, tapi ekspresinya, tidak seperti biasanya, apa mungkin dia kentut sehingga temannya menjauhinya, aku harus cari tahu, tapi bagaimana ?,"

Bel pulang berbunyi, waktu kesukaan recki, recki duduk di kursi tunggu tidak jauh dari tempat gita duduk, gita memurung, wajahnya cemberut, recki membuka kue rumput lautnya, sambil makan camilan recki melihat gita yang seperti boneka barbie, ditambah lagi dengan rambutnya melayang layang ditiup angin, recki semakin cepat mengunyah makanannya !. Bungkus ke 3 kue camilan jagung, sudah 1 jam berlalu, gita masih diam, tak lama recki maju 1 kursi mendekati gita, dan melanjutkan memakan makanannya. 2 jam berlalu, ditempat les sudah tidak ada orang lagi, hanya ada gita recki dan bunyi kriuk.
Recki: "jam berapa ini" melihat jam
Recki: "demi kapal flying dutchman !! Jam 10 !! Selama itukah aku mengunyah ?, saking asiknya melihat gita, aku sampai lupa waktu, gita sudah menunggu jemputannya selama 2 jam, bahkan lebih lama dari waktu kami les"

Recki memberanikan dirinya duduk disamping gita, saat recki duduk disamping gita, ternyata salama itu gita menangis..

Recki mendekati gita
Recki: "mau ngk" menawarkan camilan sambil mengunyah
Gita: "....." Gita masih menangis, menangis tersedu sedu, sambil menunduk

Mata gita memerah, wajahnya juga memerah, air mata gita seakan akan habis karena dia sangat ingin mengeluarkan air matanya, sampai sampai gita menggenggam tangan recki erat erat. Recki memegang kepala gita

Recki: "sudahlah.." Mengelus kepala gita
Gita: "di dia dan te teman temanku meninggalkan aku.." Gita menangis tersedu sedu
Recki: "hooh.. aku mengerti, karena apa mereka meninggalkanmu"
Gita: "aku mengingkari janji yang aku buat kepada mereka, aku tidak bisa datang karena aku demam."
Recki: "mereka seharusnya mengerti, tapi sudahlah git, aku dari tadi melihat kamu menangis, apa tidak bosan"

Gita menepuk kepala recki dan menggembungkan pipinya

Gita: "kalo aku bisa be berhenti menangis tidak mungkin aku terus menangis seperti ini, sakit tauk .."
Recki: "naah, begitu lebih baik"
Gita : "apanya yang baik"
Recki: "kamu tidak menangis lagi, itu lebih baik, dari pada melihat mu menangis, membuatku juga sedih"
Gita : "benarkah aku berhenti menangis"
Recki : "iya benar,"
Suasana senyap
Recki: "eeh, kamu pulang dengan siapa git"
Gita: "ngk ada, papa sama mama punya tugas di luar kota, aku tinggal sama bibi dirumah, jadi aku biasanya di jemput pacar aku, tapi pacar aku mutusin aku hanya karena aku ..." Ekspresi sedih
Recki: "karena apa ?"
Gita: "kau tidak perlu tahu" melipat tangannya di perut"
Recki: "sekarang jam setengah 11 malam, pulang yuk"
Gita: "dengan kamu ?, pakai apa ?"
Recki: " jalan kaki :)"
Gita: "yang benar saja ?!"
Recki: " jam segini mana ada taxi atau angkot lagi -_-"
Gita: "benar juga, tapi rumahku jauh dari sini."
Recki: "aku punya camilan, kita bisa jalan sambil makan."
Gita: "oo baiklah.."

Diperjalanan, hanya terdengar suara kriuk.

Gita: "aku mau tanya". sambil mengunyah
Recki: "apa"
Gita: " kamu kok mau nunggu aku dijemput"
Recki: "ee .. Sebenarnya aku tidak sedang menunggumu -__-, aku hanya kebetulan duduk dan melihatmu sendirian" Recki berhenti makan.
Gita: "tapi aku sering melihatmu makan kue saat pulang dari les" sambil mengunyah
Recki: "itu hobiku"
Gita: "ooh,.."

Tiba tiba terdengar suara perut menggerutu, “grooowt..”

Recki: "sepertinya aku mendengar suara kepedihan"
Gita: "itu suara perutku (˘̩̩̩^˘̩ƪ) "
Recki: "eeeh, baiklah, kita makan mie ayam itu, gimana”
Gita:  “baiklah,” ekspresi heran

Ditempat itu sudah sepi, hanya mereka berdua yang makan disitu, saat mie ayamnya datang

Recki: “ini dia”
Gita: “apa ini ?”
Recki: “kau tidak pernah makan ini ?”
Gita: “ngk pernah, tapi aku pernah dengar namanya”
Recki: “cobain dulu”

Saat menyantap sendok pertama, gita langsung melahap habis mie ayamnya dan memesan lagi dengan versi jumbo, itu saja tidak cukup, dia nambah sampai 4 mangkuk, recki tersenyum heran, pakai apa dia membayarnya nanti.

Recki: “waah, hebat, baru kali ini aku melihat perempuan seperti mu”
Gita: “kau tidak suka” meminum teh hangat
Recki: “aku malah senang melihatmu makan seperti itu ^_^”
Gita: “kau tahu, ini sebabnya aku diputusin pacar aku, dia malu dengan orang orang”
Recki: “seharusya dia bangga..”
Gita: “heeh ? tadi kau bilang apa, aku ngk dengar”
Recki: “eee... ngk ada apa apa”
Gita: “sepertinya aku tidak bisa  berjalan lagi -__-“
Recki: “haaah !?”
Gita: “hehehe, ngk kok, becanda,, yuk antar aku pulang”
Recki: “heeh, kalau saja benar, bisa mati aku. aku bayar dulu, tunggu di sini ya

Recki menggunakan uang buku untuk membayar makanannya. Setelah sampai dirumahnya,  melihat rumah besar nan mewah, Recki bergumam di dalam harinya. “dirumah sebesar ini, hanya tinggal seorang perempuan ?, apakah tidak apa apa.

Gita: “makasih udah nganterin aku, ooh iya makanannya juga ..”
Recki: “iya, sama sama, aku pulang dulu sampai ketemu besok di tempat les”
Gita: “oke ^_^”

Disekolah, recki lebih sering tersenyum , itu membahayakan untuk dirinya, banyak orang yang saking menjauh dari recki. Hanya susu kotak dan iqbal yang menemani istirahatnya, mereka berdua sudah terbiasa dengan anggapan buruk orang kepada mereka.

Recki : “kau mau makan apa bal -_____-“
Iqbal: “titip beli kue aja yang 500 san”
Recki: “baiklah, tunggu disini”

Recki: “nihh, mau kau apakan benda ini”
Iqbal: “makan ?”
Recki: “ooh..”

Begitulah setiap harinya mereka menikmati hidupnya di sekolah.

Ditempat les, gita duduk disamping recki, sementara itu, teman teman gita sedang menggosip tentang gita dan recki,

Teman gita: "kenapa dia mau duduk disitu, aku dengar recki itu orangnya mesum"
Teman gita 2: "aku dengar juga begitu, sebaiknya kita memberi tahu gita, sebelum terjadi apa apa dengan dia"
Teman gita: "siapa yang peduli, bahkan pacarnya saja meninggalkan dia"

Recki pura pura tidak mendengar, bel pulang berbunyi, recki menunggu diruang tunggu dengan kue 500an di tangannya, gita menghampirinya.

Gita: "recki.."
Recki: "eem.." Sambil mengunyah
Gita: "antar aku pulang.."
Recki: "baiklah, mau naik taxi apa naik bis"
Gita: "jalan kaki"
Recki: "baiklah.., kau mau ?" Menawarkan kue
Gita mengambil kuenya dan langsung memakannya, diperjalanan gita memegang foto mantannya, dia masih ingin bersama arif, recki mengetahui segala tentang gita dan pacarnya melalui facebook.

Recki: "aku mengerti, sudahlah jangan cemberut, akan aku bantu"
Gita: "kau bisa apa"
Recki: "arif itu ternyata teman sd aku, sampai sekarang kami juga masih akrab"
Gita: "benarkah, kalau begitu bantu aku, aku tidak tahu kau akan membantu apa tapi aku harap kau akan sangat berguna, hahaha.."
Recki: "heei, ingat, aku lakukan ini supaya kau tidak sedih"
Gita: "baiklah, baiklah, gimana kalau kau benar benar membantuku, aku akan mentraktir mu makan di tempat mie ayam itu, pokoknya sepuasnya deh :)"
Recki: "heeh, itu sudah cukup, okeh, aku akan mulai besok"

Disekolah recki menghampiri arif yang ternyata 1 sekolah dengan nya, arif tidak menganggap recki yang macam macam, karena dia tahu recki bukanlah orang yang seperti di bicarakan orang orang"

Recki: "rif, arif, sini dulu"
Arif: "ooh, recki, lama ngk berjumpa, apa kabar"
Recki: "baik, ketaman yuk, aku traktir kue yang 500an"
Arif: "kau memang tidak berubah -__-, baiklah"
Sesampainya ditaman

Recki: "kau mantannya gita kan"
Arif: "kau tahu ?"
Recki: "jelas aku tahu, dia sering bercerita tentangmu"
Arif: "aku tenang dia teman dekatmu"
Recki: "kenapa kau memutuskannya, kau tidak tahu betapa sedihnya dia"
Arif: "...."
Recki: "kau termakan kata kata buruk tentang dia ?? Kalau kau pikir gita itu orang yang buruk, kau salah besar."
Arif: "bukan itu !"
Recki: "....."
Arif : "terlalu cepat untuk kau mengetahuinya, aku kekelas .."
Recki : "aku tidak mau membuatnya sedih !, kau harus meminta maaf kepadanya !, arif !"

Arif masih saja berjalan menuju kelas tanpa menghiraukan perkataan recki. Mulai dari itu arif mulai tidak memperdulikan recki.

·         Recki
Aku terdiam melihat arif yang begitu dingin terhadap aku, aku tidak tahu kenapa dia memutuskan gita yang begitu baik, aku juga tidak ingin gita sedih.

Seperti biasa aku pergi les berjalan kaki..
Gita tidak masuk les hari ini, aku tidak konsen belajar memikirkan apa yang sedang dia lakukan, sepulang les aku kerumah gita, dirumahnya tidak ada suara dan sangat sepi, aku berdiri sambil memegang buku catatan di depan rumahnya. Mendengar apa yang ia katakan kemarin, pasti dia sedang menangis saat ini..

Disekolah, recki menjadi lebih pendiam, iqbalpun heran.
I“tumben sekali, biasanya dia mencari mainan saat seperti ini, sebaiknya aku diamkan saja dulu”
Iqbal: “heii, jangan melamun, ayo ke kantin”
Recki: “ngk ada uang”
Iqbal: “aku traktir kue 500an”

Di taman
Recki: “kalau aku membantu perempuan yang aku suka untuk kembali ke mantannya apakah tidak masalah
Iqbal: “aku tidak tahu, mungkin itu tergantung kepadamu” sambil memakan kue abon
Recki: “aku tidak suka melihat dia sedih, jadi aku memutuskan untuk membantunya, supaya dia lebih baik”
Iqbal: “sepertinya itu baik, tapi lakukan saja apa yang telah kau mulai, mungkin saja kebaikan mu  akan membawa kebaikan untukmu”
Recki: “sangat susah, kalau aku tidak bisa menyelesaikan masalah ini, apakah dia semakin sedih”
Iqbal: “tidak tahu..” sambil mengunyah

Sepulang sekolah dirumah recki, recki batuk darah, sepertinya penyakitnya dulu datang lagi..

Di tempat les, gita duduk di samping recki
Gita: “nanti pulang, antar aku”
Recki: “ee.. eem..”

Sepulang les di jalan,
Gita: “kau bicara apa sama arif”
Recki: “aku hanya bertanya kenapa dia memutuskanmu”
Gita: “apa katanya”
Recki: “dia bilang, terlalu cepat untuk kau ketahui, terus, dia mulai cuek sama aku”
Gita cemberut
Recki: “tenang saja git, aku akan berusaha untuk membujuknya” sambil mengelus kepala gita
Gita: “aku tidak tahu bagaimana aku membalas kebaikanmu”
Recki: “katamu dengan mentraktir aku makan mie ayam sepuasnya, kau ingat..”
Gita: “kau yakin hanya itu”
Recki: “kenapa tidak”

Setelah mengantar gita kerumahnya, dijalan recki batuk berdarah, ada pendarahan di paru parunya, tapi recki menghiraukannya. Recki termasuk orang yang tertutup dengan orang tuanya, dia tidak mau membuat orang tuanya susah.

Disekolah,
Iqbal: “hei hei, kenapa belakangan ini kau sering melamun”
Lutfi: “hei man !, aku jarang melihatmu menggila lagi, ada apa”
Iqbal dan recki: “siapa yang kau maksud gila..”
Karena lutfi takut
Lutfi: “ee,, aku yang gila man !”
Ilyas: “betul man !”

Senyap sejenak
Karena perkataan ilyas, ilyas dan lutfi berkelahi, sudah biasa mereka seperti ini.

Lutfi: “apa maksud parkataanmu man”
Ilyas: “aku hanya meluruskan apa yang kau katakan”
Dan akhirnya terdengar suara “bag, bug, bag, bag, plak!” terakhir terdengar suara ledakan.

Recki dan iqbal ke taman, tanpa camilan, tanpa mainan, mereka hanya duduk saja disana sambil merasakan angin yang berhembus, saat pulang dari taman mereka lewat wc perempuan, terdengar suara teriakan perempuan dan setelah itu menghilang, recki dan iqbal langsung berlari ke wc perempuan, ternyata ada orang yang mau memperkosa anak perempaun, recki langsung memukul pria itu, dan iqbal menyelamatkan perempuan itu, datang lutfi, dengan cepat lutfi melpas bajunya dan menutupi tubuh perempuan itu, datang ilyas dan bergegas melepas celananya dan menutupi bagian bawahnya, mereka bertiga sibuk mengurus perempuan yang tidak berpakaian. sementara recki sedang dipukuli orang, mereka pikir recki akan menang, tapi kenyataanya malah recki yang bonyok

Recki: “hei, tolong aku !”
 setelah berkata itu recki dipukul tepat di dadanya dan tersentak recki mengalami pendarahaan melawati hidung dan sesak napas, pria itu di amankan oleh lutfi dan ilyas, ilyasa seperti pegulat karena dia hanya memakai kolor, dan lutfi hanya menggunakan kaos, mereka berdua sudah sangat terlihat seperti orang gila,

ilyasa: “cepat panggil guru bal”
lutfi: “cepat man !!”
iqbal: “tapi perempuan ini..”

datang dindo membawa guru, dan pria itu di keluarkan dari sekolah, setelah kejadian itu, recki dan iqbal terlepas dari julukan raja mesum mereka, buruknya, penyakit recki menjadi parah, ilyasha dan lutfi dengan kerennya keluar dari wc perempuan, semua murid sudah banyak berdiri disekitar situ, ilyasa dan lutfi tebar pesona, namun semua orang disitu tertawa terbahak bahak karena lutfi yang lupa hanya memakai kaos, dan parahnya ilyasa yang hanya memakai kolor. Dari hari itu, lutfi dan ilyasha tidak masuk sekolah sampai 1 minggu. Perempuan yang mereka selamatkan namanya gina, sepupunya gita.

1 minggu dari kejadian itu semua sudah kembali seperti biasa, semua orang menganggap kejadian itu tidak pernah terjadi, saat istirahat seperti biasa recki dan iqbal duduk ditaman, gina datang.

Gina: “recki... terima kasih yang waktu itu”
Recki: “emm, sama sama” sambil meminum susu kotak
Gina: “boleh aku duduk”
Recki menaggukkan kepala
Gina: “ternyata aku salah menilai kalian berdua”
Iqbal: “sudah aku duga, aku tidak seburuk yang kalian pikirkan” menyilangkan tangan di dada
Recki: “lain kali lebih hati hati”
Gina: “baiklah”
Recki: “sepertinya aku pernah melihat seseorang mirip sekali denganmu”
Gina: “gita, dia itu sepupuku”
Recki: “namanya juga hampir sama”

Ditempat les
Gita: “biar aku tebak, kau dipukili karena menyelamatkan orang, ya kan?
Recki: “kau tahu dari mana”
Gita: “gina memberi tahu aku, tebakan ku benar, rumor kalau kau adalah raja mesum adalah salah besar”
Recki: “tentu saja -__-“
Gita: “hahaha, kau lucu sekali”
Recki: “apa ada yang lucu”
Gita: “hahahahahaha, kau bodoh tapi lucu”
Recki: “apa maksud perkataanmu itu -__-“
Gita: “tidak tidak, hahahahaha” gita tertawa sampai mengeluarkan air mata
Gita: “aku mengingat cerita temanku tentang mu disekolah, hahahahaha”
Recki: “itu bukan hal yang patut ditertawakan -___-“
Gita: “hahaha, oke oke, hari ini kita makan mie ayam aku yang traktir”
Recki: “baiklah”

Gita sudah mulai bisa tertawa, bahkan sampai mengeluarkan air mata, gita mengejek ngejek recki di perjalanan, sementara recki pura pura tidak mendengarkannya.

Recki: “berhenti lah mengejek ku, tidak kah kau bosan ..? -___-“
Gita: “aku tidak bisa berhenti, hahahahaha”
Recki: “oke, akan aku tunggu sampai kau bosan.”

Sampainya di tempat mie ayam, gita berhenti tertawa, saat recki memakan mienya, gita menahan tertawa karena tidak sanggup melihat wajah recki. Recki membiarkan dan melanjutkan makan mie ayamnya, setelah itu mereka pulang dengan perut kembung.

Disekolah, istirahat, recki melihat arif di taman sendirian,

Recki: “hei..”
Arif: “apa..”
Recki: “tadi malam aku makan dengan gita”
Arif: “baguslah..”
Recki: “kau tidak cemburu..?”
Arif: “kalaupun aku cemburu aku tidak bisa berbuat apapun”
Recki: “tidak tidak,  aku hanya berteman saja dengan gita, dia sering membicarakan kau“
Arif: “saat itu, yang aku suka sebenarnya bukan gita”
Recki: “....”
Arif: “aku hanya mendekati gita untuk menanyakan tentang gina, tapi malah gita yang suka sama aku, dan gita menganggap kalau aku pacarnya”
Arif: “aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, aku tidak menyukai gita, tapi dia sudah terlanjur suka sama aku, dan aku membiarkan itu”
Recki: “kalau kau memang tidak suka katakan saja, tidak perlu kau menyakiti hati gita sampai dia menangis, kau membiarkan gita sendiri menunggu di tempat lesnya, kau tidak tahu betapa sedihnya dia saat itu”
Arif: “aku tahu, tindakan aku salah”
Recki: “terus kalau kau salah, kau meninggalkan masalah itu tanpa menyelesaikannya”
Arif: “aku tau, tapi saat ini sangat berbeda dari sebelumnya”
Recki: “apa..”
Arif: “aku tidak tahu kenapa, aku tiba tiba menjadi suka sama gita, aku tidak tahu harus bagaimana”
Recki: “yakin kau suka sama gita”
Arif: “aku yakin sekali, setiap malam mau makan aku selalu memikirkannya”
Recki: “aku akan membantumu”
Arif: “kau serius ??”
Recki: “aku serius, tapi aku punya syarat, kau tidak boleh menyakiti hati gita lagi, jangan sampai membuat hal apapun yang bisa membuat dia menangis”
Arif: “baiklah baiklah !! aku tidak akan membuat gita menangis lagi !!”
Recki: “oke, nanti aku kabari”

Recki sebenarnya sangat marah kepada arif, karena sudah membuat gita menangis, tapi ini adalah kesempatan bagi gita untuk kembali kepada arif.

Ditempat les, gita melihat recki menggambar animasi yang tidak karuan,
Gita: "apa yang kau gambar.."
Recki: "ini adalah jurusku supaya tidak bosan dikelas"
Gita: "ooh"
Recki: "nanti pulang aku mau traktir kamu, mau makan apa ?, pokoknya aku yang traktir"
Gita: "tumben ...?"
Recki: "aku lagi ada uang, mau ngk"
Gita: "mau dong.." Tersenyum

Seppulang dari les, di perjalanan, tanpa memikir panjang, dia memilih warung makan yang paling tidak enak yang pernah mereka rasa, namun harganya murah,

Recki: "yakin mau makan disini ?, kau kan tahu rasanya seperti apa .."
Gita: "tapikan disini murah"
Recki: "percuma saja, tapi kalau rasanya tidak enak, menurutmu bagaimana rasa mie ayam disini, kalau menurut aku rasanya tidak enak"
Gita: "eem.. Tergantung sih, kalau makannya sama kamu rasanya jadi enak.."
Recki: "ngk ada hubungan -___-, baiklah kalau begitu kita makan disini"

Gita sudah bisa bercanda dan tertawa, recki dan gita sendiri lupa kalau gita sudah tidak bersedih lagi, perlahan gita mulai bisa melupakan arif, namun recki masih tetap membantu gita dan arif kembali. Karena itu adalah keinginan gita, recki tetap konsisten dengan itu.

Dan sebenarnya, gita mulai merasa nyaman saat bersama recki..

Diperjalanan pulang mengantar gita

Recki: "kayanya hari ini hari terakhir aku mengantar kamu pulang.."
Gita: "... Kenapa ?"
Recki: "mulai besok kamu tidak pulang berjalan kaki denganku, kau akan dijemput seseorang yang kau suka" tersenyum
Gita: "ta..tapi"
Recki: "lihat siapa yang akan menjemputmu besok" :)
Gita: "eee.. Baiklah"
Recki: "pokoknya, kamu akan senang  .." :)

Sesampai dirumah gita,
Recki: "hari ini, hari terakhir aku mengantarmu pulang.."
Gita: "gimana kapan kapan kita pulang sama sama lagi"
Recki: "boleh saja selama tidak menganggu hubungan kalian.."
Gita: "hubungan apa..?"
Recki: "eehh, bukan, bukan apa apa, daah, aku pulang dulu .."
Saat recki berjalan pulang, gita memanggil recki..

Gita: "recki..,! Tunggu .."
Recki menghadap belakang dan gita langsung mencium pipi recki.

Gita: "terima kasih ya, sudah mau membantuku, dan sudah membuatku merasa lebih tenang" :)
Recki: "eeh, sama sama"
Recki diam seperti patung, karena baru itu dia dicium perempuan selain ibunya.

Gita: "pokoknya, terima kasih banyak ya recki" :) tersenyum
Gita berlari masuk kedalam rumahnya, dan recki masih berdiri didepan rumah gita.

Recki:  “ini bukan mimpikan..., mungkinkah orang yang didalam mimpi itu adalah gita...”

Recki berjalan di tengah kesepian, di malam yang sunyi..  merasakan hal itu pernah terjadi sebelumnya.

Recki: “aku tidak tahu apa yang aku rasakan sekarang, dadaku terasa sakit..”

Recki berhenti dan duduk di kursi ditepi jalan..

Recki: “aku yakin.. perempuan yang didalam mimpi itu adalah dia.. kalaupun iya, aku bisa apa.. aku sudah terlanjur janji sama gita, dan juga arif. Aku harus menepati janji mereka, walaupun terasa sakit untuk ku” berlinang air mata.

Recki berjalan kerumahnya sambil menangis

Disekolah,  istirahat, recki menundukkan kepalanya, iqbal hanya terdiam membaca novel, karena dia tahu apa yang terjadi hanya melihat ekspresi recki seperti itu,

Iqbal: “sudahlah recki, tidak ada gunanya seperti itu”
Recki: “....”
Iqbal: “heeh, ayo ketaman, aku traktir makan nasi kotak”


Recki masih membisu, tapi dia berdiri dan berjalan menuju taman, dan iqbal pun mengikutinya.

Iqbal: “aku tidak pernah melihatmu murung seperti ini, ada apa”
Recki: “kalaupun aku jelaskan kau tidak akan mengerti”
Iqbal: “aku mengerti.. sepertinya berat bagimu.. tapi kalau ada perlu bantuan kau bisa menghubungi ku”
Ilyasa dan lutfi: “hubungi aku juga..” tiba tiba datang
Ilyasha: “hubungi aku, kalau aku bisa membantu, aku akan membantu”
Lutfi: “aku akan senang bila aku bisa membantumu”
Ilyasha: “hey.. kemana kata man mu”
Lutfi: “sesekali aku menampilkan gaya cool ku”
Ilyasha: “sudahlah jangan kau hiraukan lutfi, dia memang begitu”
Recki: “terima kasih sudah menawarkan, akan kuhubungi kalian jika aku butuh bantuan, sepertinya aku menjadi lebih baik sekarang, terima kasih bal, yas , lutfi..”
Iqbal, ilyas dan lutfi: “yokey broww !!”

Recki  beruntung memiliki teman seperti ilyasha lutfi dan iqbal, ilyasha adalah seseorang chuunibyou yang menganggap dirinya adalah assassins, bersama temannya dindo dan hasan, dindo adalah teman recki juga, dia adalah wakil dari ilyasha, dan sementara hasan adalah ketua dari grub mereka, assassins. Tidak ada yang tahu di dalam dari kepolosan mereka terdapat jiwa yang liar,  dan iqbal adalah anak yang pendiam, tidak banyak bicara, tapi sekalinya bicara, topicnya selalu membahayakan, iqbal termasuk genre jiwa yang liar. Lutfi adalah seseorang murid yang paling banyak fansnya di antara recki, ilyasha, iqbal, dan hasan, karena wajahnya mirip jarjit, jadi para perempuan senang memanggilnya bahkan manghampirinya.

Recki menghampiri arif dikelasnya, dia hanya berkata kepada arif, “pulang les, jangan lupa menjemput gita, katakan yang ingin kau katakan, bila perlu minta maaf terlebih dahulu, ini kesempatanmu”. Setelah itu recki langsung berjalan menuju kelasnya.




Di tempat les,

Gita : “recki..”
Recki: “heem..” sambil memainkan pen nya
Gita: “aku mau pulang sama kamu aja..”
Recki: “hari ini ada tugas kelompok, rumah temen aku juga agak jauh dari sini”
Gita: “aku maunya pulang sama kamu ..”
Recki: “tadi arif ke kelas, katanya dia mau jemput kamu.., lagi pula aku mau kerja kelompok juga”
Gita: “ohh, begitu, pokoknya kapan kapan pulangnya sama kamu ya”
Recki: “iya..”

Sepulang les, gita dan recki menunggu di ruang tunggu,

Gita: “sudah lama aku ngk dijemput dia, perasaan aku jadi gugup” memeluk tangan kiri recki
Recki: “gugup itu sudah biasa, nanti juga ngk lagi” menepuk pundak gita
Gita: “ya.. sepertinya sih begitu..”

Arif datang menjemput gita,

Recki : “nah itu dia arif”
Gita: “aku pulang dulu ki..”
Recki: “oke..”

Setelah gita pulang, recki masih terduduk di ruang tunggu, kerja kelompok yang dia bilang sama gita sebenarnya tidak ada, itu supaya gita tidak pulang dengan dia..

Recki: “akhirnya.. janji ku sudah kutepati..” menghela nafas

Tak lama, tiba tiba, air mata recki mengalir tanpa ia sadari..

Recki: “.... kenapa... kenapa aku menangis, seharusnya aku senang melihat gita senang”

Air mata recki semakin mengalir deras..

Recki: “aku tahu kenapa aku menangis..., aku memang telah menepati janji ku, tetapi..”

Recki: “tetapi... aku kehilangan gita yang selama ini selalu berada disisiku... walaupun begitu, kesenanganku tidaklah penting, aku hanya ingin melihat gita bahagia, karena itu.. aku tidak boleh mengingkari janjinya..”

Sementara itu,

Sudut pandang gita
“tidak tahu kenapa, aku merasa lebih nyaman ketika dekat dengan recki, perasaanku yang dulu sepertinya sudah terlupakan semejak hadirnya recki dikehidupanku, aku selalu bersandar dikebaikannya, di saat aku sedih, di saat aku menangis, dia selalu ada untukku. Hanya dia yang bisa membuatku lupa akan kesedihanku, aku menghiraukan orang yang selalu ada untukku, yaitu dia.. recki.. tapi dia hanya tersenyum walaupun aku melakukan hal yang tidak dia senangi.”

“suasana saat aku bersama arif, sangat jelas berbeda ketika aku bersama recki, saat bersama dia, aku bisa tertawa bersama...”

Disekolah, istirahat, recki ke taman, dia terdiam di bawah pohon sambil meminum susunya, tiba tiba datang arif

Arif: “hoi recki..” dengan ekspresi ceria
Arif: “makasih yaa, tadi aku makan malam sama gita ^_^”
Recki: “sama sama, aku kan sudah bilang mau membantu”
Arif: “sebagai gantinya, aku traktir kamu makan, sepuasnya deh”
Recki: “ngk usahlah, daah, aku mau ke kelas”

Dari kejahuan  arif teriak “terima kasih recki !!” sementara recki terlihat murung

Di lantai 2
Hasan: “arif teriak teriak tuh”
Ilyasha: “yee aku dengar”
Lutfi: “kenape arif teriak terima kasih ke recki tuh.. lebay maan”
Iqbal: “jelas sajalah, recki udah membantu arif mendekatkan gita sahabatnya recki.. lebih tepatnya, perempuan yang recki suka”
Hasan: “haah ?? kok recki mau”
Ilyasha: “aku tahu, aku tahu”
Iqbal: “menurutku, gita pernah bilang dia suka sama arif, ya kalian tahu recki bakalan ngapain setelah mendengar itu”
Hasan: “biasanya dia langsung bilang aku akan membantu kaya pahlawan gitu”
Ilyasha: “tebakanku benar..”
Dindo: “orang yang hebat..”

Tidak sengaja saat gina jalan ke kelas, dia mendengar percakapan mereka,  gina tidak terkejut, karena dia sudah tahu sejak awal, gina sering melihat recki murung belakangan ini, dan disisi lain gina juga mendengar kalau gita dan arif kembali  lagi.

Gina: “andaikan perempuan yang kau sukai adalah aku recki...”

Sepulang sekolah, gina mampir kerumah gita, dia awalnya membicarakan tentang keadaan sekolahnya masing masing, dan pada akhirnya gina menanyakan hal inti.

Gina: “git, kau tahu tidak, kalau recki belakangan ini sering murung sambil duduk dibawah pohon”
Gita: “aku tidak tahu..”
Gina: “dia tidak pernah bercerita ?”
Gita: “dia tidak pernah bercerita tentang dirinya,”
Gina: “git.., recki itu suka sama kamu.. hanya saja kau pernah bilang kalau kau ingin kembali lagi ke arif, jadi tanpa berfikir panjang dia akan bilang akan membantumu”

 “aku tidak pernah berfikir kalau recki suka sama aku, kalau saja aku cepat menyadarinya, aku akan mengatakan kepadanya untuk tidak membantuku.”

Sementara itu, recki sedang duduk di tepi danau, recki menyembunyikan penyakitnya yang memparah semenjak kejadian di wc itu, hidung recki keluar darah, dan recki mulai susah bernafas, karena pendarahan paru paru. Recki menangis tersedu sedu mengeluarkan perih hatinya. Melihat keadaannya, recki membuka tabungannya, dan mulai menghitung isinya, semua uang itu dia belikan barang untuk teman temannya, dia membelikan hasan iqbal ilyasha dindo dan arif jaket assassins supaya mereka bisa memakainya bersamaan, untuk teman teman yang lain, dia membelikan barang kesukaan mereka, untuk gina, recki membelikan baju, dan untuk gita recki membelikan boneka dan kalung yang pernah dia ingin beli. Sepulangnya, recki mengeluarkan darah lagi lewat hidungnya. Recki cepat cepat pulang dan mengompres hidungnya dengan tissu. Malam ini recki tidak les karena keadaannya. Sepulang les gita menghampiri rumah recki dengan jalan kaki dan meng sms arif dia pulang dengan temannya.

Gita: “assalammualaikum, reckinya ada..”
Ibu recki: “ada dikamar, silahkan masuk”
Gita: “.....”
Ibu recki: “kamar recki, lurus naik tangga, belok kanan..”
Gita: “oo iya..”

Recki sedang duduk dikursi sambil menggambar animasi, gita mengetuk pintu

Gita: “recki, boleh aku masuk”
Recki: “silahkan..” menyembunyikan gambarannya
Gita: “kok hari ini ngk les ?”
Recki: “aku kurang enak badan hari ini”
Gita: “ooh gituu, ngomong ngomong, kamar kamu bagus juga, ngk kaya kamar gina yang berantakan..”
Recki: “itu karena aku selalu membereskannya, eh kesini dengan siapa?”
Gita: “aku kesini jalan kaki”
Recki: “sendirian ...??”
Gita: “yaap.. ^_^”
Recki: “kenapa ngk minta antar sama arif aja”
Gita: “ngk ah, ntr pulangnya aku ngk bisa sama kamu”
Recki: “ooh, segitunya..”
Gita: “sekali sekali kan ngk apa apa” menggembungkan pipinya
Recki: “lain kali jangan lagi ya, sms aku aja”
Tiba tiba terdengar suara perut menggurutu...

Recki: “ayo aku antar pulang, sambil cari makan di jalan”
Gita: “pakai apa ??”
Recki: “kali ini kita pake sepeda, gimana. ?”
Gita: “waaah” mata gina berbinar binar
Recki: “eem,, kenapa, jangan bilang kau tidak pernah naik sepeda.”
Gita: “tidak tidak, hanya saja ini pertama kalinya aku dibonceng pakai sepeda..”
Recki: “aku juga pertama kalinya membonceng orang..”
Gita: “ooh .. ayo cari makan dulu”
Recki: “oke..”

Gita memeluk recki saat berboncengan disepeda, dan semakin erat ketika recki mengengkol sepeda,
Recki: “eekh,, git, gita, aku ngk bisa bernafas..”
Gita memeluk recki dari belakang,
Gita: “aku senang sekali recki...” tersenyum menangis

Recki juga senang sekali pada saat itu

Gita: “aku tidak pernah merasa sesenang ini..!” sepertinya suara gita teriak sama saja dengan nada bicara aku yang sedikit dibesarkan
Saat turunan,

Gita: “aaaaaaaaaaaa !!!!” teriak
Recki: “aaaaaahahahahahaha!!!!”
Gita: “recki ayo naik lagi”
Recki: “haah ?? turunnya aja enak, naiknya ?”
Melihat wajah gita murung
Recki: “eeh, baiklah baiklah, ayo naik lagi, tapi yang ini terakhir yaa..”
Gita: “baiklah ^_^”

Dan mereka teriak teriakan lagi, namun penduduk setempat keluar dan memarahi mereka, dan merekapun kabur,

Gita: “hahahahaha, asik sekali tadi..”
Recki: “aku mau jantungan tadi” recki berbicara sambil ngos ngossan
Gita: “tapi asik sekali”
Recki: “iya iya.. oke kita sudah sampai..”

Sesampainya di warung makan, mereka pun makan dengan lahapnya, gita yang kelaparan, dan recki yang belum makan juga dari tadi siang membuat orang sekitar menganga. Setelah makan, recki mengantar gita. Di perjalanan, mereka berhenti sebentar dan duduk dikursi pinggir jalan,

Recki: “heeh, istirahat dulu ya disini..”
Gita: “eem, heh recki, belikan aku minuman”
Recki: “baiklah, tunggu disini ya, mau nescafe, pulpy, atau apa”
Gita: “aku suka yang jeruk jerukan, pulpy orange aja deh..”
Recki: “sebentar..”
Recki membeli minuman di mesin minuman yang tak jauh letaknya dari tempat mereka berhenti,

Recki: “nih minuman nya”
Gita: “thanks ya”
Recki: “oke, oke”
.......
Gita: “haaa, angin malam begitu dingin..”
Recki: “benarkah...? ooh iya ya”
Recki melepaskan jacketnya dan menyelimutinya ke gita,

Gita: “makasih..”
Recki: “iya, masa aku diam aja ngeliat kamu kedinginan..”
Gita: “oowh.. kalau begitu, makasih lagi..”
Recki: “iyaa, iyaa...”

Tiba tiba gita bersandar di bahu recki, recki kaget akan hal itu, dia hanya diam saja seperti patung

Gita: “aku senang sekali berada di dekatmu ^_^”
Recki: “aku tau kenapa kau senang jika didekat ku -__-“
Gita: “kenapa..?”
Recki: “gimana tidak, kau selalu minta traktir makan sama aku -__-“
Gita: “yaa, itu termasuk juga sih... tapi intinya bukan itu”
Recki: “kalau boleh ngk tau, apa intinya”
Gita: “loh.. kok boleh ngk tau..”
Recki: “becanda becanda, emang apa intinya”
Gita: “intinya... apa yaa..”
recki: “apaaa...”
gita: “apa yaa..” sambil tersenyum
recki: “...”
gita: “eee...gimana ya.... ”
gita: “intinya... Ada deeeh ;)
recki terdiam

recki: “bilang aja benar -__-..”
gita: “hahaha...”
Recki: “yuk pulang, udah malem, nanti dimarah sama bibi”
Gita: “eeh,, tapi aku ingin lebih lama lagi
Recki: “nanti aku ajak kamu ketempat yang bagus..”
Gita: “benarkah ? kapan ?
Rekci: “nanti aku pastikan, ayo aku antar pulang”
Gita: “aku tunggu ya.. “

Recki mengantar gita kerumahnya, pulang dari rumah gita, recki tidak menaiki sepedanya, dia berjalan sambil mengandengi sepedanya..

“apa ini... dadaku semakin terasa sakit.. apa mungkin ini karena aku terlalu lama memendam perasaan ini..”
“tapi.. aku telah berjanji .. mungkinkah aku akan mengingkari janjiku,  tidak tidak..  aku tidak bisa membuat arif sedih,”

“bagaimana aku bisa menghilangkan perasaan ini, aku sudah tidak tahan.. walaupun aku ingin sekali bisa mendapatkan hati gita, tapi itu tidak mungkin,..” menangis sambil memegang dadanya

“yang harus aku lakukan adalah, menahan rasa sakit ini, aku tidak ingin orang khawatir kepadaku.. aku tidak ingin gita menangis karena keadaanku.. orang tuaku juga sudah susah karena biaya penyakitku ini.. aku tidak bisa membuat mereka khawatir, semoga saja.. aku mendapatkan akhir yang baik didunia ini...”

Recki duduk di tempat tadi dia duduk bersama gita di tepi jalan, hidungnya mengeluarkan darah karena tertekan akan sesuatu, recki mengelapnya dengan tisu pemberian gita”

Disekolah, recki mulai lebih ceria dari biasanya, tapi tidak ada yang tahu kalau sebenarnya dia sedang menahan sakit, terkecuali iqbal, ilyasha and the geng, dia tahu dari smp recki mempunyai penyakit yang parah, dia tidak bisa tertekan, kalau tertekan penyakitnya kambuh dan menjadi semakin parah, dan belakangan ini recki terlihat sering tertekan. Tapi iqbal diam saja, dia hanya bisa membantu recki untuk meredakan rasa sakitnya tanpa diketahui recki, dengan cara berbicara dibawah pohon ditaman sekolah, tanpa recki sadari, cara itu bisa membuatnya sedikit lebih tenang..

Hasan, ilyasha, dan dindo juga serupa, mereka tahu kalau recki sedang memendam rasa sakitnya, jadi mereka juga ikut menenangkannya dengan cara mereka sendiri, ilyasa mengajak recki berbicara tentang menjadi hacker, hasan mengajak recki berbicara tentang cara menjadi seorang assassins, dan dindo mengajak recki berbicara tentang cara menjadi seorang playboy.
Walaupun kelihatannya mereka terlihat tidak perduli satu sama yang lain, tapi disamping itu, mereka sebenarnya perduli dengan sesama, hanya saja mereka malu untuk menunjukkan kebaikannya, disaat dindo sedang di bully kakak kelas, tidak tahu dari mana asalnya, datanglah si ilyasha, dan hasan dengan memakai jaketnya, habis habisan mereka membantu dindo, iqbal yang sedang di palak abang kelas, dindo yang membantu. Walaupun begitu, mereka tidak pernah mengungkit ungkit kebaikan mereka, karena mereka pikir, memang seharusnya teman itu membantu tanpa pamrih.

Recki dan teman teman bercanda di bawah pohon di taman sekolah, sepertinya recki sudah tidak bersedih lagi, itu akan membuatnya lebih baik, bahkan penyakitnya bisa seketika hilang ketika dia sudah melupakan rasa tertekannya. Pulang sekolah, mereka pulang mengantar recki kerumah dengan jalan kaki,

Ilyasa: eeh, kita duduk disini dulu, tunggu ya, aku beliin jus”
Hasan: “aku yang apel yas”
Dindo: “aku yang nanas”
Iqbal: “merah adalah tanda perjuangan, aku pilih jus strawberry”
Recki: “eemm, aku serterah aja..”

Ilyasa: “nihh..”
Dindo: “tumben..”
Ilyasa: “aku lagi ada uang, lagi pula jarang sekali kita pulang bareng kaya gini”
Hasan: “kalau dipikir pikir, benar juga sih”
Iqbal: “benar juga..”
Dindo: “eeemh..”sambil meminum jus kotak
Recki: “iya jarang juga kita ngumpul kaya gini” tersenyum
Hasan: “eeh, besok besok kita pulang kaya gini lagi, giliran aku yang traktir kalian mie ramen”
Dindo, iqbal, ilyasa, dan recki : “haaaah ??”
Iqbal: “uang dari mana, untuk makan satu mangkuk saja aku butuh nabung seminggu”
Dindo: “kalo aku butuh 1 setengah minggu”
Ilyasa: “uang dari mana san ?”
Recki: “gila, banyak bener kamu uang san”
Hasan: “ibuku pulang dari mekah, jadi lagi senang senangnya gitu,”
Iqbal: “ooh aku mengerti, aku juga pernah”
Dindo: “ooh,,”
Ilyasha: “eeemh,,”meminum jus semangka
Recki: “nanti besoknya aku yang traktir ya, masih rahasia apa yang mau aku traktir”
Ilyasha, dindo, hasan: “oke dehh..” tersenyum

Mereka sangat bersemangat saat itu, karena idenya saling mentraktir satu sama lain, dan ide ini pastinya tidak tahan lama, itu karena masalah keuangan, mungkin saja lama kelamaan mereka beli sendiri sendiri. Sesampainya dirumah recki, ilyasa, dindo dan iqbal, langsung pulang kerumahnya masing masing, ide saling mentraktir juga salah satu cara untuk membuat recki lebih baik, mereka memanglah teman yang baik...

Ditempat les, gita masih tetap duduk disamping recki,
Gita: “hei, recki, kamu tampak beda hari ini..”
Recki: “iyaa, tadi pulang sekolah aku jalan sama sahabat aku”
Gita: “eem, pantasan, kamu terlihat ganteng kalau seperti ini J” tersenyum
Recki: “bisa saja, ooh aku tahu, minta traktir lagi ??”
Gita tersenyum
Recki: “ngk ngk, hari ini arif yang jemput, lagi pulakan, aku ngantar kamu sekali sekali aja”
Gita: “eeh,, iya juga sih..” gita cemberut
Recki: “nanti kapan kapan aja ya..”
Gita: “iya deh,, ooh iya, katanya mau ngajak aku ketempat yang kamu bilang, kapan ?”
Recki: “minggu ini mau ngk”
Gita: “2 hari lagi ya, eem, boleh boleh”
Recki: “oke, nanti aku kabarin

Sepulangnya dari les, recki menunggu gita dijemput, dan setelah itu pulang kerumah.

Disekolah,

Hasan: “yo recki”
Dindo: “yow,”
Ilyasa: “haloo”
Iqbal: “hai”
Lutfi: “man”
Hasan, dindo, ilyasa, iqbal terdiam
Ilyasa: “kau kenal orang ini”
Hasan: “sepertinya aku pernah melihat dia”
Dindo: “tidak”
Iqbal: “tidak sama sekali”
Recki: “hahahahaha...”
Lutfi: “mak..”
Ilyasa: “sepertinya kemarin kita melupakan seseorang”
Dindo: “ya ampuunn, si penulis juga lupa kayanya”
Penulis: “sory sory, saya lupa, nanti saya masukkan ya”
Lutfi: “lain kali kalau kau melupakan aku, aku tidak mau menjadi peranmu disini”
Penulis: “oke oke, lanjooot”

Akhirnya mereka mendapatkan temen baru yang bernama lut..

Lutfi: “Oi !, aku peran lama disini !!”
Penulis: “ooh iya iya”

Akhirnya pulang sekolah mereka mengajak lutfi pulang bersama,

Dindo: “oh iya, hari ini hasan yang traktir”
Lutfi: “asiiik, traktir apaan”
Hasan: “hari ini aku traktir kalian mie ramen..” ^_^
Ilyasha: “kalau ada lutfi kayanya jadi ngk seru” -___-
Lutfi : “apaaa !!”
Ilyasha: “yang membuat aku ngomong seperti ini adalah sang penulis”
Lutfi: “Oi !!, apa apaan ni !”
Penulis: “sory sory, salah ketik”
Lutfi: “huuft~, pAnTeSaN ...”
Iqbal, dindo, recki, ilyasa, hasan: “HAHAHAHAHAHA”
Lutfi: “kenapa ?”
Iqbal: “lihat, apa yang dibuat oleh sang penulis di percakapanmu”
Lutfi: “WOI !! “
Penulis: “HAHAHAHAHAHAHA.....!”
Lutfi: “oke oke, cukup sudah !, ayo kita lanjutkan ceritanya”
Penulis: “oke oke,”

Akhirnya lutfi pulang karena hasan tidak mau mentraktirnya

Iqbal, dindo, recki, ilyasa, hasan: “HAHAHAHAHAHAHAHA”
Lutfi: “sekali lagi seperti ini, benar aku tidak mau menjadi peranmu disini”
Penulis: “HAHAHAHAHAHAHA, oke oke, lanjut”

Mereka pun makan mie ramen di kyoto,

Ilyasa: “hasan, boleh tambah tidak ?”
Hasan: “boleh boleh”
Dindo, iqbal, recki, ilyasa: “asiiiik”
Lutfi: “tunggu dulu, kok nama aku tidak ada di percakapan bersama”
Iqbal: “itu juga karena si penulis yang...”

*sensor*

Saya adalah pengganti sementara penulis pertama, dia sedang berada dirumah sakit karena alasan yang tidak perlu diketahui.

Lutfi: “lega sudah.., ~”
Ilyas, iqbal, hasan, dindo terdiam
Dindo: “tunggu, kemana recki”
Ilyas: “dia masuk kerumah sakit”
Iqbal: “benar juga, recki kan si penulisnya”
Hasan: “dompetku benar benar terperas” melihat isi dompet yg kosong
Lutfi: “kasian, kapan giliran ku yang traktir”
Iqbal: “operasi ini akan dilanjutkan setelah recki keluar dari rumah sakit”
Lutfi: “aku jadi menyesal, tapi dia benar benar sudah membuatku kesal man”
Dindo: “eem, aku mengerti”
Ilyasa: “gimana kita menjenguk recki, kita belikan sesuatu pake uang yang traktir hari ini”
Iqbal: “boleh juga”
Dindo: “tapi hari ini kan, recki yang traktir”
Ilyasa: “benar juga ya”
Lutfi: “biar aku yang beliin, anggap saja sebagai ucapan terima kasih ku”
Hasan: “terima kasih kau bilang”
Suasana senyap
Lutfi: “eeee, maksud ku sebagai ucapan minta maaf ku”
Semuanya menghela nafas, lutfi membelikan buah yang dirangkai untuk recki, sesampai disana mereka baikan lagi, dan recki pun mulai sudah membaik,

Setelah melihat recki, niat saya untuk mengerjain lutfipun sirna,

Disekolah, lutfi  melihat recki duduk sendirian di lorong kelas

Lutfi: “yow recki”
Recki: “eem” sambil meminum susu kotaknya”
Lutfi: “boleh aku duduk”
Recki: “silahkan”
Lutfi: “tentang kemarin..”
Recki: “lupakan saja, itu memang salah aku”
Lutfi: “aku juga yang salah”
Recki: “sudahlah fi, aku sudah baikan sekarang”
Lutfi: “ooh begitu..”
Recki: “yaa, begitulah”
Lutfi: “nanti pulang biar aku yang traktir ya”
Recki: “kan sebenarnya aku, gantiin kemarin yang aku ngk bisa traktir kalian”
Lutfi: “aku lagi ada uang lebih ni, mau ngk”
Recki: “okelah kalo begitu”

Sepulang sekolah, dindo, hasan, recki, ilyasa dan iqbal, di traktir lutfi makan nasi goreng tepi jalan..”

Lutfi: “yo, kalau mau nambah bilang aja”
Ilyasha: “yakin ...!?”
Lutfi: “untuk ilyas bayar sendiri”
Ilyasha: “oke, aku bayar sendiri” -__-
Lutfi: “becanda becanda, bilang saja kalau mau tambah”

Ilyasa makan dengan lahap, selesai makan, dia langsung tertidur di meja makan, kesempatan dindo, hasan, recki, iqbal dan lutfi untuk lari, dan akhirnya, ilyasa juga yang bayar makanannya
Ilyasa hanya berkata “aku sudah tau ini akan terjadi, ini bukan yang pertama kalinya lutfi seperti ini”. Pas ilyasa keluar dari tempat makan, dindo, hasan, recki, iqbal dan lutfi sedang mentertawakan ilyasa yang membayar makanan mereka. Ilyasa sudah ikhlas dengan jajan bulanannya.

Ilyasa: “haaah~, kalian harus tanggung jawab dengan uang jajan ku selama sebulan” -__-
Lutfi: “hahahaha, baiklah, selama 1 bulan kedapan, aku akan membelikan kau abon malkist”
Ilyasha: “baiklah, itu sudah cukup”
Iqbal: “okeh, matahari sudah mau terbenam, kairu zo..”
Dindo: “apaan, kairu zo”
Recki: “itu artinya yuk pulang kerumah”
Dindo: “ooh”
Hasan: “tulisan huruf kanjinya salah tuh”
Recki: “bisakah kau memakluminya -_-“
Hasan: “baiklah, aku juga harus mengerjakan PR ku”
Iqbal: “aku juga”
Ilyasha: “benar, aku harus mengerjakan tugas fisika ku”
Lutfi: “nanti aku pinjam ye yas”
Ilyasha: “boleh saja, tentunya tidak geratis”
Lutfi: “oke, pikir pikir dulu lah berapa”
Recki: “eeem, aku sih tidak perlu buru buru, soalnya aku tidak mengerjakan PR” menyilangkan kedua tangannya di dada
Hasan: “kenapa ??”
Iqbal: “dia lebih suka tantangan”
Dindo: “dan melatih kecepatannya mengerjakan PR di pelajaran bersangkutan”
Recki tersenyum
Recki: “walaupun resikonya sangat tinggi, tapi aku tidak pernah ketahuan saat mengerjakan PR disekolah” sombong dengan mengataskan kepalanya sambil tersenyum
Lutfi: “waaaah.. hebat sekali”
Ilyasa: “sudah jelas”
Hasan: “kau hebat ! itu pasti membutuhkan keberanian yang sangat tinggi !”
Recki: “tentu saja” J
Recki: “ooh iya, besok hari minggukan, mau ngk aku ajak kalian ketemu gita”
Hasan: “kenapa tidak”
Dindo: “aku penasaran dengan wujudnya”
Ilyasa, lutfi: “baiklah !”
Iqbal: “okelah,”
Recki: “kalau begitu, kita ngumpul di taman jam 4 sore terus pergi sama sama ke danau, aku suruh gita datang duluan ke sana”
Semuanya: “oke !”

Malamnya, recki sms gita

Recki: “hai”
Gita: “hai, besok jadi kan ?”
Recki: “jadi jadi, aku bawa anak buah, ngk apakan?”
Gita: “boleh dong, o iya, nanti aku langsung kesana duluan sebelum kalian datang”
Recki: “eem, tapi jangan berlebihan menunggunya”
Gita: “yaa,”
Recki: “ya sudah, aku tidur dulu”
Gita: “yaa, selamat tidur..”

Tersentak terdiam, saat dia membaca sms dari gita, ini pertama kalinya ada perempuan yang mengucapkan selamat tidur, selain ibunya.

Recki: “ooh ya, selamat tidur juga”
Gita: “dah..”
Recki: “dahh..”
Gita: “lagi apa.”
Recki: “lagi mau tidur, kalau kamu”
Gita: “ooh, aku lagi mau tidur juga”
Recki: “bohong”
Gita: “kok bohong”
Recki: “kamu tidak bisa tidurkan”
Gita: “kok bisa tahu !?, ta, tapi bukan artinya aku ngk punya teman sms selain kamu loh ya ..!”
(recki: “mulai deh, bohong lagi -__-“)
Recki: “ya ya, kalau begitu, aku tidur dulu”
Gita: “ya sudah, tidur aja sana..”
recki tidak membalas smsnya
Gita: “recki..?”
Recki: “tuhkan.. kamu tidak punya temen sms selain aku -__-“
Gita: “baiklah baiklah, memang aku tidak punya teman sms selain kamu”
Recki: “aku temenin kamu sms”
Gita: “sekarang jam 11, kemungkinan aku ngk tidur loh”
Recki: “tidak apa, aku temanin”
Gita: “terima kasih, oo iya, kenapa kamu baik banged sama aku”
Recki: “kamu juga kenapa baik sekali sama aku”
Gita: “aku baik ya karna kamu baik sama aku”
Recki: “ya aku juga begitu”
Gita: “tapi kamu duluan yang baik sama aku, kamu nemenin aku waktu itu pulang les”
(recki: “benar juga”)
Recki: “yaa, mana mungkin aku biarin perempuan menangis di hadapanku, apalagi itu perempuan yang aku suka”
(recki: “waaasooo !!! keceplosan!!!!, bahaya !!”)
Gita: “jadi... aku perempuan yang kamu suka”
(recki: “aku harus ngeles !”)
Recki: “bukan artinya begitukan, mana mungkin aku biarin kamu menangis, apa lagi disitu sedang sepi sekali”
Gita: “iya juga ya”
(gita: “bilang saja lah -__-“)
Recki: “ya begitu..”
Gita: “lagi apa”
Recki: “lagi baring, kalau kamu”

Recki: “gita tidak membalasnya, berarti dia sudah tidur”
Melihat jam yang sudah jam setengah 2, dia langsung mematikan lampu dan segera tidur

hari minggu pun tiba, setelah recki bangun tidur, dia langsung menghidupkan laptop, dan membuat postingan blog yang amat tidak penting untuk diceritakan, saat melihat handphone, ada sms dari gita yang mengucapkan selamat pagi sampai 4 kali, mulai dari jam 4 1 kali, jam 5 1 kali, jam 6 2 kali. Recki membalasnya juga sampai 4 kali, biar impas. Setelah membalas sms itu, gita tidak membalas smsnya recki lagi. Tak lama dari itu, di handphone ada undangan untuk chat grup bersama, iqbal, ilyasa, hasan, dindo, dan lutfi. saat menekan tombol accept, hape bergetar tanpa henti karena mereka hanya sembarang tekan dan mengirim pesan tak bermakna. 1 menit berlalu, 2 menit berlalu, 10 menit masih saja mereka seperti itu, recki menulis “kalau kalian masih begini, aku akan berhenti menulis novel ini” send. Grub langsung sepi tidak ada yang berani untuk memulakan peperangan. Tak lama ada seseorang ksatria berkata “beep” dan langsung leave grub, dan yang lainnya juga ikut seperti itu. setelah mandi, recki menonton anime sambil menunggu sore hari.

Dijalan recki di sms ilyasa, “oi kau telat” sebenarnya tidak telat, mereka saja yang ke awalan, janjinya kan jam 4 tapi sekarang masih jam 3. Setelah sampai, semuanya sudah bersatu dengan warna baju yang berbeda beda layaknya power rangers.

Hasan: “oi telat”
Recki: “ini masih jam 3 kau tahu”
Iqbal: “tapi semuanya sudah disini, hanya kau saja yang telat”
Ilyasa: “padahal kau yang membuat janji kan”
Recki: “tapikan aku sesuai janji, kalian saja yang ke awalan”
Lutfi: “bagaimana pun kau tetap telat bung”
Recki: “oke oke.. langsung aja kita ke tepi danau”

Ilyasa: “i love you hlutfi -3-“ mencoba mencium
Plak ! lutfi memukul kepala ilyasa
Lutfi: “i love you too ilyasa”
DUUUUAR !!! terdengar suara ledakan
Recki: “KALIAN INI HOMO ATAU APA !!?”
Iqbal: “kau tidak tahu rahasia di antara kami..”
Hasan: “dindo.. i love you”
Dindo: “love you too -3-“
Dindo dan hasan bercumbu dengan begitu romantisnya
Recki: “BERCANDANYA BERLEBIHAN !”
Iqbal: “sensei..” dengan ekspresi orang yang ingin di belenggu
Iqbal: “i lov* y** r***i”
DOOR DORR  BOOM BRAK !!
Recki: “kasian sekali kalian ini, tidak dapat pacar yang lawan jenis, malah membantai sesama jenis”
Ilyasa: “kami hanya bercanda---“
Recki: “apa ?”
Semua terdiam ketika ditengah tengah jembatan menuju tepi danau.

Recki: “hei ada ap---“
Si bodoh itu juga ikut terdiam.
Iqbal: “siapa itu... apakah malaikat yang jatuh dari surga..”
Ilyasa: “ya ampun.. luar biasa”
Hasan: “tuhaan.. terima kasih engkau telah mengirimnya untuk ku”
Lutfi: “recki, si.. siapa itu”
Recki: “aku memang sudah sering melihatnya, tapi kali ini seperti pertama kali aku melihatnya”
Iqbal: “her beauty its too damn high”

Rambut gita terurai indah dihembus oleh angin tepi danau dengan memakai pakaian putih dan topi putih sederhananya, benar benar seperti bidadari. mereka semua ternganga, dan berjalan seperti zombie.

Recki: “yoo..”
Gita: “nah, datang juga akhirnya”
Recki: “kau benar gita?”
Gita: “kenapa ?”
Recki: “enggak enggak.. udah lama nunggunya”
Gita: “lumayan sih, eh itu ya anak buah kamu”
Iqbal: “anak buah ?”
Ilyasa: “anak buah ??”
Lutfi: “anak buah ???”
Hasan: “anak buah ????”
Recki: "iya.. Hati hati ya, soalnya mereka orangnya mesum" membisikkan ke gita
Gita: "haaah ??!"
Recki: "tidak tidak, hahaha.. Becanda"
Iqbal: "apa yang sebenarnya kau katakan recki"
Ilyasa: "perasaanku menjadi tidak enak"
Lutfi: "reckii.." Tersenyum sambil meremas tangannya
Recki: "i.. Iya, aku cuma bilang, kalian orangnya baik"
Dindo: "baguslah, tapi sebaiknya tidak perlu kau bisikkan"
Ilyasa: "pasti ada apa apanya.."
Recki: "sedikit aja," sambil mencuilkan jarinya

Tiba tiba terdengar suara perut menggerutu

Gita: "a. Ayo makan dulu" dengan semangatnya
Ilyasa: "ini bagian yang paling aku suka"

Gita membawa sandwich, sayur rebus, roti selai, pokoknya makanan vegetarian semua, ilyasa mengeluh, "eh, aku kurang suka makanan beginian", "aku juga" sahut dindo, iqbal tanpa banyak bicara langsung memakan sandwich buatan gita.

Iqbal: "....."
Ilyasa: "bal ..?"
Recki: "oi bal, kenapa dia ?"
Iqbal: "baru kali ini ..." Terbayang suasana pantai
Iqbal: "gi, gita, kenapa rasanya seperti ini, padahal aku sudah sering memakan sandwich, tapi baru kali ini ... Ya ampun, enak sekali" mengambil sandwich ke 3
Gita: "aku memakai bahan yang sama kok"
Ilyasa, dindo, hasan, lutfi penasaran, dan mengambil satu dari 6 sandwich yang tersisa, iqbal memakan 4 dan masih tetap berlanjut, mereka berlima mengambil masing masing 1, tersisa 2.

Dengan bersamaan mereka menggigit ujung sandwich dan sempat terdiam sejenak,

Ilyasa: "waah, ada pantai.."
Dindo: "iya benar ada pantai.."
Hasan: "ilyasa, dindo, ayo kita main selancar.."
Lutfi: "tunggu aku..."
Iqbal: "kalian lama sekali.."
Bayangan mereka setelah gigitan pertama

Recki juga penasaran, apa rasa dari sandwich buatan gita,

Gita: "recki ngk mau coba ?"
Recki: "bo boleh boleh"
Gita: "nihh.." Memberikan 1 sandwich dan tersisa 1
Gigitan pertama..
Ilyasa: "tunggu din.."
Dindo: "cepat yas, ombaknya datang"
Hasan: "ombaknya besar sekali"
Lutfi: "awas dindo, ada kepiting di dekat kakimu"
Recki: "aaah... Pantainya indah sekali.."
Dindo: "ada recki, recki ayo kesini.."
Iqbal: "asiik.."

Gita melihat mereka berenam, terdiam sambil tersenyum bodoh. Iqbal, recki, hasan, dindo, lutfi dan ilyasa terbangun dari mimpinya akibat sandwich itu.

Iqbal: "gita, ayo kita pacaran" memegang tangan gita
Dindo: "tunggu dulu iqbal !, gita.. Kita akan kepantai bersama"
Hasan: "aku akan tetap setia dengan nuril"
Lutfi: "jangan mau gita sama mereka berdua, sama aku aja, kita akan mengelilingi dunia dengan sandwichmu"
Ilyasa: "gita, aku tidak akan mengecewakanmu"
Recki: "apa yang sedang kalian bicarakan,"
Gita: "he, hehehe" tertawa kecil

Dan suasana terdiam lagi, mereka berenam melihat sandwichnya yang tinggal 1.

Hasan: "aaaaaa !!!!" Berlari ke arah sandwich terakhir
Dindo: "tidaaak booooleeeeh !!" Menarik baju hasan
Ilyasa: "pertaruhan hidup atau mati!!" Berlari meninggalkan hasan dan dindo
Iqbal: "itu punyaaaa kuuu !!" Menarik celana ilyasa
Recki: "hahahahaha" berlari melewati mereka berempat,

Hasan, dindo, ilyasa, iqbal dan recki terdiam melihat lutfi. Dindo menarik baju hasan, iqbal menarik celana ilyasa, recki berlari melewati mereka berempat, dan sementara itu, lutfi yang sedang berusaha menarik pohon, apa maunya dia saya juga tidak tahu sebagai narator.

Gita tertawa terbahak bahak, sampai mengeluarkan air mata melihat tingkah bodoh mereka berenam.

Iqbal: "tunggu dulu, itu sandwichnya tersisa 1"
Dindo: "..."
Ilyasa: "kita sudah memakan bagian masing masing"
Hasan: "dan gita belum memakan apa apa"
Lutfi: "ini karena iqbal, dia memakan 4"
Iqbal: "aku tidak sadar telah memakan 4 butir sandwich"
Recki: "eemh, benar juga ya"
Gita: "sudah sudah, kita potong aja jadi 7 bagian, gimana"
Kumpulan orang bodoh: "aseeek !!"

Setelah itu, mereka bersama sama kepantai dengan senangnya...

*
Pagi ini recki terlihat aneh, saat memasuki pintu kelas ekspresinya jelas terlihat berbeda dari biasanya, ekspresinya seperti orang yang sudah pernah kesurga saja. Saat duduk dikursi dia juga sambil bernyanyi dengan nada senang, iqbal berkeringat dingin, sebenarnya apa yang terjadi.

Iqbal: "e.. Ehh, reck, ayo kita ke uks"
Recki: "heeh ?, kenapa"
Iqbal: "eee .. Ke kenapa kau begitu menakutkan"
Recki: "aku sedang senang, kok malah menakutkan"
Iqbal: "ooh,, kenapa, kok ngk biasanya"
Recki: "aku sarapan enak pagi ini :D"
Iqbal: "heeeeeh... -______-"
Recki: "hahahaha, sepertinya tidak perlu dibahaslah"

Mood recki sepertinya tergantung apa sarapan dia dipagi hari, kalau sarapan enak dia akan menyimpan uang jajannya dan pastinya akan bahagia, kalau hanya makan roti, cuman tahan sampai jam istirahat pertama, kalau tidak makan dia akan mencoba meloncat dari lantai 3.

Di Tempat les, gita dan temannya masih belum berbaikan, gita masih duduk disamping recki di meja paling belakang, saat tentor menjelaskan, gita mendengarkan tentor layaknya buisness women, memakai kaca mata, rambut lurus dan sedikit ikal dibagian pony. Sedangkan recki terlihat seperti orang gila yang sedang makan pulpen karena kelaparan, teman sekelas les, menganggap recki orang yang tidak baik, karena hanya melihat dari sikap dan tampang recki yang hanya memakai bokser, sendal jepit, baju oren dan jaket hitam, mereka menganggap orang yang berpakaian seperti itu adalah badboys.

Rikka: "heh, kira kira kenapa gita mau dekat sama recki"
Jesica: "mana ku tehe, mang gue pikirin"
Rikka: "kalau dilihat dari tampangnya, pasti dia itu penjahat kelamin"
Jesica: "ciyus !?, miapah ??"
Rikka: "iya ciyus nih, mungkin, gita meminta pertanggung jawaban recki, jadi dia tidak bisa lari kemana mana, kasihan gita"
Jesica: "kasihan katamu ?, untuk apa kita kasihani si pembohong itu"
Rikka: "jesica, mungkin kita sudah kelewatan, gita kan hanya 1 kali mengingkari janji, kita juga belum tahu apa alasannya"
Jesica: "jelas alasannya karena aku tidak suka dia dekat sama a...."
Rikka: "a.. Apa ??"
Jesica: "lupakan,"

Jesica dan rikka adalah teman gita, jesica membuat janji untuk bertemu disuatu tempat, tetapi gita tidak datang, dengan alasan sepele itu, jesica membuat teman temannya tidak suka kepada gita. Dan akhirnya gita dimusuhi, setiap masalah pasti ada hikmahnya, karena itulah gita bisa dekat sama recki, dan pastinya hal ini juga keuntungan besar untuk si forever alone.
Bel pulang berbunyi..

Recki: "akhirnya.., hari ini pulang dengan siapa" sambil memasukkan buku ke dalam tas
Gita: "kayanya sih arif yang jemput aku"
Recki: "oh begitu, sepertinya dia sudah menunggu tuh"
Gita: "ehh.. Ta tapi.."
Recki: "kenapa"
Gita: "ngk jadi deh"

sepertinya jesica kurang senang melihat gita dijemput arif, jesica menunggu jemputannya di kursi paling ujung sebelah kiri dekat dinding, recki keluar dari pintu melihat jesica, rambut hitam lurus dan ikal rapi dari tengah sampai ujung rambut, dan didukung dengan kulitnya yang putih bersih layaknya putri salju, YA AMPUN cantik sekali !!, emh emh, maafkan saya, sepertinya terbawa suasana. Mungkin semua lelaki juga begitu ketika melihat jesica. Recki duduk tak jauh dari jesica duduk, recki membuka kue dan memakannya dengan lahap, jesica melihat recki makan, perutnya berbunyi.

Jesica: "heh, dasar tidak sopan !"
Recki: "emm??, kenapa" sambil mengunyah
Jesica: "kamu tidak sopan karena makan didepan orang lapar !"
Recki: "ohh, kau lapar" mencari kue di tas
Recki: "nihh, masih ada yang lainnya sih"
Jesica: "ti tidak, aku tidak mau !, siapa yang mau makan makanan sampah seperti itu"
"Grooooowt..."Terdengar suara perut mendengkur
Recki: "jadi kau tidak mau, ya sudah" menyimpan kuenya
Jesica: "ba baiklah, aku mau aku mau"

Jesica jelas sangat lapar kalau dilihat dari cara dia makan,

Recki: "aku kira cara makannya seperti orang kerajaan, tapi biarlah," berkata didalam hati
Recki: "jadi, kok belum dijemput"
Jesica: "ngk tau juga, biasanya om devan udah dateng dari 50 menit yang lalu"
Recki: "siapa tuh om devan"
Jesica: "itu nama supir keluarga aku"
Recki: "waaah.. enak sekali punya supir.." Didalam hati
Recki: "ohh begitu, coba telpon dulu"
Jesica: "nih hape udah mati dari tadi, kalau ngk aku udah nelpon"
Recki: "nih pake punya aku" memberikan handphone
Jesica: "percuma saja, aku tidak hapal nomornya"
Recki: "haaa ??"
Jesica: "biasa saja deh lo, gue ini pasti dejemput"
Recki: "mulai lagi deh bahasa lo gue nya --__--" didalam hati

1 jam 30 menit setelah pulang les, jesica belum juga dijemput, dan recki juga masih duduk disamping jesica

Jesica: "sudah jam setengah 10 malam nih, kok belum datang juga sih.." Nada kesal
Recki: "nyam nyam nyam, emang enak, weeek" menjulurkan lidah
Jesica: "iiih..! Kamu sendiri juga masih nunggu jemputan kan, weeeeeeeeeeeeek" jesica membalas ejekan recki
Recki: "oh iya, benar juga"

Seperti biasa sibodoh itu lupa waktu karena terus memakan cemilannya, dia selalu saja membawa tas yang komposisinya 80persen kue, 20 persen buku.

Jesica: "kamu lagi nunggu siapa ..?"
Recki: "eeeh, aku lagi ngk nunggu siapa siapa sih"
Jesica: "terus, pulang pake apa..?"
Recki: "aku pake teleport"
Jesica: "haah ?,"
Recki: "becanda, aku jalan kaki"
Jesica: "ooh, jalan kaki..., kasian banget ya, pasti kakinya sakit" nada mengejek
Recki: "kalo udah biasa ngk lagi kok, mau coba ?"
Jesica: "rumahku juga ngk terlalu jauh dari sini sih, mungkin saja om devan lagi jemput mama sama papa dibandara, mungkin pesawatnya delay kali, tapi bagaimanapun juga, aku ngk mau jalan kaki sama orang bodoh seperti recki ini" didalam hati
Recki: "gimana ?, mau coba ngk ??"
Jesica: "ngk ah, aku nunggu disini aja"
Recki: "ya sudah, daa..."

Recki berjalan pulang dengan cemas, ditempat ruang tunggu les sudah tidak ada orang lagi, hanya jesica yang menunggu disana. Tiba tiba lampu ruang tunggunya mati. "aaaaaaaaaaa ,,!!!!!!!" Terdengar suara teriakan perempuan yang amat keras, recki langsung berlari keruang tunggu, sangat gelap gulita.

Recki: "jesica !!, kamu dimana !!"
Recki: "jesi..."
Tiba tiba Recki merasa ada yang memeluknya

Recki: "hah ...?"
Jesica: "bodoh! Bodoh!, Recki Bodoh!, kenapa, kenapa  meninggalkan aku sendiri" jesica menangis dan memeluk recki dengan erat
Recki: "haah...?"
Jesica: "bodoh! Bodoh! Bodoh! bodoh" memukul dada recki
Recki: "a, a,  sakit sakit, jesica, sakeeeet (۳º̩̩́Дº̩̩̀)Û³ "
Jesica: "jangan tinggalkan aku lagi ya, kumohon.." Memeluk recki lagi
Recki: "heh, apa boleh buat, baiklah" mengelus kepala jesica seperti mengelus kepala gita.
Jesica: "recki,"
Recki: "apa"
Jesica: "sepertinya kau sudah biasa mengelus kepala orang"
Recki: "kok, kok bisa tau !?"
Jesica: "soalnya, saat kamu mengelus kapala ku, rasanya kaya mama aku yang sedang mengelus kepalaku :)" tersenyum dan masih memeluk recki
Recki: "aku memang sering mengelus kepala adikku dan gita, gita juga sudah seperti adikku sendiri, selalu saja menangis seperti anak kecil" berbicara di dalam hatinya.
Recki: "yah begitulah, adikku sering menangis sambil memelukku seperti ini"
Jesica: "memeluk ?," senyap sejenak

Wajah jesica memerah.

Jesica: "e, eeh, baiklah, aku mengerti" masih memeluk recki
Recki: "mengerti apa..?"
Jesica: "aku mengerti kenapa adikmu suka menangis dipelukkanmu"
Recki: "h, heeh ..?"
Jesica: "pelukanmu begitu hangat, ketika aku memelukmu tadi, perasaanku menjadi sangat tenang" :)
Recki: "w-waaah, ada udang yang lagi memelukku sekarang" mengalihkan suasana
Jesica: "u, udang ?" Melepas pelukannya
Jesica: "da, dasar tidak sopan, aku ini perempuan tau" jesica menggembungkan pipinya

Recki tersenyum kecil,

kalau seperti ini, jesica sangatlah mirip dengan gita gumam recki di dalam hati.

"Gimana, udangnya udah mateng belum." tanya recki, jesica hanya diam sambil mengelap air matanya, "jesica kenapa masih menangis?, tenang saja, selama ada aku disini, kamu akan aman dah pokoknya." ,jesica masih juga terdiam, "sudahlah, jangan menangis lagi ya." jesica masih mengelap air matanya sambil menangis tersedu sedu. "Sudah sudah, ngk ada apa apa kok." Kata recki Sambil mengelap air mata jesica, "jesica, kalau kamu menangis lagi nanti cantiknya hilang loh", jesica langsung memeluk recki yang tadinya sedang mengelapkan air mata jesica.

Jesica

apa ini...
 Perasaan ini tidak pernah muncul sebelumnya.. , kenapa saat aku dekat sama recki, rasanya berbeda saat aku dekat dengan orang lain.. Dan.. Hari Ini adalah pertemuan pertama kami bisa berbicara bersama, tapi.. Kenapa bisa sejauh ini, tak aku sangka dia ternyata orang yang baik.

Aku iri sama gita, kenapa selalu dia yang didekati oleh orang yang aku suka, sebenarnya aku tidak mau memusuhimu gita. Tapi sepertinya kau sudah merebut semua yang aku suka, maafkan aku gita..

Kalau aku minta maaf dengan gita, apakah mungkin dia akan memaafkan aku, sementara aku selalu menjahili dia. Kalau saja waktu itu aku tidak memusuhi gita, pasti dia akan tetap menjadi sahabat terbaik aku....

Recki: "hey hey, kok melamun ?"
Jesica: "eh, ngk kok"
Recki: "jadi gimana, pulang sama siapa kamu."
Jesica: "jalan kaki aja deh, sekali sekali"
Recki: "baiklah, rumahmu ngk jauh dari sinikan ?, rumah aku juga ngk terlalu jauh dari tempat les loh"
Jesica: "iya, 3 blok dari sini, emangnya ngk apa apa nganterin aku"
Recki: "seharusnya aku yang nanya, emangnya orang tuamu ngk marah di antarin sama laki laki kaya aku, jalan kaki lagi."
Jesica: "ngk apa apa, lagian orang tua ku lagi di luar kota kok, yuk jalan."
Recki: "oh, baiklah"

Dijalan sangat sepi sekali, hanya terdengar suara angin yang berhembus di malam hari, seperti jalan itu sudah di pesan keluarga jesica supaya tidak terjadi apa apa dengannya.
Saat melewati mesin minuman.

Recki: "dingin dingin gini enaknya minum apaan ya jes ?" Tanya recki
Jesica: "aku sih biasanya minum coklat panas , apa lagi sambil nonton film, aduuh enak banged."
Recki: "waah, kalau yang begituan disini ngk ada, kalau kopi hangat mau ngk."
Jesica: "udah lama sih ngk minum kopi.. Boleh deh."
Recki: "oke," memencet tombol kopi hangat
Jesica: "ooh begitu ya cara kerjanya"
Recki: "iya.. mesin ini adalah mesin kehidupan aku yang kedua selain rumah makan padang, masukkan koinnya, ambil gelas, taruh gelasnya dibawah sini, lalu tekan hot cofee. Nah begini." Memberi kopi hangat ke jesica
Jesica: "waaah, aku baru tahu cara kerjanya seperti ini, aku mau coba dong."
Recki: "silahkan saja.. Nih koinnya"
Jesica mencoba memakai mesin minuman.

Jesica: "waaaah, enak sekali.. (´`ʃƪ) "
Recki: "apa aku bilang, hahhaha..."
Recki duduk di kursi yang sama saat bersama gita waktu itu.

Dan jesica juga duduk ditempat gita duduk, memegang gelas dengan kedua tangannya sambil tersenyum, recki jadi teringat gita.

Recki: "ayo pulang jes, sudah jam berapa ini."
Jesica: "tunggu saja dulu, kejadian kaya gini ngk pernah terjadi diseumur hidup aku."
(Recki: "mungkin saja untuk seseorang seperti dia, tidak akan mau jalan kaki bila tidak terpaksa --")
Recki: "baiklah, sebentar saja ya"
Jesica: "oke deeh"

Disuasana yang dingin dan senyap, jesika terpikir untuk menanyakan sesuatu..
Jesica: "recki.. Menurutmu..., aku ini orangnya gimana"
Recki: "heh..?, menurutku kamu itu baik kok."
Jesica: "tapi, banyak orang bilang aku ini jahat, kenapa ya.." Jesica murung
Recki: "awalnya aku juga beranggapan kaya gitu, tapi sebenarnya kamu itu baik kok." Tersenyum kecil
Jesica: "...."
Recki: "makanya, jangan sombong sama orang."
Jesica: "ooh.. begitu ya.. Tapi aku udah terlanjur di anggap kaya gini, gimana dong"
Recki: "ya berubah dong secepatnya."
Jesica: "gimana caranya,?"
Recki: "pertama tama, baikan dulu sama orang yang kamu musuhi, termasuk gita, gita itu tahu sebenarnya kamu baik."
Jesica: "ba baiklah, kamu ada waktu senggangkan, bantu aku mau ngk, buat baikan sama orang orang yang aku sakitin" jesica murung
Jesica: "aku tahu mereka sedih karena aku, aku mau berteman lagi sama mereka" berhenti berjalan
Recki: "oke oke, aku bantu kamu, tapi jangan nangis lagi ya, aku ngk mampu ngelihat orang nangis.." 
Jesica menundukkan kepala, terdiam menangis..

Recki: " sudahlah jesica, nanti aku bantu."
Jesica: "ja janjikan kamu.." jesica masih menangis
Recki: "iya aku janji." Mengelus kepala jesica
Jesica: "beneran ya.. ja, janji kelingking ya" bicaranya sampai tersendat sendat
Recki: "eemh, baiklah, janji kelingking"  :)

Sesampainya dirumah jesica, ternyata memang benar gita dan jesica 1 komplek, rumah jesica sama besarnya dengan rumah gita. Rumah gita hanya berjarak 1 rumah saja dari rumah jesica , rumah yang terang, 2 mobil mewah di depan garasi, entah apa yang ada di dalam garasi sebesar itu sampai sampai 2 mobil mewah ditaruh di depan garasi.

Jesica: "recki, mau singgah dulu ?"
Recki: "ngk usahlah, nanti di sangka apa apa lagi"
Jesica: "ooowh, kalau begitu, makasih yah udah ngenterin aku."
Recki: "iya, sama sama.."
Jesica: "daah.."
Recki: "eh.. tunggu jes, eeh.. boleh minta alamat emailnya ngk"
Jesica: "kenapa tidak boleh, sekarangkan kamu partner aku ;)" tersenyum
Jesica: "nih, nanti kalau udah sampai dirumahmu email aku ya"
Recki: "oke deh.., daah aku pulang ya"

Recki berjalan pulang, diwaktu yang sama...
gita pulang dari membeli kado untuk seseorang yang tokonya terletak di belakang komplek itu. Recki berjalan pulang melewati gerbang komplek depan, sementara gita dengan senangnya berjalan dengan memegang tas kadonya. Saat tiba didepan rumahnya, gita melihat recki, dan langsung mengejarnya, gita terjatuh, tetapi dia langsung bangun lagi dan mencoba berteriak memanggil "recki...,!" Namun suaranya tidak terdengar oleh recki.
Jesica yang sedang depan pintu rumahnya  tiba tiba berlari lagi ke depan pagar, berteriak
Jesica: "recki !!, hati hati ya !!, besok kita harus bertemu lagi!!"
Recki hanya melihat ke arah jesica dan tersenyum..

Gita terdiam...., tas kado yang dipegangnya terjatuh dari tangan kanannya. Menangis tanpa ekspresi, air matanya mengalir, terdiam seperti patung. Dihatinya pasti banyak pertanyaan yang tak terjawab untuk dirinya...

Jesica, tidak tahu tentang keberadaan gita, dia hanya terlalu senang dan ingin mengungkapkannya dengan berteriak ke recki, tapi, akankah hal itu akan berdampak buruk terhadap persahabatan antara recki dan gita...

Gita berlari masuk kerumah sambil menangis, dan meninggalkan kado yang dibelinya..
Jesica yang mau menutup pagar melihat sebuah tas kado berwarna pink, tidak ada seseorangpun disitu, jesica pun mengambilnya..

Dirumah jesica sangat sepi, tidak ada seseorangpun, tidak biasanya seperti ini, hanya sepucuk surat  terletak di atas meja belian mewah yang berisi kalau om devan  pulang kampung dengan bibi karena ibu om devan sakit. Jesica memaklumi keadaan om devan, orang tua jesica yang masih berada di luar kota, membuat jesica kesepian..

Jesica memasuki kamarnya yang tersusun rapi, meletakkan kotak kado di atas meja belajar. Duduk di atas tempat tidur sambil memikirkan kejadian aneh sepulang dari tempat les, baru pertama kali dia berbicara dengan orang yang dianggapnya sangat bodoh. Tapi rasanya seperti sudah lama mengenalnya, seseorang yang sangat jarang dia temui, perilakunya yang sangat bodoh, tampangnya yang seperti orang gila, selalu mencoba menyedot tinta pulpen untuk diminum. Tapi disamping itu, ternyata dia tidak seburuk penampilannya, seseorang yang sangat perhatian, mau membantu orang walaupun baru pertama kali mengenalnya.

Jesica beranjak dari tempat tidur, menghidupkan laptop pink kesayangannya, bermain game sambil menunggu email recki datang. Saat jesica mengambil gelas minuman disebelah kiri laptopnya, dia melihat kotak kado pink yang dia temukan di samping depan rumahnya. Penasaran dengan isinya, dia membuka kotak kado tersebut,

Saat membukanya, didalamnya ada sebuah gantungan hape mirip biskuit dan sebuah surat kecil. Tertulis di depan surat itu "untuk recki teman baikku", jesica pun membuka dan membaca isinya.
"Recki, terima kasih ya udah mau membantu aku, aku jadi bisa balikan lagi sama arif, sebenarnya aku mau langsung aja ngomong ke kamu, tapi aku jadi malu sama kamu, ngk tau kenapa, tiba tiba aja aku kaya gini. Oh iya, nih ada gantungan roti, ingat ya cuma replika !, bukan roti yang bisa dimakan. Salam hangat. Gita."

Jesica terdiam memegang gelasnya, membayangkan disisi lain dari kejadian tadi, tersadar saat dia berteriak ternyata ada gita dibelakangnya. Gita mungkin sangat sedih karena teman baiknya recki berteman dengan orang yang selama ini memusuhi gita. Jesica menangis

Laptop jesica berbunyi tanda email masuk.
Recki: "hey jes"
Jesica: "hay, o iya, besok les datangnya harus 30 menit lebih awal ya"
Recki: "kenapa ?"
Jesica: "ada yang mau aku bicarakan, berdua saja"
Recki: "baiklah"
Jesica tidak membalas, recki menutup pembicaraan.
Recki: "daah.."

Keesokan harinya, jesica yang satu sekolah dengan gita, tapi berada di kelas yang berbeda, gita dikelas A dan jesica dikelas B, saat pulang sekolah, teman teman jesica yang suka menjahilin murid lain mengajak jesica untuk ke mall, jesica menolaknya, teman jesica heran. Novi: "tumben banget si jes.. Ya kalau begitu, ayo teman teman, kita shoping dulu, aku bawa kartu kridit lohh..."
Sira: "waah, kartu kridit ya.. Traktir aku ya vi !"
Novi: "tenang saja.. Pokoknya aku yang traktir, ayo kita pergi, biarin si calon kamseupay jesi sendirian, hahahahha.."
Sira: "hahahaha, kamseupay, kasean deh loo jes, :p " 
Mereka pun pergi ke mall dengan naik taxi supaya kelihatan seperti orang berada.

Jesica: "haah.. Seperti biasa, aku sudah tidak tahan lagi dengan tingkah laku mereka. Lebih baik aku mengikuti saran recki aja dulu.."

Jesica pun menghampiri kelas gita, dia melihat gita yang sedang menundukkan kepala di atas silangan lengannya di meja. Dikelas gita sepi, semua teman kelasnya sudah pulang, jesica duduk disamping gita.

Jesica: "gita.."
Gita: "....."
Jesica: "gita, ini aku jesi"
Gita masih terdiam
Jesica: "maaf soal yang kemarin malam"
Jesica: "gita, aku cuma teman kok sama recki, ngk lebih kok git..."
Gita: "....."
Jesica: "a aku.. Aku mau minta maaf... Aku minta maaf karena sudah menyalahkan kesalahan ringanmu yang menjadi besar karena aku.."
Jesica: "maafin aku ya git, kumohon.." Jesica menundukkan kepalanya
Gita masih menunduk. terdengar suara tangisan dari gita..

Jesica: "git, gita, jangan menangis dong.."
Jesica: "gita, sudahlah jangan menangis.." Mata jesica berbinar binar
Jesica: "jangan menangis gita kalau tidak aku juga  akan.." Jesica ikut menangis, karena sadar atas kesalahan yang dia buat.

Gita memegang tangan jesica, dan berkata
Gita: "aku yang harusnya minta maaf jes, yang salah itu aku..."
Jesica tersentak, dan menjawab
Jesica: "jelas aku yang salah, kamu itu tidak pernah berubah, selalu saja menyalahkan dirimu sendiri"

Jesica menghadap gita dan memeluk gita sambil menangis.

Jesica: "git, kamu maukan kita temanan lagi kaya dulu, aku janji ngk akan buat kamu kaya gini lagi, beneran aku janji" jesica menangis dihadapan gita sambil menunduk
Gita: "pasti jes, kamu itu teman yang paling baik buat aku, tapi kamu berubah sekali karena kesalahanku waktu itu.."
Jesica: "maafkan aku git, pokoknya aku ngk akan mengulanginya lagi, aku janji.."

Gita tersenyum kecil.. Dan bertanya akan sesuatu yang sudah lama ia pendam.

Gita: "jes, bolehkan aku mengeluarkan perasaan aku saat ini"

Jesica mengelap air matanya sambil berbicara tersendat karena menangis,
Jesica: "tentu saja,"

Gita menarik nafasnya dan langsung berteriak
Gita: "heeeeeeeeeh... reeeeeekiiiiiii boooooodoh !!! Reeeckii bodoh !!,"
Jesica: "heeh...?"
Gita: "recki bodoh jesica.. Recki itu bodoh" gita Menangis dipundak jesica
Jesica: "hooh, cup cup cup, sudah sudah, memang benar dia bodoh. Tapi kasian kan kalo diteriakin kaya gitu.." Jesica menenangkan gita
Gita: "dia itu benar benar bodoh jesica.."

Gita melepas pelukannya dari jesica, dan mengelap air matanya..

Jesica: "memang, tapi sebodoh apa dia itu" tangan jesica meraih wajah gita hendak menghapus air matanya
Gita: "dia yang membantu aku kembali sama arif"
Jesica: "terus, kenapa, dia kan cuma bersikap baik"
Gita: "tapi jes, recki itu.."
Jesica: "..."
Gita: "dia menerima permintaan aku, untuk membuat aku dan arif bersama lagi, tapi bodohnya,.... Tapi bodohnya kenapa dia mau membantu aku..."
Jesica: "...."
Gita: "dia membantu aku sampai arif kembali lagi bersama aku, tetapi di sisi lain dia menyiksa hatinya sendiri.. Kenapa dia sebodoh itu.." Gita menangis
Jesica: "..."
Gita: "a, andaikan saja aku tahu sejak awal kalau dia menyukai aku, pasti aku akan bilang supaya dia tidak membantu aku lagi.. Tapi kenapa dia sampai bersih keras seperti itu ..."
Jesica: "git, tatap aku.." Memandang wajah gita..
Jesica: "dia itu.."
Jesica: " Tidak mau melihatmu sedih git..., tidak ingin melihatmu menangis...., dan pastinya tidak ingin melihatmu seperti ini....."

Jesica menahan tangisannya, gita tersentak terdiam, membayangkan masa lalu saat recki mencoba untuk menenangkannya..."

Gita benar benar menangis dengan kerasnya, dan jesica menenangkan gita walaupun ikut menangis. Rikka melihat kejadian itu, terharu akan persahabatan gita dan jesica yang lama kembali lagi.. Setelah berbulan bulan bermusuhan, hanya karena seseorang lelaki yang plinplan. Rikka membiarkan mereka berdua berteriak menangis melampiaskan perasaannya yang sangat
 senang karena kembali bersahabat, dan rasa sedih gita karena kebodohan recki yang gila itu..  dari lubuk hatinya, gita sudah mulai sedikit lega.

Ditempat les, recki datang 30 menit lebih  awal, duduk di depan lorong kelas menunggu kedatangan jesica. 25 menit berlalu, recki duduk jongkok di depan kelas seperti peminta minta di lampu merah, bajunya yang kusut, dilapisi oleh jaket biru abu abunya, celana pendek yang kusut dan sendal jepit berwarna hijau. Membuatnya benar benar seperti orang gila. Tak lama dari itu, datanglah jesica, berjalan seperti ratu dari kerajaan inggris dengan gita dibelakangnya yang berjalan seperti permaisuri yang dikawal oleh seseorang bidadari.., recki terpana melihat gita dan jesica, mereka berdua memang seperti ratu dan permaisyuri dari kayangan. Jesica berhenti didepan recki, mereka berdua saling bertatapan mata, jesica tersenyum kecil.
Jesica: "heh, lihat ada siapa dibelakang aku."
Recki: "adaaaa... Ada gita" melirik kebelakang jesica
Jesicah: "heeeeem..."
Recki: "ada gita tuh"
Jesica: "....." -_____-
Recki: "iya ada gita dibelakangmu jes"
Jesica: "teruus.."
Recki: "......." Terdiam dengan ekspresi wajah bodohnya
Recki: "jesica !, ada gita dibelakangmu !!"
Jesica: "haah?? Yang benar !?" Jesica mengikuti situasi
recki melihat gita yang bersembunyi dibelakang jesica menundukkan kepalanya dan memegang tangan kanan jesica.

Recki: "hemm, sepertinya ada yang aneh.. "
Jesica: "ternyata kau ini memang benar benar bodoh ya.."
Gita masih malu berhadapan dengan recki.
Recki: "tunggu, tunggu dulu..."
"Plaak!" Suara jesica memukul kepala recki dengan buku
Recki: "a aduh, sakit jes....."
Recki melihat jesica dan gita berpegangngan tangan, terdiam sejenak
Recki: "l loh, udah baikan ya..?"
Jesica: "iya, kemarin ada pertemuan kecil antara  aku dengan gita, iya kan git" menghadap gita dibelakangnya
Gita: "i, iya.."
Jesica: "kemarin aku sama gita, ngomongnya bisik bisikan loh di kelas gita kemarin, kan malu kalau teriak teriak, ya ngk git.." Jesica menghadap lagi kebelakang
Gita: "i, iy.. Haah ...?"
Jesica: "lalu aku kemarin juga sempat ketawa tawa sama gita ngomongin seseorang yang bodohnya minta ampun, betul ngk git ..?" Menatap gita dan mengedipkan sebelah mata kanannya
Gita: "iya..." Menundukkan kepalanya
Recki: "waah, kayanya bodoh banget ya tuh orang, sampai ketawa tawa ngomonginnya, hahahahahah.."
Gita menjawab, mengangkat wajahnya dengan ekspresi datar...
Gita: "iya..."
Recki: "heh..?"
Gita: "dia itu bodoh sekali... Sangat bodoh... Super bodoh... Orang yang paling bodoh yang pernah aku kenal.."
Jesica: "....."
Recki: "b, baiklah, sepertinya memang bodoh sekali ya orang itu" tersenyum heran.

Bel masuk les berbunyi..
Jesica: "ayo git, kita masuk.."
Jesica dan gita lewat dihadapan recki dengan tangan saling berpegangan, gita menundukkan kepalanya, sementara recki hanya tersenyum heran..

jesica, recki dan gita duduk sederet, recki di kursi sebelah kanan di dekat dinding, disebelah kirinya ada jesica, dan disamping jesica ada gita duduk dengan menatap kebawah, malu akan melihat recki. Recki hanya terdiam sambil mencoba memakan pulpennya, gita memandang recki. Dan recki juga diam diam mencuri pendangan, jesica hanya bisa tersenyum kecil melihat mereka berdua...
Jesica: "he, hey.. Kenapa malah saling dieman.. Ayo recki, katakan sesuatu." Menyenggol recki dengan pundaknya
Recki: "e, eh, baiklah.. H, hai git"
Gita: "ha, hai juga.."
Jesica: "kalian ini seperti baru kenal saja."
Gita: "enggak kok, perasaanmu aja kali.."
Recki: "iya, aku sama gita biasa aja kok, ya kan git ?"
Gita: "hem :)" gita menganggukkan kepalanya
Jesica: "oh ya.. kalau begitu, kamu duduk disini git."
Gita: "haah ?"
Jesica: "kok kaget, bukannya kamu dulu duduknya disebelah recki."
Gita: "baiklah, aku buktikan kalau aku sama recki itu ngk ada apa apa.."
Jesica: "heeeeh.. Benarkah.. ( ˘̶́˘̶̀) "
Gita: "i, iya, ayo tukar tempat."
Jesica: "okee, mari kita lihat.." ( ˘̶́˘̶̀)

Setelah menukar bangku, mereka pun saling terdiam, menunggu tentor datang, recki menggambar animasi dirinya yang sedang menyelamatkan seorang perempuan dari serangan zombie, gita melihat gambarnya. Gita tertawa terbahak bahak sampai orang sekitar memandangnya aneh, sudah menjadi kebiasaan gita seperti itu, dari fisiknya pasti orang mengira dia adalah anak yang pendiam dan pemalu, tetapi sebenarnya tidak seperti yang mereka bayangkan. Sampai jam pulang tiba, recki dan gita sudah tidak .



Novelnya memang belum lanjut karena banyak kerjaan si penulis (recki septianda).
Novelnya belum di kasi bab-bab nya
mungkin nanti akan di kasi
judulnya juga masih ditentukan yang di atas cuma sementara
Jika ada ide untuk judulnya pliss contact saya
tolong komentarnya ya,

silahkan komentar kepada orangnya langsung atau contact
facebook: Recki_septianda@yahoo.co.id            
Twitter: @reckiseptianda
Email: Recki.gokil@gmail.com
No hp: 085252555757
YANG BACA HARUS COMENT !!!!

niat mau buat novel malah jadi naskah derama
ya ampun....

2 comments: